Ketimpangan Pelayanan Kesehatan Sebagai Faktor Determinan Stunting: Studi Perbandingan Antara NTT Dan DKI Jakarta
Kata Kunci:
health service disparity, stunting, Healthcare Access, Indonesia, Regional inequalityAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pelayanan kesehatan sebagai faktor determinan stunting di Indonesia, khususnya antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah studi komparatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber resmi, seperti BPS dan Riskesdas, serta data sekunder dari jurnal dan laporan pemerintah. Sampel terdiri dari data statistik nasional dan daerah yang direpresentasikan melalui survei kesehatan dan data fasilitas layanan kesehatan. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik triangulasi, serta model analisis interaktif Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi hubungan antara aspek akses, kualitas, dan hasil pelayanan kesehatan terhadap prevalensi stunting. Temuan utama menunjukkan bahwa di NTT, terbatasnya akses dan kualitas layanan kesehatan menimbulkan prevalensi stunting yang tinggi, sementara DKI Jakarta menunjukkan angka yang lebih rendah berkat fasilitas yang lengkap dan sumber daya medis yang memadai. Kesimpulan mendukung pentingnya peningkatan infrastruktur kesehatan, distribusi tenaga medis, dan edukasi gizi di daerah tertinggal. Rekomendasi termasuk penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, dan penerapan standar pelayanan minimal guna mengurangi disparitas dalam pelayanan kesehatan dan menurunkan angka stunting secara signifikan. Hasil penelitian menegaskan perlunya perhatian khusus terhadap daerah terpencil untuk mencapai pemerataan layanan kesehatan nasional.
Referensi
Adam Hilman, Y., Khoirurrosyidin, & Darwis Nasution, R. (2022). Penguatan Kapasitas Desa dalam Menyusun Kontrak Pelayanan Citizen Carter di Desa Ngabar Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari, 1(5), 233–240. https://doi.org/10.55927/jpmb.v1i5.858
Ananditya Paradhi. (2022, August). Rumah Sehat untuk Jakarta & Setitik Noda Kesenjangan Faskes Ibu Kota. Netray.
Darmawan, A. (2022). PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP PELAYANAN PUBLIK. https://doi.org/10.31219/osf.io/drmtb
Dinas Kesehatan DKI Jakarta. (2023). Renstra Dinkes DKI 2023-2026.
Dinas Kesehatan Provinsi NTT. (2019). Renstra Dinas Kesehatan Provinsi NTT 2019-2023.
DPRD Provinsi DKI Jakarta. (2024). Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Harus Merata.
Fitrina, E. Y., Farida, S., & Santoso, A. P. A. (2022). IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 43 TAHUN 2019 DI PUSKESMAS PADANG TIKAR, KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(3). https://doi.org/10.36312/jisip.v6i3.3454
Handawati, R. (2024). Analisis Spasial Faktor-Faktor Pengguna KB di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu Dan Pendidikan Geografi, 8(2), 222–231. https://doi.org/10.29408/geodika.v8i2.26731
Handayani, E., Nabila, S., Saputri, N. A., Salsabila, Z. P., & Musyaffa, F. F. (2023). Pendampingan Wali Murid Paud Aisyiyah Bumirejo Dalam Meningkatkan Kesehatan Anak Untuk Mencegah Stunting. Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal, 6(2), 315–321. https://doi.org/10.33330/jurdimas.v6i2.2029
Ismedsyah, I., & Sitanggang, H. (2022). EDUKASI IMPLEMENTASI REGULASI PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS PADA PERKUMPULAN ANGGOTA PARA PEMIJAT PENYEHAT INDONESIA (P-AP3 I) SUMATERA UTARA. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 593–600. https://doi.org/10.47492/eamal.v2i1.1190
Juanda, B., & Heriwibowo, D. (2016). KONSOLIDASI DESENTRALISASI FISKAL MELALUI REFORMASI KEBIJAKAN BELANJA DAERAH BERKUALITAS. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 7(1), 15. https://doi.org/10.22212/jekp.v7i1.419
Khasbulloh, M. N., Thoriquttyas, T., & Syaham, S. (2020). Pemetaan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Desa Tanggaran, Kabupaten Trenggalek: Studi Pendahuluan. PERDIKAN (Journal of Community Engagement), 2(2), 66–76. https://doi.org/10.19105/pjce.v2i2.3953
Mulyani, N. S., Fitriyaningsih, E., Al Rahmad, A. H., & Hadi, A. (2022). Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu untuk pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi, 4(1), 28. https://doi.org/10.30867/pade.v4i1.810
Nuzula, R. F., & Azmi, N. (2023). Pelatihan Peran Serta Kader Posyandu Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Pengabdian Masyarakat Cendekia (PMC), 2(2), 56–57. https://doi.org/10.55426/pmc.v2i2.257
Radito, Th. (2014). ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN FASILITAS KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS. JURNAL ILMU MANAJEMEN, 11(2), 1–25. https://doi.org/10.21831/jim.v11i2.11753
Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253
Wiyanti, A., Daroini, S., & Muksin, A. (2023). Penerapan Standar Pelayanan Kesehatan Minimun di Puskesmas Cipaku Bogor. Jurnal Syntax Admiration, 4(7), 1034–1048. https://doi.org/10.46799/jsa.v4i7.807
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Sofiaturrohmah, Andi Kasman, Raga Andika Mahasin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).


