METAFORA SEBAGAI TEMAN BELAJAR ANAK

  • Rosidin Rosidin IAIN Jember

Abstract

Dinamika arus informasi yang penuh-sesak menyebabkan belajar mengetahui (learn to know) harus digantikan belajar cara mengetahui (learn how to know), untuk membina pembelajar mandiri. Problemnya, banyak anak kecanduan gadget, sehingga berpotensi menghambat pembinaan pembelajar mandiri. Alternatif solusinya, metafora diposisikan sebagai ‘teman belajar’ anak dalam Pendidikan Dasar (SD/MI). Apalagi metafora sudah dipraktikkan sejak masa Rasulullah SAW dan masih efektif diterapkan dalam pendidikan kontemporer. Kontribusi tulisan ini adalah kontruksi makna metafora al-Qur’an (Amtsal al-Qur’an) dari perspektif dua unsur metafora: Fokus/Wahana dan Bingkai/Topik/Tenor. Ada tiga hasil riset. Pertama, ada empat kategori metafora al-Qur’an dari perspektif Fokus/Wahana: Manusia, Flora, Fauna dan Benda atau Tempat. Kedua, ada tiga kategori metafora al-Qur’an dari perspektif Bingkai/Topik/Tenor: Akidah, Fikih dan Akhlak. Ketiga, Tujuh kategori metafora al-Qur’an tersebut relevan untuk difungsikan sebagai teman belajar anak dalam rangka mencapai Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar, baik dimensi sikap, pengetahuan maupun keterampilan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016.

Published
2018-12-31
How to Cite
ROSIDIN, Rosidin. METAFORA SEBAGAI TEMAN BELAJAR ANAK. RAHMATAN LIL ALAMIN: JOURNAL OF PEACE EDUCATION AND ISLAMIC STUDIES, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 98, dec. 2018. ISSN 2622-0903. Available at: <http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/JRLA/article/view/221>. Date accessed: 27 may 2019.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.