Penguatan Tata Kelola, Transparansi, dan Akuntabilitas Kelembagaan Kelompok Masyarakat Pesisir Melalui Pendampingan Partisipatif
DOI:
https://doi.org/10.33379/at-tamkin.v9i1.10594Keywords:
Tata Kelola Kelembagaan, Akuntabilitas, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok masyarakat dan UMKM di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi melalui penguatan tata kelola organisasi, transparansi, dan akuntabilitas. Program dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya pesisir dan pengembangan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemetaan masalah, pelatihan, praktik pendampingan, penyusunan dokumen kelembagaan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 27 peserta yang berasal dari POKLATARI, POKDAKAN, KTH, POKLAHSAR, POKMASWAS, dan mitra program. Pendampingan dilaksanakan selama empat hari dengan materi tata kelola kelembagaan, Business Model Canvas (BMC), pengelolaan keuangan kelompok, pelaporan keuangan, audit komunitas, serta penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip good governance, menyusun model bisnis kelompok, melakukan pencatatan keuangan sederhana, serta menyusun laporan keuangan dan standar operasional prosedur (SOP) pelaporan. Luaran kegiatan berupa piagam tata kelola, Business Model Canvas, buku kas kelompok, format laporan keuangan, dan draft SOP pelaporan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan transparansi organisasi, serta keberlanjutan pengelolaan usaha kelompok. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan implementasi hasil program dan memperkuat kemandirian kelembagaan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dan lingkungan yang berkelanjutan.
References
Aditya, G., Astutik, D., Annisa, L. H., Shekinah, G. Y., & Kristiyanto, T. J. (2025). Assistance in strengthening women's MSME communities through a community development and community organization approach. Community Empowerment, 10(1), 153–161. https://doi.org/10.31603/ce.12325 DOI: https://doi.org/10.31603/ce.12325
Hadi, S., Marta, A., Amin, R. M., & Febrina, R. (2024). Rural development in community empowerment through the governance of village-owned enterprises (BUMDes). Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 23(1), 121–134. DOI: https://doi.org/10.35967/njip.v23i1.702
Harlina, P. W., Lembong, E., & Wulandari, E. (2025). Strengthening the competitiveness of MSMEs through financial literacy training. Community Empowerment, 10(8), 1743–1751. DOI: https://doi.org/10.31603/ce.14472
Ife, J. (2013). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice (2nd ed.). Cambridge University Press.
Maharani, D. N., & Asmorowati, S. (2024). Community empowerment dalam meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan desa sebagai desa wisata. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 10(3), 356–368.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik (Edisi terbaru). Andi Publisher.
Nugroho, C., Wulandari, A., Maulana, D., Rina, N., & Kalaloi, A. F. (2025). Digital communication and literacy for MSME empowerment. International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 8(3), 1–12. DOI: https://doi.org/10.53894/ijirss.v8i3.7544
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. John Wiley & Sons.
Purwantini, A. H., Khasanah, L., Pravitasari, R., Nugroho, D. A., & Prasetyo, A. B. (2025). Assistance in digital marketing and MSME accounting to support business sustainability. Community Empowerment, 10(2), 279–286. DOI: https://doi.org/10.31603/ce.9794
Riskiyah, S. F., & Hermawan, S. (2025). Village officials and accountable governance of village funds for SDGs 8. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 16(3).
Sari, D. N., & Widodo, H. (2025). Financial accountability in village-owned enterprises governance. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 16(2).
Sari, T. M., & Rahmaini, P. (2025). The implementation of good governance in regional MSME development. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 11(2), 45–58.
Simamora, D., & Agusta, B. I. (2025). Reconstruction of MSME empowerment policy from the perspective of people's economy and public governance. Jurnal Administrasi Negara, 31(3), 262–280. DOI: https://doi.org/10.33509/jan.v31i3.3716
Suyatno, & Suryani, D. A. (2024). Institutional capacity of MSME based on local potential: A case study in Girikerto, Turi, Sleman. International Journal of Economic Behavior and Organization, 12(3), 163–173. DOI: https://doi.org/10.11648/j.ijebo.20241203.15
United Nations Development Programme. (1997). Governance for sustainable human development. UNDP.
Yusupa, A., Tarigan, V., & Robot, J. R. (2024). Towards competitive UMKM: Capacity building program in North Sulawesi. Community Empowerment, 9(8), 1186–1193. DOI: https://doi.org/10.31603/ce.11529
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Uliyatul Mu'awwanah, Mursidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).