PENINGKATAN PRODUKTIFITAS UKM MELALUI PENGEMBANGAN MESIN PENGADUK SAOS DAN SELAI KOPI
DOI:
https://doi.org/10.33379/attamkin.v3i2.531Keywords:
UKM, selai kopi, mesin pengadukAbstract
Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia. Produksi dan konsumsi kopi nasional terus meningkat setiap tahun sehingga bisnis kopi menjadi salah satu usaha paling menjanjikan. Salah satu produk inovasi yang berasal dari kopi yaitu saos dan selai kopi seperti produk yang dihasilkan oleh UMKM Sejahtera Sentosa. UMKM Sejahtera Sentosa yang menjadi mitra pada pengabdian ini memproduksi saos dan selai kopi dengan nama label DeKofie dengan produktivitas yang meningkat. Tetapi mitra masih menggunakan proses produksi yang manual sehingga sulit untuk menambah jumlah produksinya. Sementara permintaan pasar semakin tinggi. Permasalahan yang dikaji dalam pengabdian ini yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas dari mitra tanpa harus menambah jumlah karyawan. Upaya UM dalam mewujudkan RENSTRA UM dilakukan oleh tim abdimas dengan merumuskan solusi bagi mitra abdimas. Solusi yang diberikan tanpa menambah jumlah karyawan adalah dengan menggunakan mesin otomatis. Tim abdimas merancang dan menerapkan mesin pengaduk otomatis untuk membantu proses produksi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dengan menerapakan metode survei, desain dan instalasi dari TTG, evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari mitra.
References
Andriani, R. S. (2019). Produksi Kopi Indonesia Bertambah, Harga Bisa Makin Turun. https://market.bisnis.com/read/20190517/94/924070/produksi-kopi-indonesia-bertambah-harga-bisa-makin-turun
Baso, R. L., & Anindita., R. (2018). Analisis Daya Saing Kopi Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 2(1), 1–9.
Indoneisa-Investments. (2017). Kopi. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/kopi/item186?
Kandari, A. M., Safuan, L. O., & Amsil, L. M. (2013). Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) berdasarkan Analisis Data Iklim Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografi. Jurnal Agroteknos, 3(1), 8–13.
Limantara, J., Tedjokoesoemo, P. E. D., & Rizqy, M. T. (2019). Penggunaan Ampas Kopi Sebagai Material Alternatif pada Produk Interior. Jurnal INTRA, 7(2), 846–849.
Nalurita, S., Asmarantaka, R. W., & Jahroh, S. (2014). Analisis Daya Saing dan Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia, 2(1), 63–74.
Rahardjo, & Pudji. (2012). Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta. Penebar Swadaya.
Rukmana, R. (2014). Untung Selangit dari Agribisnis Kopi. Lily Publisher.
Wibowo, A. (2019). Pemberdayaan Petani Singkong Desa Tumpakrejo Kalipare Malang Melalui Inovasi Produk Emping Singkong. Jurnal At-Tamkin, 2(2), 61–68.
Widyawati, S. (2019). Inspirasi Usaha Selai Kopi De Kofie Malang Buatan Hendrian Thomas, Ikuti Tren untuk Jaring Pasar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).