Kesenjangan Pembangunan di Tingkat Lokal: Refleksi atas Implementasi Otonomi Daerah di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36636/jogiv.v2i2.422Kata Kunci:
Kata Kunci: Kesenjangan Pembangunan, Pendidikan, Kesehatan, Kabupaten Blitar.Abstrak
ABSTRAK
Pembangunan adalah suatu proses yang dilakukan secara terus-menerus dalam rangka memperbaiki indikator sosial maupun ekonomi pada suatu wilayah dari waktu ke waktu. Kabupaten Blitar adalah salah satu daerah yang melakukan upaya untuk meningkatkan pembangunan. Namun, kenyataannya masih ada daerah di Kabupaten Blitar yang mengalami kesenjangan pembangunan, pembangunan hanya berfokus di Blitar Utara dibandingkan Blitar Selatan. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk menjadikan Kesenjangan Pembangunan di Kabupaten Blitar menjadi studi dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kesenjangan pembangunan di Kabupaten Blitar bagian utara dan selatan, dalam bidang pendidikan dan kesehatan mulai tahun 1999-2014 dengan menggunakan studi kasus Kecamatan Kanigoro dan Bakung. Pada penelitian ini dilakukan wawancara langsung kepada seluruh aktor yang terlibat dengan beberapa indikator dari bidang pendidikan dan kesehatan yang dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis disajikan melalui hasil wawancara yang menunjukkan bahwa penyebab kesenjangan pembangunan di Blitar utara dan selatan pada bidang pendidikan adalah pembangunan fasilitas pendukung di sekolah lebih fokus dibangun di Kecamatan Kanigoro sebagai pusat kota, sedangkan di Kecamatan Bakung hanya untuk pemeliharaan infrastruktur bangunan. Sehingga mengakibatkan fasilitas pendukung sekolah di Kecamatan Kanigoro lebih lengkap dibandingkan dengan Kecamatan Bakung. Selanjutnya, pada fasilitas puskesmas di Kecamatan Kanigoro belum memiliki rawat inap dan ruang bersalin, sedangkan di Kecamatan Bakung memiliki 6 tempat tidur untuk rawat inap dan ruang bersalin. Hal ini menunjukkan fasilitas Puskesmas Bakung lebih tinggi dibandingkan Puskesmas Kanigoro. Namun, Kecamatan Kanigoro tetap memiliki kualitas kesehatan yang lebih lengkap karena di Kecamatan Kanigoro terdapat Rumah Sakit Swasta Medika Husada dan dekat dengan RSUD Ngudi Waluyo di Kecamatan Wlingi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Fathur Rahman, Arifah Astagini, Ahmad Dellan Fahmi Effendy

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).


