IMPLEMENTASI PROGRAM GUNUNGKIDUL MENGAJAR DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MASYARAKAT DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DOI:
https://doi.org/10.33379/attamkin.v1i2.497Keywords:
Gunung Kidul Mengajar, Pendidikan, Kurikulum, Implementasi ProgramAbstract
Kabupaten Gunungkidul mempunyai berbagai keterbatasan akses pendidikan serta minat untuk m enuntut ilmu pada jenjang lebih tinggi masih rendah, sehingga kualitas sumber daya manusia kalah bersaing dengan kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkat adanya program Gunungkidul Mengajar maka secara tidak langsung dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar anak. Anak terdorong dan mau belajar dengan baik karena menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan melalui kurikulum bimbingan belajar dan tematik. Dengan kurikulum tersebut, anak dapat memperoleh pengalaman, ilmu, dan berbagai manfaat lain yang berguna bagi kehidupannya sehari-hari. Maka dengan itu, penerapan program Gunungkidul Mengajar diharapkan semakin merata ke berbagai pelosok Gunungkidul yang akan memajukan kualitas pendidikan dimasa mendatang. Namun demikian, masih diperlukan pengembangan baik di internal maupun eksternal. Pada internal masih diperlukan pengembangan sumber daya manusia generasi ketiga. Adapun di eksternal diperlukan pembuatan Surat Keputusan dari notaris sebagai landasan, pengembangan program serupa ke desa-desa lain yang membutuhkan, serta menggencarakan publikasi hasil implementasi program agar semakin diketahui oleh masyarakat secara luas.
References
Badan Pusat Statistik (BPS). (2015). Indeks Pembangunan Manusia 2015 (metode baru). Jakarta : Bada Pusat Statistik. https://yogyakarta.bps.go.id/dynamictable/2016/11/21/3/indeks-pembangunan-manusia-ipm-2015-metode-baru-.htmlGriffithhs, V.L. (1982). Masalah Pendidikan di Daerah Pedesaan. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Miles, B.M. & Huberman, A.M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press
Moleong. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Munandar, U. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak. Jakarta: Penerbit Renika Cipta.
Nasdian, T. F. 2014. Pengembangan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sardiman. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharto, Toto. (2005). Konsep Dasar Pendidikan Berbasis Masyarakat. Palembang: IAIn Raden Patah . https://www.researchgate.net/publication/264869655/download
Suryadi, Ace. 2014. Pendidikan Indonesia Menuju 2025, Outlook: Permasalahan, Tantangan, dan Alternatif Kebijakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suryono, Y. 2014. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Yogyakarta: UNY Press.
Susilo, Joko. 2018, September 3. Personal Interview.
Theresia, A. 2014. Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung: Alvabeta
Tirtarahardja, Umar., & La Sulo, S.L. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Shane. Harold G. (2002). Arti Pendidikan Bagi Masa Depan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1995
Zubaedi. 2012. Pendidikan Berbasis Masyarakat : Upaya Menawarkan Solusi Terhadap Berbagai Problem Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).