Kapitalisasi Pengelolaan Pariwisata Berbasis Komunitas (Studi Kasus Wisata Sumber Maron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang)
DOI:
https://doi.org/10.36636/jogiv.v2i1.370Kata Kunci:
Kapitalisasi, Pengolahan Pariwisata, Sumber maron.Abstrak
Di Kabupaten Malang terdapat objek wisata yang memanfaatkan sumber daya air, wisata tersebut adalah Sumber Maron.Sumber Maron merupakan salah satu objek wisata alam yang tepatnya berada di Dusun Adiluwih, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.Perkembangan pariwisata Sumber Maron dapat dikatakan sangat meningkat, hal ini dapat dilihat dari jumlah penunjung yang semakin banyak setiap harinya. Namun,dalam pengelolaannya Sumber Maron kurang memperhatikan dampak pembangunanya terhadap lingkungan. Sehingga dalam penelitian ini, penulis ingin mengkaji mengenai dinamika kapitalisme di Sumber Maron.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan apa yang terjadi. Pengelolaan pariwisata memiliki dampak positif dan juga negative yaitu rusaknya lingkungan sekitar pariwisata akibat kapitalisasi yang terjadi di sector pariwisata tersebut. Tindakan kapitalisasi yang dilakukan adalah pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi warung permanen untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).


