AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan <p>AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam dan program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Jurnal yang terbit dua kali setahun, bulan Juni dan November ini memuat artikel hasil penelitian dan kajian-kajian knseptual dalam bidang pendidikan. &nbsp; Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Bahasa yang digunakan bisa dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. &nbsp; Alamat Redaksi: Jl. Raya Mojosari 02 Kepanjen-Malang, Telp. (0341)397265-399099</p> <p>AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies is <strong>Indexed by:</strong></p> <p><strong><a title="moraref al wijdan" href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=3623"><img src="/public/site/images/ilmafahmiaziza/images.png" alt="" width="216" height="77"></a></strong><a title="moraref al wijdan" href="http://moraref.or.id/browse/index/725"><strong><img src="http://ejournal.uniramalang.ac.id/public/site/images/lailynurarifa/download_(2).jpg" alt="" width="164" height="76"></strong></a><strong><a title="alwijdan indonesia onesearch" href="http://onesearch.id/Repositories/Repository?library_id=924" target="_self"><img src="https://journal.ugm.ac.id/public/site/images/admin/index/googlescholarwarning.png" alt="Google Scholar"><img src="http://ejournal.uniramalang.ac.id/public/site/images/lailynurarifa/logo-ios-white1.png" alt="" width="187" height="49"></a></strong></p> <p><a href="https://www.mendeley.com/profiles/al-wijdn-journal-of-islamic-edu/"><img src="http://ejournal.uniramalang.ac.id/public/site/images/lailynurarifa/academickeys.png" alt=""> <img src="http://ejournal.uniramalang.ac.id/public/site/images/lailynurarifa/mandelay.png" alt=""></a></p> <p>&nbsp;</p> UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT MALANG en-US AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2541-2051 <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a><br>This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Aturan Plagiarisme</strong></p> <p>Untuk mevalidasi artikel yang masuk, tim redaksi mengroscek naskah tersebut pada google scholar dan juga menggunakan software&nbsp;<em>plagiarism checker</em>.</p> <p><strong>Pedoman Etik Penerbitan</strong></p> <p>Penerbitan artikel dalam al-Wijdan: Jurnal Ilmu Keislaman merupakan sebuah blok bangunan penting dalam perkembangan suatu jejaring pengetahuan yang koheren dan dihormati. Hal ini merupakan cerminan langsung dari kualitas kerja para penulis dan lembaga-lembaga yang mendukung mereka. Artikel-artikel yang direview mendukung dan mengandung metode ilmiah. Karena itu, penting untuk menyetujui standar-standar perilaku etis yang diharapkan untuk seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan, yaitu: penulis, penyunting jurnal, mitra bestari, penerbit, dan masyarakat.&nbsp;</p> <p>redaksi bertanggungjawab mengawal seluruh tahap penerbitan secara sungguh-sungguh dan mengakui tanggungjawab etik dan tanggungjawab lainnya. Lembaga selain berkomitmen untuk memastikan bahwa iklan cetak ulang dan pendapatan komersial lainnya tidak memiliki dampak atau pengaruh terhadap keputusan editorial, juga berkomitmen untuk membantu komunikasi dengan pengelola jurnal dan/atau penerbit yang lain jika dipandang berguna dan diperlukan.</p> <p><strong>Keputusan Penerbitan</strong></p> <p>Penyunting bertanggungjawab memutuskan mana dari artikel-artikel yang diserahkan harus diterbitkan. Validasi karya tersebut dan arti pentignya bagi peneliti dan pembaca harus selalu mendorong keputusan tersebut. Para penyunting dapat dipandu oleh kebijakan dewan penyunting jurnal dan dibatasi oleh ketentuan hukum sebagaimana yang harus ditegakkan menyangkut pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan penjiplakan (<em>plagiarism</em>). Penyunting dapat berunding dengan penyunting yang lain atau tim penilai dalam membuat keputusan ini.</p> <p><strong>Perlakuan yang Adil</strong></p> <p>Penyunting selalu menilai naskah berdasarkan kandungan intelektualnya tanpa membedakan ras, gender, orientasi seksual, keyakinan agama, asal usul etnik, kewarganegaraan atau filsafat politik para penulis.</p> <p><strong>Kerahasiaan</strong></p> <p>Para penyunting dan staf penyunting tidak boleh mengungkapkan informasi apapun mengenai naskah yang diserahkan kepada orang lain selain penulis, penyunting ahli, mitra bestari, dan penerbit.</p> <p><strong>Pemberitahuan dan Konflik Kepentingan</strong></p> <p>Bahan-bahan yang tidak diterbitkan yang diungkap dalam naskah yang diserahkan tidak boleh digunakan dalam riset penyunting sendiri tanpa persetujuan tertulis yang jelas dari penulis.</p> <p><strong>Kontribusi kepada Keputusan Editorial</strong></p> <p>Penilaian mitra bestari membantu penyunting dalam membuat keputusan editorial dan melalui komunikasi editorial dengan penulis bisa juga membantu penulis menyempurnakan tulisannya.</p> <p><strong>Kecepatan</strong></p> <p>Setiap penilai yang dipilih yang merasa tidak memenuhi kualifikasi untuk menilai penelitian yang dilaporkan dalam suatu naskah atau mengetahui bahwa ulasan cepatnya akan tidak mungkin harus memberitahu kepada penyunting dan membebaskan dirinya dari proses penilaian.</p> <p><strong>Kerahasiaan</strong></p> <p>Setiap naskah yang diterima untuk dinilai harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Dokumen itu tidak boleh ditunjukkan atau dibahas dengan orang lain kecuali diberi wewenang oleh penyunting.</p> <p><strong>Standar Objektivitas</strong></p> <p>Penilaian harus dilakukan secara objektif. Kritik bersifat pribadi terhadap penulis tidak dibenarkan. Penilai harus menyatakan pandangan mereka secara jelas dengan argumen yang mendukung.</p> <p><strong>Pengakuan Sumber</strong></p> <p>Penilai harus mengidentifikasi karya yang diterbitkan yang relevan yang tidak dikutip oleh penulis. Setiap pernyataan bahwa suatu observasi, derivasi, atau argumen telah dilaporkan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Seorang penilai juga harus meminta penyunting untuk memperhatikan kemiripan atau tumpang tindih antara naskah yang dinilai dan tulisan lainnya yang telah diterbitkan.</p> <p><strong>Pemberitahuan dan Konflik Kepentingan</strong></p> <p>Informasi atau pendapat rahasia yang diperoleh melalui penilaian mitra bestari harus disimpan rahasia dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Para penilai tidak boleh menimbang naskah di mana mereka memiliki konflik kepentingan yang berasal dari hubungan atau koneksi yang bersifat persaingan, kerja sama, atau lainnya dengan penulis manapun, perusahaan, atau lembaga yang terkait dengan tulisan.</p> <p><strong>Standar Pelaporan</strong></p> <p>Penulis harus menyajikan laporan yang akurat dari karya yang dibuat dan pembahasan yang objektif tentang signifikansinya. Data pokok harus direpresentasikan secara akurat dalam tulisan. Sebuah tulisan harus mencakup detail dan referensi yang cukup untuk memungkinkan orang lain mengulangi karya itu. Pernyataan-pernyataan curang atau yang dengan sengaja tidak akurat merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima.</p> <p><strong>Orisinalitas dan Penjiplakan</strong></p> <p>Para penulis harus memastikan bahwa mereka telah menulis karya-karya yang seluruhnya asli, dan bahwa mereka telah mengutip dengan benar jika menggunakan karya dan/atau kata-kata orang lain.</p> <p><strong>Penerbitan Ganda, Pengulangan atau Berbarengan</strong></p> <p>Seorang penulis secara umum tidak boleh menerbitkan naskah yang secara esensial menjelaskan penelitian yang sama dalam lebih dari satu jurnal atau penerbitan utama. Menyerahkan naskah yang sama kepada lebih dari satu jurnal secara bersamaan merupakan perilaku tidak etis dan tidak dapat diterima.</p> <p><strong>Pengakuan Sumber</strong></p> <p>Pengakuan wajar terhadap karya orang lain harus selalu diberikan. Para penulis harus mengutip publikasi yang berpengaruh dalam menentukan sifat dari karya yang dilaporkan.</p> <p><strong>Kepengarangan Tulisan</strong></p> <p>Kepengarangan harus dibatasi kepada mereka yang memberikan sumbangan penting kepada konsepsi, desain, eksekusi atau penafsiran kajian yang dilaporkan. Seluruh orang yang memberikan sumbangan penting harus dicantumkan sebagai penulis bersama (<em>co-authors</em>). Jika terdapat orang lain yang ikut serta dalam aspek-aspek penting tertentu dari projek penelitian, mereka harus diakui atau dicantumkan sebagai penyumbang (<em>contiributors</em>). Penulis yang tepat harus memastikan bahwa seluruh penulis bersama yang tepat dimasukkan dalam tulisan, dan bahwa seluruh penulis bersama telah melihat dan menyetujui versi akhir dari tulisan dan telah menyepakati penyerahannya untuk penerbitan.</p> <p><strong>Pemberitahuan dan Konflik Kepentingan</strong></p> <p>Seluruh penulis harus memberitahukan dalam naskah mereka setiap konflik keuangan atau konflik substantif lainnya yang mungkin diduga mempengaruhi hasil atau penafsiran naskah mereka. Seluruh dukungan keuangan untuk projek harus diberitahukan.</p> <p><strong>Kesalahan mendasar dalam karya-karya yang diterbitkan</strong></p> <p>Jika seorang penulis menemukan kesalahan atau ketidakakuratan yang berarti dalam karya publikasinya, menjadi kewajiban penulis untuk segera memberitahu editor atau penerbit jurnal dan bekerja sama dengan penyunting untuk menarik kembali atau membetulkan tulisan</p> EKSISTENSI DAN TRANSFORMASI PESANTREN DALAM MEMBANGUN NASIONALISME BANGSA http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/362 <p><strong>Abstrak:</strong></p> <p>Sejarah telah membuktikan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam perubahan dan perbaikan sosial dan budaya di indonesia. Pesantren juga menegaskan diri sebagai institusi pendidikan islam yang berperan dalam perjuangan atau perlawanan pada kolonialisme sejak zaman kerajaan sampai lahirnya bangsa indonesia, juga andil yang besar pula terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Tidak berhenti di situ saja, keberhasilan pesantren melahirkan tokoh-tokoh agama, pejuang, tokoh politik, dan pemimpin masyarakat, merupakan bukti konkrit bahwa pesantren berperan dalam membangun indonesia. Meskipunn kondisi fisik yang seringkali sederhana pesantren ternyata mampu menunjukkan eksistensinya dan mampu memberikan contoh pola atau model kehidupan sosial yang baik, bagi masyarakat pesantren itu sendiri, bahkan memberi pengaruh positif bagi masyarakat di sekitar pesantren. Dengan tempaan yang panjang pesantren mampu melahirkan kyai dan santri yang fleksibel dalam karir dan pengabdiannya pada bangsa dan masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam pendidikan pesantren ada eksistensi yang hebat dan ada dinamisme yang adaptif terhadap kemajuan eksternal, bahkan seiring dengan perkmbangan zaman banyak pesantren yang mampu bertransformasi dari institusi pendidikan yang sederhana menjadi institusi pendidikan yang mmiliki modernitas dalam banyak hal, seperti pesantren yang memiliki perguruan tinggi, universitas, rumah sakit, koprasi syari’ah dan lain-lain. Tulisan ini menggambarkan eksistensi dan transformasi pesantren dari masa ke masa yang menunjukkan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar pada pembangunan dan kemajuan bangsa indonesia.</p> <p>Kata kunci : eksistensi, kontribusi, pesantren</p> Hasan Bisri Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 101 115 OPTIMALISASI PENERAPAN TRADISI PESANTREN SALAF BAGI SANTRI KALONG http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/355 <p><em>Traditional Islamic boarding school (salaf) with all its completion curriculum emphasizes character education through environment-based habituation. Through the pesantren salaf traditions, santri are educated to be used to carry out scientific traditions, the ubudiyah traditions (worshiping traditions ), and social traditions. On the other hand, there is one type of boarding school that stands in the middle of the civil society with all its students are called santri kalong. This type of boarding school can be called as pesantren masyarakat. Al-Ishlah Islamic Boarding School is one of them. This article aims to describe the efforts of Al-Ishlah Islamic Boarding School in optimizing its activities by adopting the pesantren salaf traditions. From the perspective of data analysis type, this research is a qualitative research. From the level of explanation, the method used in this research is descriptive. From this research, it was concluded that Al-Ishlah Islamic Boarding Sch-ool is a pesantren masyarakat that fulfills the five elements of the boarding school, namely: Islamic boarding school building, mosque, kyai, santri, and yellow book. Furthermore, Al-Ishlah Islamic Boarding School was optimizing the traditions of yellow book learning, the worshiping traditions, and social traditions as it's done in pesantren salaf . With modification and adjustment, the traditions of pesantren salaf can be adopted in the context of Al-Ishlah Islamic Boarding School which stands in the middle of civil society.</em></p> Najib Mubarok Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 116 126 DIMENSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF ERA DISRUPSI PERSPEKTIF MANAJERIAL BIROKRASI http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/323 <p><em>Changes that occur in management have an impact on competitive regional development towards global competition, both from national formal institutions and non-formal institutions. So this led to the birth of a new leadership model with a more innovative, creative, transformative, and continuously sustainable strategy. Because of the vast scope of management, the social community, government bureaucracy, organization and world government. The era of disruption makes managerial leadership required to be present and appear in the treasury of change or extinction in civilization. It must also be seen that a leader must also be able to see extreme conditions and situations in making decisions and policies that are in accordance with the leadership style applied, and situational leadership must also be coated with a collaborative leadership model and the type of leadership that will apply it to the political context also needs to be refined and put into the context of the bureaucracy or organization. So that raises questions about how the managerial bureaucracy seeks to draw a view of the dimensions of Islamic transformative leadership by presenting a model of transformative leadership in the form of superiority and managerial characteristics of the bureaucracy that is seen from the prophetic values </em><em>​​</em><em>and views of the Qur'an. To answer this research question, researchers collected data through documentation methods, then after the data was collected, analyzed through content analysis and critical analysis. So this study produced an alternative offer that is modeling Islamic transformative leadership that intersects with the model of Idealized Influence (Inspiration), Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, and Individual Consideration with the principles of transformative leadership from the view of the Qur'an.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Muhamad Khoirul Umam Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 127 146 PENGARUH SIKAP MODERASI DAN PENGETAHUAN AGAMA ISLAM TERHADAP WAWASAN KEBANGSAAN http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/321 <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>The objective of this research to find out the effect of moderation attitude with Islamic religion knowledge for the&nbsp; nation view. The research was conducted in SMA Negeri 5 Depok using 2X2&nbsp; design involving 60 students chosen by using purposive random sampling.</em></p> <p><em>The data analysis and interpretation indicated that: 1. T</em><em>here is&nbsp; difference in students' </em><em>high</em><em> moderation attitude</em><em> between </em><em>&nbsp;</em><em>students' </em><em>low</em><em> moderation attitude</em><em>,</em><em> 2. T</em><em>here is&nbsp; difference in students' </em><em>high</em><em> Islamic religion knowledge</em><em> between </em><em>&nbsp;</em><em>students' </em><em>low</em><em> Islamic religion knowledge</em><em>, 3.</em> <em>T</em><em>here</em><em> is </em><em>not</em> <em>interaction</em><em> between </em><em>of moderation attitude</em><em> and</em> <em>Islamic relegion knowledge</em> <em>against</em><em> the </em><em>nation view, 4. The students high moderation attitude with </em><em>high </em><em>Islamic relegion knowledge</em> <em>not diffrence</em><em> than students</em><em> low moderation attitude high </em><em>Islamic relegion knowledge</em><em>, 4.The </em><em>s</em><em>tudents </em><em>high moderation attitude and&nbsp; low </em><em>Islamic relegion knowledge not diffrence</em> <em>than</em><em> The </em><em>s</em><em>tudents </em><em>low moderation attitude and low </em><em>Islamic relegion knowledge.</em></p> <p><strong><em>Key Words : moderation attitude, Islamic relegion knowledge, nation view</em></strong><strong><em>.</em></strong></p> Suhardin Din Hardin Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 147 170 PROGRAM PERLINDUNGAN BULLYING PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/320 <p>Special need children in Indonesia had not bullying protection program in the school. They need it to optimized their social and personal skill. Child protection had more wide scope, this research focused on special need children protection toward bullying. Australia’s Child protection program&nbsp; was adapted and developed by researcher because it appropriate with Indonesia’s culture.</p> <p>The aim of this research were developing the bullying protection program for special need children in inclusive school and knowing the expediency result of developed bullying protection program for special need children.</p> <p>This research was <em>Research and Development (R&amp;D) </em>&nbsp;with Thiagarajan, Semmel and Semmel model (1974). Phase of Thiagarajan model were: (1) <em>Define, </em>(2) <em>Design</em>, and (3) <em>Develop</em>.</p> <p>The conclution of the research is the developing of bullying protection program for special need children it concluded that: (1) Developing of bullying protection program for special need children in inclusive school from the validation result model showed score 74.29%, (2) From the result of limited experiment calculation showed score 43.42%, it mean that bullying protection program for special need children was suitable used.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Key Word :</strong> <em>Protection Program</em>, <em>Bullying</em></p> Hamidah Amni Rahmawati Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 171 178 KORELASI MANAJEMEN KELAS DAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING TERHADAP PERILAKU TAKDZIM SANTRI http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/367 <p>Dalam lembaga pendidikan di pesantren manajemen kelas dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran kitab kuning yang berkualitas. Berbagai inovasi dilakukan untuk menciptakan suasana&nbsp; belajar yang baikdan menarik bagi santri, dengan harapan dapat memahami kandungan makna dlam setiap kitab kuning yang diajarkan sehingga santri mempunyai perilaku takdzim yang baik kepada setiap orang.</p> <p>Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) korelasi antara manajemen kelas dengan perilaku takdzim santri di Pondok Pesantren Nurut taqwa Sangkapura Gresik. (2) korelasi antara kemampuan membaca kitab kuning dengan perilaku takdzim santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, (3) korelasi antara manajemen kelas dan kemampuan membaca kitab kuning secara bersamaan dengan perilaku takdzim santri di Pondok pesantren Nurut Taqwa Sangkapura Gresik.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan yaitu metodologi kuantitatif, teknik pengumpulan data penyebaran angket, wawancara, dan observasi. Teknik sampel dengan 50 santri sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan system SPSS 23 dengan uji prasyarat: uji normalitas data, uji regresi ganda, uji linearitas dan uji hipotesis.</p> <p>Hasil penelitian dari analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1). Tidak ada korelasi yang positif dan signifikan antara manajemen kelas terhadap perilaku takdzim santri, karena nilai r hitung &lt; dari r table (-0,068&lt;0,279). 2) ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan membaca kitab kunig terhadap perilaku takdzim santri karena hasil dari &nbsp;r hitung &gt; dari r table (0,476 &gt; 0,279). 3) ada korelasi antara Manajemen Kelas dan Kemampuan Membaca Kitab Kuning terhadap Perilaku Takdzim Santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, dari hasil perhitungan dan analisis data yang telah dilakukan maka didapat perolehan nilai dari r<sub>x1,2y </sub>= 0,490 dengan p=0,002 dan F=7,421 dan sesuai dengan kaidah dalam uji hipotesis maka hasil yang didapatkan adalah sangat signifikan</p> defi dachlian Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 179 194 PENGGUNAAN MEDIA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN TATA CARA WUDHU PESERTA DIDIK AUTIS http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/326 <p><strong>Abstrak: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tata cara berwudhu khususnya untuk peserta didik autis. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas VIIni dilakukan dalam 2 siklus tindakan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui sejauh mana peserta didik dapat melakukan wudhu dengan runtut dan benar. Agar dapat mengetahui adanya keberhasilan peserta didik dalam berwudhu, maka dilaksanakan tes wudhu. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, bahwa penggunaan Media Bergambar pada mata pelajaran PAI pada pokok bahasan wudhu peserta didik autis kelas VII SMPLB Putra Jaya Kota Malang meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas belajar, yakni pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 64%. Pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 75,56%. Serta hasil belajar peserta didik meningkat, ketuntasan klasikal mencapai 80% dari ketuntasan klasikal yang di tetapkan yaitu 70%. Kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran menggunakan Media Bergambar juga meningkat hingga mencapai keberhasilan 96% yang termasuk dalam kategori baik sekali. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan media bergambar pada pembelajaran PAI pokok bahasan berwudhu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam berwudhu.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Media bergambar, Tata cara wudhu, Autis</p> <p><br><strong><br></strong></p> dina kamaliah Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 195 204 Istikhdam Thoriqoh Ta'lim an-Nahwi 'ala Asasi Rasmi Khoritoh al-Mafhum lada Tholabah al-Madrasah ad-Diniyah "Al-Amin" Kepanjen Malang http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/article/view/368 <p>The educational methods constitute an essential element in teaching the Arabic language and its grammar. The educational methods for teaching grammar were bored. The teacher must choose the appropriate educational method with enough students and the existing school tools. Most of the grammar book for students of the religious school is still in the form of paragraph descriptions only. This made the book boring and difficult to understand. Therefore, the teacher needs an educational method of grammar based on the new and interesting look. One of the interesting new form suitable for grammar is the educational book in the form of a mind map. The entry used in this research is the quantitative entry and the researcher used the experimental method in this research. The use of the Concept Map method made the grammar process effective. The researcher has also resolved the data related to the aforementioned code. It has also been reported in the data analysis table that the value of the t-test 2,019 is greater than the t-table with a 0.05 a which is 1.684, so that Ho is rejected and Ha is accepted. Then it can be concluded that the students ’scores on the post-test increase more compared to the results of the pre-test. Results of observations and interviews indicate that students enjoy learning grammar using the concept maps method</p> ilma Copyright (c) 2019 AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies 2019-12-31 2019-12-31 4 2 205 215