Penerapan TTG Koceng 4.0 Sebagai Alat Pengusir Hama Tikus Bertenaga Surya Untuk Perlindungan Hama Di Desa Mitra Jatirejoyoso Kepanjen

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33379/attamkin.v6i2.2934

Kata Kunci:

Hama, Baterai, Perancangan Alat

Abstrak

Serangan tikus pada tahun 2021 mencapai 58.443 ha, meningkat 0,37% dari tahun sebelumnya (58.229 ha) dan 7,7% dari rerata 5 tahun terakhir (54.266 ha). Lima provinsi dengan serangan tertinggi Januari - Juni: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Tikus memiliki sensitivitas terhadap gelombang ultrasonik karena memiliki kemampuan mendengar pada rentang frekuensi antara 5-60 kHz. Namun, dalam situasi khusus, tikus dapat mendengar hingga frekuensi 100 kHz. Perancangan alat ini menggunakan panel surya 100 WP, Inverter 500 Watt, Baterai 12V 20 Ah, SCC sebesar 10 A dan frame panel surya. Untuk tempat pemasangan ini bertempatkan di area tanaman padi dan tanaman jagung.

Uji coba kali ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu pengisian yang dibutuhkan pada baterai jika dilakukan dari 0 – 100%. Uji coba ketahanan baterai menggunakan 2 beban, berupa beban  AC dan DC. Penggunaan beban AC berupa 1 alat pengusir hama tikus dan beban DC 1 buah lampu LED dengan jumlah masing masing daya 7 Watt. Penguji cobaan dilakukan secara bergantian, mulai dari beban AC dari kondisi baterai 100%-20%, begitu juga sebaliknya penggunaan beban DC dari kondisi baterai 100%-20%.

Biografi Penulis

  • Aripriharta, Universitas Negeri Malang

    Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Teknik

  • Rui Alfadel Saputra, Universitas Negeri Malang

    Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Teknik

  • Siti Zubaidah, Universitas Negeri Malang

    Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

  • Hendra Susanto, Universitas Negeri Malang

    Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

  • Agusta Rakhmat Taufani, Universitas Negeri Malang

    Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Teknik

  • Muhammad Adib Amin, Universitas Negeri Malang

    Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Teknik

  • Satria Adiguna, Universitas Negeri Malang

    Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Teknik

Referensi

Eryk, I. H. (N.D.). Kajian Efektifitas Mounting Dan Angle Position Solar Photovoltaic. 6.

Hidayat, F. (2020). Analisis Break Even Point (Bep) Pompa Listrik Tenaga Modul Surya.

Iskandar, H. R., & Gunawan, A. (2021). Uji Karakteristik Prototype Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Berbasis Internet Of Things. Jurnal Informatika, 4(2), 13.

Nurina Indah Pratiwi, S. (2019). Outlook Energi Indonesia 2019.

Pengertian Dan Cara Menghitung Root Mean Square Error (Rmse). (N.D.). Retrieved July 17, 2022, From Https://Www.Khoiri.Com/2020/12/Cara-Menghitung-Root-Mean-Square-Error-Rmse.Html

Performance Ratio—Quality Factor For The Pv Plant. (N.D.). 9.

Purwoto, B. H. (2018). Efisiensi Penggunaan Panel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif. Emitor: Jurnal Teknik Elektro, 18(01), 10–14. Https://Doi.Org/10.23917/Emitor.V18i01.6251

Sianipar, R. (2014). Dasar Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. 11, 18.

Winne, B. K. (2018). Panduan Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts) Terpusat.

Diterbitkan

2023-11-30

Cara Mengutip

Penerapan TTG Koceng 4.0 Sebagai Alat Pengusir Hama Tikus Bertenaga Surya Untuk Perlindungan Hama Di Desa Mitra Jatirejoyoso Kepanjen. (2023). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 1-8. https://doi.org/10.33379/attamkin.v6i2.2934

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama