IDENTITAS WONG TENGGER MASYARAKAT DESA NGADAS: REFLEKSI KEBANGSAAN ATAS DEGRADASI IDENTITAS DAN PERSATUAN NASIONAL INDONESIA

  • Wimmy Haliim Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur

Abstract

Abstrak

Degradasi Identitas dan Persatuan Nasional kita adalah isu yang penting untuk kita bahas. Banyaknya kasus kerusuhan antar Suku, Agama dan Ras (SARA) yang selalu timbul di berbagai daerah di Indonesia adalah fakta bahwa bangsa ini mengalami Degradasi Identitas dan Persatuan Nasional. Melalui Metode Penelitian Fenomenologi, Peneliti melakukan riset guna menganggkat kepermukaan tentang kearifan lokal dari Masyarakat Tengger di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kearifan Lokal Tersebut adalah Identitas Wong Tengger. Identitas Wong Tengger adalah Kerukunan dan Toleransi. Perbedaan Agama tidaklah menjadi masalah bagi mereka, karena sikap Rukun dan Toleransi yang sudah mengakar sejak lama. Dampaknya, dalam beberapa pengambilan keputusan politik ataupun permasalahan sosial, Masyarakat Tengger tidak pernah menggunakan Voting, melainkan Musyawarah untuk Mufakat. Sehingga, Persatuan dan Kesatuan masyarakat adalah hasil positif yang didapatkan Masyarakat Tengger. Pada akhirnya, fenomena yang ada di Desa Ngadas bisa menjadi refleksi dan refrensi bagi kita semua untuk merefleksikan maupun menggagas kembali, Identitas dan Persatuan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Kata Kunci: Degradasi Identitas dan Persatuan Nasional, Identitas Wong Tengger, dan   Kerukunan dan Toleransi Beragama.

 

Published
2017-03-31
How to Cite
HALIIM, Wimmy. IDENTITAS WONG TENGGER MASYARAKAT DESA NGADAS: REFLEKSI KEBANGSAAN ATAS DEGRADASI IDENTITAS DAN PERSATUAN NASIONAL INDONESIA. Proceeding AMIPEC, [S.l.], v. 2, n. 2, mar. 2017. Available at: <http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/amipec/article/view/39>. Date accessed: 21 may 2019.