PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIES DARI TEPUNG MOCAF BAGI KELOMPOK PKK DESA MULIA KERTA KABUPATEN KETAPANG
DOI:
https://doi.org/10.33379/attamkin.v6i2.3591Kata Kunci:
Brownise, Singkong, Tepung MocafAbstrak
Desa Mulia Kerta merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang. Desa Mulia Baru memiliki potensi hasil pertanian yang tinggi terutama tanaman singkong yang belum banyak dilakukan pengolahan terutama dalam bidang pangan terhadap singkong yang dihasilkan. Oleh karena itu perlu adanya suatu upaya untuk memberikan keterampilan serta semangat kepada masyarakat agar dapat mengembangkan beberapa hasil pertanian terutama singkong menjadi tepung mocaf, kemudian tepung mocak tersebut dapat dimanfaatkan menjadi beberapa produk pangan salah satunya brownies. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong menjadi tepung mocaf, dan brownies, kemudian memberikan motivasi berwirausaha dan memberikan informasi kepada kelompok PKK tentang pengolahan singkong menjadi tepung mocaf dan brownies. Metode Pendekatan yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang terjadi yaitu dengan melakukan metode transfer teknologi (Ipteks) dan kewirausahaan sehingga dapat dihasilkan produk bernilai guna tinggi. Kegiatan ini meliputi beberapa tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan monitoring. Target luaran pada kegiatan ini adalah tepung mocaf dan brownies. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, berlangsung dengan baik, hal tersebut dapat dilihat pada hari pertama kegiatan yaitu penyampaian materi semua aktif dan sangat antusias. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan tepung mocaf dan brownies mocaf.
Referensi
Ali, F., Lunnadiyah A., R., & Joko N., R. (2018). Pengolahan Singkong menjadi Tepung Mocaf dan Keripik Combro pada Kelompok Tani Desa Pucungbedug. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 2(2), 44–51. Retrieved from https://doi.org/10.35334/jpmb.v2i2.522.
Nusa, M.I., Suarti, B., & A. (2012). Pembuatan Tepung Mocaf melalui Penambahan Starter dan Lama Fermentasi (Modified Cassava Flour). Jurnal Ilmu Pertanian (Agrium), 17(3), 210–217. Retrieved from https://doi.org/10.30596/agrium.v17i3.322.
Putri, N. . (2015). Sifat Rheologi Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Tapioka dengan Variasi pH. Skripsi, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Jember.
Siqhny, Z. D., Sani, E. Y., & Fitriana, I. (2020). Pengurangan Kadar HCN pada Umbi Gadung menggunakan Variasi Abu Gosok dan Air Kapur. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 15(2), 1–9. Retrieved from http://journals.usm.ac.id/index.php/jtphp.
Verawati, dkk. (2023). Pengembangan Bahan Pangan Lokal Berbasis Tepung Mocaf (Pertama). NTB : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia.
Yani, A. D., & Akbar, M. (2018). Pembuatan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan Berbagai Varietas Ubi Kayu dan Lama Fermentasi. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Teknologi Pangan (EDIBLE), 7(1), 40–48. Retrieved from https://doi.org/10.32502/jedb.v7i1.1655.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Nur Aida, Nenengsih Verawati, Isye Selvianti, Encik Eko Rifkowaty

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).