PERAN DESA ADAT DALAM PENERTIBAN PENDUDUK PENDATANG DI KOTA DENPASAR

Authors

  • A.A.Ayu Dewi Larantika

DOI:

https://doi.org/10.36636/dialektika.v2i1.240

Abstract

ABSTRAK
Fenomena penduduk pendatang sudah tidak asing bagi pulau Bali dan kota
Denpasar. Kota Denpasar sebagai kota metropolis dengan berbagai fasilitas
yang ditawarkan sesuai fungsi dan peran strategisnya sebagai pusat
pemerintahan, perekonomian dan perdagangan, pusat aktivitas pendidikan serta
pelayanan kesehatan, disamping juga merupakan pusat kegiatan pariwisata yang
berperan besar terhadap perkembangan perekonomian Bali, menjadi alasan
penduduk pendatang datang menyerbu kota Denpasar. Pesatnya arus migran
yang masuk ke kota Denpasar menimbulkan berbagai permasalahan sosial sepeti
pemukiman kumuh, polusi, persaingan ekonomi, kejahatan dan sebagainya.
Tulisan ini bertujuan menyajikan berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah
kota Denpasar untuk menertibkan penduduk pendatang, salah satunya dengan
melibatkan desa adat. Oleh karenanya menjadi menarik untuk mengamati
bagaimana peran desa adat dalam penertiban penduduk pendatang di kota
Denpasar. Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan serta mempelajari
dokumentasi yang ada, dapat dikatakan bahwa peran desa adat dalam
menertibkan penduduk pendatang sangat penting, karena wilayah pulau Bali
umumnya dan Denpasar khususnya habis dibagi dalam desa adat. Desa adat
dengan aturan adatnya bersentuhan langsung dan mengikat masyarakat dan ini
dapat menjadi salah satu strategi dalam menertibkan penduduk pendatang di kota
Denpasar.
Kata kunci: desa adat, penertiban penduduk pendatang

ABSTRACT
The phenomenon of migrants is not foreign to the island of Bali and Denpasar
city. Denpasar city as a metropolis with many amenities offered according to the
function and its strategic role as the center of government, economy and trade,
the activity center of education and health services, as well a center of tourism
activities that contribute to the development of Bali's economy, the reason
migrants come storming Denpasar city. The rapid flow of migrants coming into
the city of Denpasar cause various social problems crate slums, pollution,
economic competition, crime and so on. This paper aims to present the various
policies adopted by the government of Denpasar to curb settlers, one of them
involving indigenous villages. It is therefore interesting to observe how the role of
indigenous villages in the demolition of migrants in the city of Denpasar. From
observation and interviews as well as studying the existing documentation, it can
be said that the role of indigenous villages in the discipline of migrants is very
important, because the territory of the island of Bali in general and in particular
Denpasar divisible in indigenous villages. The traditional village with customary
rules of direct contact and bind communities and this can be one of the strategies
in the discipline of migrants in the city of Denpasar.
Keywords: indigenous villages, curbing population of migrants.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2017-02-21

How to Cite

Larantika, A. D. (2017). PERAN DESA ADAT DALAM PENERTIBAN PENDUDUK PENDATANG DI KOTA DENPASAR. DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi Dan Ilmu Sosial, 2(1), 167-177. https://doi.org/10.36636/dialektika.v2i1.240