Optimalisasi Pencegahan Korupsi Dalam Penggunaan Dana Desa Untuk Bantuan Langsung Tunai Penanganan Covid-19

Authors

  • Rizki Zakariya Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera

DOI:

https://doi.org/10.36636/jogiv.v3i1.507

Keywords:

Dana Desa, Bantuan Langsung Tunai, Covid-10, Pencegahan Korupsi.

Abstract

The disruption of the economic life of rural communities is the impact of the current Covid-19 Pandemic. So that it is detrimental to the economic gains of the village community. Therefore, to alleviate this impact, the Government has launched a program to utilize village funds for direct cash assistance for village communities. However, the implementation of the program has a gap in corruption. So it is necessary to make efforts to prevent this corruption, in order to streamline the provision of direct cash assistance to the public. The method used in this research is descriptive qualitative with a case approach and a statute approach. Furthermore, the legal materials used are primary and secondary legal materials. Then a qualitative analysis was carried out. The purpose of this study consists of 2 (two) things. First, outlining the urgency of preventing corruption in the use of village funds for direct cash assistance for handling Covid-19. Second, outlining alternative efforts that can be made to prevent corruption in the use of village funds for direct cash assistance for handling Covid-19. The results of this study indicate the urgency of preventing corruption in the use of village funds for direct cash assistance for handling Covid-19 for several reasons, including: the socio-economic conditions of rural communities who are vulnerable to Covid-19 transmission, data collection and distribution of direct cash assistance from village funds to vulnerable beneficiaries. there is corruption. Furthermore, alternative efforts that can be made to prevent corrupt practices in the use of village funds for direct cash assistance for village communities consist of 2 (two) things, namely: active involvement of village communities in special / incidental village deliberations, for validation / finalization of KPM data. Then optimize the supervisory role of the Village Consultative Body in the village / incidental deliberations.

 

Terganggunya kehidupan ekonomi masyarakat desa merupakan dampak Pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga merugikan perolehan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, untuk meringankan dampak tersebut, maka Pemerintah mencanangkan program pemanfaatan dana desa untuk bantuan langsung tunai masyarakat desa. Akan tetapi, dalam pelaksanaan program tersebut memiliki celah terjadinya korupsi. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya korupsi tersebut, demi mengefektifkan pemberian bantuan langsung tunai kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kasus, dan pendekatan undang-undang. Selanjutnya bahan hukum yang digunakan yakni bahan hukum primer dan sekunder. Kemudian dilakukan analisis secara kualitatif. Tujuan penelitian ini terdiri atas 2 (dua) hal. Pertama, menguraikan urgensi pencegahan korupsi dalam penggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai penanganan Covid-19. Kedua, menguraikan alternatif upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah korupsi pengggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai penanganan Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukan urgensi pencegahan korupsi dalam penggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai penanganan Covid-19 karena beberapa sebab, diantaranya: kondisi sosial ekonomi masyarakat desa yang rentan mengalami penularan Covid-19, pendataan dan penyaluran bantuan langsung tunai dana desa ke penerima manfaat rentan terjadi korupsi. Selanjutnya alternatif upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik korupsi dalam penggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai masyarakat desa terdiri atas 2 (dua) hal, yakni: pelibatan aktif masyarakat desa dalam musyawarah desa khusus/insidentil, untuk validasi/finalisasi data KPM. Kemudian optimalkan peran pengawasan Badan Permusyawaratan Desa dalam musyawarah desa/insidentil tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BUKU

Abdulgani, Fuad et. al. (2020). Pemetaan Kondisi Penghidupan, Akses Atas Pangan dan Kesehatan Keluarga Dalam Masa Pandemi COVID-19 di Jawa Barat. Bandung: LBH Bandung.

BPS RI. (2018). Hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Burhan, Erlina. et. al. (2020). Pneumonia Covid-19: Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Hamzah, Andi. (1991). Korupsi di Indonesia dan Pemecahannya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hasan, Misbah. (2020). Korupsi dan Masalah Penanganan Covid-19. Jakarta: Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran.

Huntington, Samuel. (1968). Political Order in Changing Societies. New Haven and London: Yale University Press.

Ibrahim, Johnny. (2007). Teori& Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Nasrullah Jamaludin, Adon. (2015). Sosiologi Perdesaan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Peter Mahmud, Marzuki. (2011). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Poerwadarminta, WJS. (1982). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Sevilla, G Consuelo. (1993). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UI-PRESS.

Tim SPORA KPK. (2015). Kapita Selekta dan Beban Biaya Sosial Korupsi. Jakarta: Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi.

JURNAL

Bunga, Marten et. al. (2019). Urgensi Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Journal Law Reform, Vol. 15, No. 1, 94.

Elizabeth, Roosganda. (2007). Fenomena Sosiologis Metamorphosis Petani: Ke Arah Keberpihakan Pada Masyarakat Petani di Pedesaan Yang Terpinggirkan Terkait Konsep Ekonomi Kerakyatan. Jurnal Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Vol. 25, No. 1, 31.

Nuryanti, Sri dan Dewa K. S. Swastika. (2011). Peran Kelompok Tani Dalam Penerapan Teknologi Pertanian. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 29, No. 2, 115 – 128.

Setiadi, Wicipto. (2018). Korupsi di Indonesia (Penyebab. Bahaya. Hambatan dan Upaya Pemberantasan. Serta Regulasi). Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 15, No. 3, 250.

Y. P. Sibuea, Harris. (2014). Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia. Info Singkat Hukum, Vol. VI, No. 18, 4.

INTERNET

(2020). Data Sebaran. Diakses dari https://covid19.go.id.

Al Machmudi, Iqbal. (2020). Menteri PDTT Kecewa Ada Kepala Dusun Nekat Sunat BLT. Diakses dari https://mediaindonesia.com/read/detail/317873-menteri-pdtt-kecewa-ada-kepala-dusun-nekat-sunat-blt.

Ariyanto, Sigit. (2020). Diduga Perangkat Desa Manipulasi Data BLT. Warga di Merangin Bakar Posko Covid-19. Diakses dari https://video.tribunnews.com/view/147153/diduga-perangkat-desa-manipulasi-data-blt-warga-di-merangin-bakar-posko-covid-19.

Badriy. (2020). Di Forum Internasional. Gus Menteri Beberkan Cara Desa Lawan Covid-19. Diakses dari https://www.kemendesa.go.id/berita/view/detil/3302/di-forum-internasional-gus-menteri-beberkan-cara-desa-lawan-covid-19.

Carlos. (2020). Ketahanan Pangan dan Peran Penting Bulog. Diakses dari https://www.beritasatu.com/nasional/625887/ketahanan-pangan-dan-peran-penting-bulog.

Erika, Dian. (2020). Cegah Penularan Covid-19. Ini 4 Kelompok Masyarakat yang Perlu Isolasi Diri. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2020/04/06/10511821/cegah-penularan-Covid-19-ini-4-kelompok-masyarakat-yang-perlu-isolasi-diri.

Murdaningsih, Dwi. (2017). Membangun Desa Melalui Pertanian. Diakses dari https://www.republika.co.id/berita/nasional/intan/17/04/10/oo6942368-membangun-desa-melalui-pertanian.

Nurita, Dewi. (2020). Survei Indikator: Mayoritas Publik Sebut Bansos Tak Tepat Sasaran.” Diakses dari https://nasional.tempo.co/read/1350759/survei-indikator-mayoritas-publik-sebut-bansos-tak-tepat-sasaran/full&view=ok.

Runi. (2020). Siapkan Perangkat Desa Hadapi Covid-19. Diakses dari http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/28212/t/Siapkan+Perangkat+Desa+Hadapi+Covid-19.

Rusli. (2020). 87 Persen Desa Sudah Terima BLT DD. Diakses dari https://kemendesa.go.id/berita/view/detil/3296/87-persen-desa-sudah-terima-blt-dd.

Downloads

Published

2021-03-29

How to Cite

Zakariya, R. (2021). Optimalisasi Pencegahan Korupsi Dalam Penggunaan Dana Desa Untuk Bantuan Langsung Tunai Penanganan Covid-19. Journal of Governance Innovation, 3(1), 59-72. https://doi.org/10.36636/jogiv.v3i1.507