Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Authors

  • Ratna Fajarwati Meditama Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Keywords:

Tantangan SDM, Era Industri 4.0, Pendidikan Vokasi, softskills, HOTS

Abstract

Sumber Daya Manusia yang kompeten sesuai dengan pengembangan teknologi menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi Era Industri 4.0. Dalam perspektif global, banyak negara maju seperti seperti Jerman, Austria dan Jepang yang memiliki sistem pendidikan vokasi yang unggul dan menjadi rujukan dari banyak negara. Termasuk Switzerland dalam beberapa tahun terakhir ini menduduki peringkat teratas dengan salah satu keunggulan memiliki sistem pendidikan vokasi yang menjadi tujuan studi banding (benchmarking) dari negara- negara berkembang termasuk Indonesia. Jika melihat kondisi tersebut, Indonesia masih mempunyai banyak pekerjaan rumah besar untuk melakukan pembenahan sistem pendidikan vokasi agar dapat memiliki daya saing di kancah internasional. Gambaran tren dalam Industri 4.0 yang berkembang yaitu menuju otomasi dan pertukaran data dalam teknologi dan proses dalam industri manufaktur. Tren-tren tersebut diantaranya adalah Internet of Things (IoT), Industrial Internet of Things (IioT), Sistem fisik siber (CPS), artificial intelligence (AI), Sistem Cloud Computing dan Pabrik pintar. Menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 15 dijelaskan pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Dalam pembelajarannya pendidikan vokasi membutuhkan lingkungan yang menyerupai dunia kerja dengan peralatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kerja sehingga apa yang diajarkan di pendidikan vokasi harus sejalan (in line) dengan apa yang dikerjakan di tempat kerja. Selain itu pendidikan vokasi juga dituntut untuk dapat membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), hal tersebut merupakan dampak era disrupsi. Pengembangan kompetensi lulusan dalam pendidikan vokasi diantaranya critical and creative thingking, problem solving, communication skills, information/digital literacy, inquiry/reasoning skills, multicultural/ multilingual literacy, interpersonal skills, dan technological
skills. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan studi pustaka. Dengan hadirnya pendidikan vokasi ini diharapkan dapat menghasilkan calon tenaga kerja yang memiliki tiga kemampuan yang dibutuhkan di era industri 4.0 yaitu 1) kemampuan kognitif yang artinya memiliki kecakapan dalam memecahkan masalah yang kompleks dan mempunyai kemampuan memahami sesuatu (literasi), serta berpikir kritis, 2) softskills yang merupakan kecakapan berkomunikasi, berempati, punya growth mindset, dan adaptif sehingga dapat memecahkan masalah yang kompleks atau disebut dengan High
Order Thinking Skill (HOTS), 3) teknologi dimana kemampuan teknologi yaitu, kemampuan untuk mengimplementasikan seperangkat platform umum (misalnya, komponen fisik, jaringan, basis data, perangkat lunak) dan untuk menentukan sejauh mana seseorang dapat mengelolanya dengan baik dan menggunakannya. Target pembinaan peserta didik dalam menyongsong era industri 4.0 siantaranya adalah 1) pembinaan mental dan fisik, 2) dasar K3, 2) dasar teknik, 4) proses bisnis, 5) pembekalan soft skills, dan 6) penempaan kualitas, budaya industri dan kewirausahaan

Downloads

Published

2022-06-13