Examining Incumbent Performance Accountability in a Single Candidate Local Election: A Case Study of the 2024 Pangkalpinang Local Election

Penulis

  • Ariandi A Zulkarnain Universitas Bangka Belitung image/svg+xml
  • Imron Rosyadi Hamid Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Sri Handayani Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Dewi Ambarwati Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Husnul Hakim Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Dafis Ubaidillah Assiddiq Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Muhamad Imron Universitas Islam Raden Rahmat Malang

DOI:

https://doi.org/10.36636/jogiv.v8i1.10390

Kata Kunci:

akuntabilitas kinerja, petahana, calon tunggal, kotak kosong, perilaku elektoral, pilkada pangkal pinang 2024

Abstrak

Studi ini meneliti akuntabilitas kinerja petahana dalam pemilihan lokal kandidat tunggal tahun 2024 di Kota Pangkalpinang dan pengaruhnya terhadap hasil pemilu yang berujung pada kemenangan opsi surat suara kosong. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengacu pada wawancara mendalam, analisis dokumen, laporan media, data survei LP3ES (Januari 2025), dan sumber sekunder lainnya yang berkaitan dengan tata kelola lokal dan dinamika politik. Temuan menunjukkan bahwa pemerintahan petahana mencapai beberapa prestasi penting, termasuk peningkatan signifikan dalam realisasi investasi regional dari Rp 279,5 miliar pada tahun 2020 menjadi sekitar Rp 4,9 triliun pada tahun 2024, pembangunan infrastruktur perkotaan, pembangunan Masjid Agung Kubah Timah, dan peningkatan indikator ketenagakerjaan dan tata kelola. Terlepas dari prestasi-prestasi ini, warga terus menghadapi tantangan yang terus-menerus dalam pelayanan publik, termasuk transportasi umum yang tidak memadai, masalah pengelolaan sampah, akses terbatas terhadap air bersih, dan kekhawatiran mengenai kinerja birokrasi dan kondisi ekonomi lokal. Hasil survei menunjukkan bahwa kemenangan opsi surat suara kosong (44,0%) atas kandidat tunggal (38,6%) terutama didorong oleh persepsi tentang representasi politik yang tidak memadai, tidak adanya alternatif elektoral yang berarti, dan evaluasi negatif terhadap rekam jejak kandidat. Lebih lanjut, sebagian besar responden melaporkan kondisi ekonomi rumah tangga yang stagnan atau memburuk. Studi ini menyimpulkan bahwa akuntabilitas dalam pemilihan kandidat tunggal ditentukan tidak hanya oleh pencapaian pembangunan dan kinerja administrasi, tetapi juga oleh representasi politik, responsivitas pemerintah, dan legitimasi demokrasi.

Referensi

Bouckaert, G., & Van de Walle, S. (2003). Comparing measures of citizen trust and user satisfaction as indicators of “good governance”: Difficulties in linking trust and satisfaction indicators. International Review of Administrative Sciences, 69(3), 329–343. https://doi.org/10.1177/0020852303693003 DOI: https://doi.org/10.1177/00208523030693003

Boyne, G. A., James, O., John, P., & Petrovsky, N. (2009). Democracy and government performance: Holding incumbents accountable in English local governments. The Journal of Politics, 71(4), 1273–1284. https://doi.org/10.1017/S0022381609990090 DOI: https://doi.org/10.1017/S0022381609990089

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Dharma, F., & Martani, D. (2016). Pengaruh kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah terhadap keterpilihan kembali kepala daerah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 13(1), 1–20.

Dovi, S. (2007). The good representative. Blackwell Publishing. DOI: https://doi.org/10.1002/9780470754948

Fiorina, M. P. (1981). Retrospective voting in American national elections. Yale University Press.

Halil, E. (2025). Dinamika Pilkada Kota Pangkalpinang 2024 dan tantangan menuju pemilihan ulang 2025. LP3ES.

James, O. (2011). Performance measures and democracy. In M. Bevir (Ed.), The Sage handbook of governance (pp. 456–470). Sage.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X DOI: https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Lewis-Beck, M. S., & Stegmaier, M. (2007). Economic models of voting. In R. J. Dalton & H.-D. Klingemann (Eds.), The Oxford handbook of political behavior (pp. 518–537). Oxford University Press. DOI: https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199270125.003.0027

LP3ES. (2025). Lanskap politik Kota Pangkalpinang menjelang pemilihan ulang Pilkada 2025: Perspektif publik [Hasil survei]. Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial.

Mansbridge, J. (2003). Rethinking representation. American Political Science Review, 97(4), 515–528. https://doi.org/10.1017/S0003055403000856 DOI: https://doi.org/10.1017/S0003055403000856

Megawandi, Y. (2025). Permasalahan Kota Pangkalpinang dan tantangannya [Bahan presentasi]. Dialog Publik: Lansekap Politik Kota Pangkalpinang Jelang Pilkada Ulang Tahun 2025.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.

Mietzner, M. (2024). Reformasi reversal: Structural drivers of democratic decline in Jokowi’s middle-income Indonesia. Australian Journal of International Affairs, 78(1), 1–20. https://doi.org/10.1080/10357718.2023.2286020

Norris, P. (2011). Democratic deficit: Critical citizens revisited. Cambridge University Press. DOI: https://doi.org/10.1017/CBO9780511973383

Otjes, S., van der Meer, T., & van Elsas, E. (2020). The social basis of political protest voting. Electoral Studies, 66, 102184. https://doi.org/10.1016/j.electstud.2020.102184 DOI: https://doi.org/10.1016/j.electstud.2020.102184

Paulis, E., & Ognibene, T. (2023). Protest voting and electoral behavior: A comparative perspective. Electoral Studies, 84, 102650.

Peters, B. G. (2007). Performance-based accountability. Oxford University Press.

Pitkin, H. F. (1967). The concept of representation. University of California Press.

Prianto, A. L., Yuslaini, N., Darmawan, W. B., & Jumroh. (2024). How local democratic backsliding? Single candidate, pragmatism, and uncompetitive local head election in Indonesia. Jurnal Wacana Politik, 9(2), 1–18. https://doi.org/10.24198/jwp.v9i2 DOI: https://doi.org/10.24198/jwp.v9i2.53451

Purwidayani, V., & Slamet, K. (2022). Retrospective voting pada pemilihan kepala daerah di Indonesia: Akuntabilitas keuangan dan kinerja. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara, 4(1), 220–235. DOI: https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1817

Schumpeter, J. A. (1942). Capitalism, socialism and democracy. Harper & Brothers.

Superti, C. (2020). Blank and null voting as political protest. Electoral Studies, 66, 102168. https://doi.org/10.1016/j.electstud.2020.102168 DOI: https://doi.org/10.1016/j.electstud.2020.102168

Van Ryzin, G. G. (2007). Pieces of a puzzle: Linking government performance, citizen satisfaction, and trust. Public Performance & Management Review, 30(4), 521–535. https://doi.org/10.2753/PMR1530-9576300403 DOI: https://doi.org/10.2753/PMR1530-9576300403

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.

Yuliati, R., Martani, D., & Siregar, S. V. (2016). Pengaruh akuntabilitas keuangan dan kinerja pemerintah daerah terhadap keterpilihan kembali kepala daerah di Indonesia. Dalam Prosiding Simposium Nasional Akuntansi XIX. Ikatan Akuntan Indonesia.

Dokumen dan Data Resmi

Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang. (2024). Profil ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang 2023.

Komisi Pemilihan Umum. (2024). Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ulang Tahun 2025.

Komisi Pemilihan Umum Kota Pangkalpinang. (2024). Rekapitulasi hasil Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Pang Kalpinang Tahun 2024.

Pemerintah Kota Pangkalpinang. (2024). Laporan realisasi investasi dan pembangunan daerah Kota Pangkalpinang.

Diterbitkan

2026-03-30

Cara Mengutip

Examining Incumbent Performance Accountability in a Single Candidate Local Election: A Case Study of the 2024 Pangkalpinang Local Election. (2026). Journal of Governance Innovation, 8(1), 666-681. https://doi.org/10.36636/jogiv.v8i1.10390