IMPLEMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH TEMPE BERBASIS ZERO WASTE SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POCARI) DI DESA SEDENGANMIJEN KRIAN SIDOARJO
IMPLEMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH TEMPE BERBASIS ZERO WASTE SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POCARI) DI DESA SEDENGANMIJEN KRIAN SIDOARJO
DOI:
https://doi.org/10.33379/attamkin.v7i1.3990Abstract
Limbah merupakan sisa hasil dari proses kegiatan, yang mana jika dibiarkan secara terus menerus akan menumpuk sehingga mencemari lingkungan dan habitat alam. Produk olahan juga dapat menjadi penghasil limbah, salah satun diantaranya adalah limbah cair hasil olahan tempe. Kondisi ini terjadi di Desa Sedengan Mijen – Krian di mana para pengusaha tempe bisa menghasilkan 2-3 drum limbah cair hasil olahan tempe. POCARI atau singkatan dari Pupuk Organik Cair adalah pupuk yang berasal dari fermentasi limbah tempe cair dengan tambahan molase atau tetes tebu dan bakteri EM4. Bakteri EM4 adalah singkatan d dari Effective Micro-organisme 4 yang fungsinya untuk mempercepat fermentasi dari limbah tempe cair. Tim P2MD BEM Universitas Anwar Medika melihat bahwa keadaan ini dapat menjadi peluang untuk membuat produksi POCARI (Pupuk Organik Cair) yang dapat berguna sebagai produk pupuk unggulan di Desa Sedengan Mijen, Krian. Tujuan P2MD ini yaitu untuk mendorong masyarakat memanfaatkan limbah tempe menjadi pupuk organik cair. POCARI adalah Kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Anwar Medika. Kegiatan P2MD telah berjalan mulai bulan Agustus sampai November 2023. Kegiatan yang telah dilakukan selama program P2MD adalah diskusi kelompok tim P2MD, survey lapangan, diskusi dengan pemerintah Desa Sedenganmijen, sosialisasi program, pendampingan pembuatan POCARI, pembuatan green house, aplikasi penggunaan POCARI pada tanaman, memproduksi pupuk organik cair, melakukan pemasaran produk melalui market pleace, dan evaluasi pertumbuhan tanaman.
References
Annisa, F. S. (2021). Pemanfaatan Limbah Cair Rebusan Kedelai Tempe Sebagai Nutrisi Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Sistem Hidroponik Sumbu Vertikal (Doktoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung)
Fratama B, Hastuti SP, Santoso S. (2013). Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tempe Sebagai Pupuk Cair Produktif (PCP) Ditinjau Dari Penambahan Pupuk NPK. Dalam Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains VIII, Fakultas Sains dan Matematika, UKSW Salatiga, 15 Juni 2013. 4(1) • Novenda IL, Pujiastuti, Nugroho SA. 2017. Pemanfaatan limbah cair singkong dan industri tempe kedelai sebagai alternatif pupuk organik cair. Jurnal Pancaran Pendidikan. 6 (1): 107-118
Pramushint I. A. K., & Julian, R. (2020). Pemberian POC (Pupuk Organik Cair) Air Limbah Tempe dan Limbah Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Journal Pharmasci, 5(1): 29
Hartutik,S., Sriatun dan Taslimah. (2009). Pembuatan Pupuk Kompos Dari Limbah Bunga Kenanga dan Pengaruh Persentase Zeolit Terhadap Ketersediaan Nitrogen Tanah. Jurnal Kimia Organik. Vol 1(1):1-10
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 acivrida mega charisma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).