Masalah Sosial dan Kebijakan Publik di Indonesia (Studi Kasus UU ITE No. 19 Tahun 2016)

Main Article Content

Jayyidan Falakhi Mawaza
Abdussatar Khalil

Abstract

Abstrak


This article aims to know and analyze the policy of ITE Law No. 19 of 2016, which has two preferences in the formulation of strategic and political preferences. A good policy comes from social issues that are perceived by many communities and not of individual problems. Public policy is made to resolve social issues not to add or create new problems. Strategic preference in the formulation of this law departs from the problem of many crimes in the form of fraud and evasion by using electronic media. Strategic preference to see this law is passed to address the issue.  While political preferences look different about the emergence of this law. The political preference to see the emergence of this law is not separated from the interests of actors who have authority in the making of this law.  The actor who has that interest is the ruler. With this law, the ruler is increasingly in limiting and criminalizing the right to freedom of community opinion. This article specifically wants to see the extent of the tension of both preferences.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Jayyidan Falakhi Mawaza, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Post Graduate Faculty, Development and Public Policy Department, (Islamic Concentration)

Abdussatar Khalil, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Post Graduate Faculty, Development and Public Policy Department (Islamic Concentration)

References

Anggara, Sahya . 2014. Kebijakan Publik. Bandung: Pustaka Setia.

Anggraeni, Kartika. (2018, 12 September). 16.678 Laporan Tindak Pidana Elektronik Masuk Cek Rekening.id. Diperoleh dari https://bisnis.tempo.co/read/1125840/16-678-laporan-tindak-pidana-elektronik-masuk-ke-cekrekening-id

Arry, Lalu. 2016. Komisi Informasi NTB Canangkan Desa Benderang Informasi Publik (DBIP), diambil dari https://ppid.ntbprov.go.id/detail-berita-18-komisi-informasi-ntb-canangkan-desa-benderang-informasi-publik-dbip.html, Diakses pada tanggal 01 Oktober 2019.

Badan Pusat Statistik Nasional. (2018). Statistik Telekomunikasi Indonesia. Diperolah dari https://www.bps.go.id/publication/2018/11/30/e0597f06233100ccdab076c1/statistik-telekomunikasi-indonesia-2017.html

Gerintya, Scholastica. (2018, 18 Oktober). Jerat UU ITE Banyak Dipakai Oleh Pejabat Negara. Diperoleh dari https://tirto.id/jerat-uu-ite-banyak-dipakai-oleh-pejabat-negara-c7sk

Islami, M. Irfani. 1997. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.

Mas’oed, Mochtar. 1994. Politik, Birokrasi dan Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Morrisan. 2015. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Prenada Media Group.

Nugroho Riant. 2009. Public Policy. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Saharudin. 2011. Perkembangan Teknologi Komunikasi. Sleman: Pustaka Akademika.

Sidik, Suryanto. 2013. Dampak Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Terhadap Perubahan Hukum dan Sosial Dalam Masyarakat. Jurnal Ilmiah Widya.

Soeharto, Edi. Analisis Kebijakan Publik: Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Bandung: Alfabeta.

Tilaar, HAR dan Riant Nugroho. 2008. Kebijakan Pendidikan: Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Sebagai Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Undang-Undang No 9 Tahun 1998. Tentang Kemerdekaan Menyapaikan Pendapat di Muka Umum. Diperoleh dari https://radenfatah.ac.id/tampung/hukum/20161123113545uu-09_1998_tth_kemerdekaan-menyampaikan-pendapat-di-muka-umum.pdf, diakases pada, tanggal 1 Oktober 2019, pukul 11:28

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.

Winarno, Budi. 2014. Kebijakan Publik: Teori, Proses dan Studi Kasus. Jakarta: CAPS.