KELAS MENULIS ESAI BAGI KOMUNITAS GUSDURIAN JEPARA

Penulis

  • Fathur Rohman
  • Ahmad Saefudin
  • Yushinta Eka Farida

DOI:

https://doi.org/10.33379/attamkin.v1i2.494

Kata Kunci:

Kelas, Menulis, Esai, Gusdurian

Abstrak

Tulisan-tulisan positif yang mencerdaskan sangat dibutuhkan oleh masyarakat di era keterbukaan informasi saat ini. Tidak hanya sebagai media pendidikan untuk membentuk pola pikir masyarakat yang baik, tetapi juga untuk menangkal konten-konten negatif yang beredar di masyarakat. Namun demikian, tentu tidak semua orang, meskipun dari kalangan terdidik, mampu menuangkan idenya dalam sebuah tulisan. Menulis, sesederhana apapun, adalah kemampuan berbahasa yang paling sulit. Kesulitan dalam menuangkan gagasan ini juga dialami oleh komunitas Gusdurian Jepara. Selama ini, hasil diskusi rutin Gusdurian yang dikemas dalam format “Jagongan Malem Kemisan” belum mampu dinarasikan dengan baik dalam bentuk tulisan. Pengunaan bahasa verbal lebih dominan daripada bahasa literal. Sehingga, topik yang diulas terkesan “menguap” begitu saja seiring dengan berlalunya waktu. Untuk itulah, program pengabdian ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi komunitas Gusdurian Jepara. Adapun jenis tulisan yang menjadi mata latih program ini adalah esai, karena dipandang lebih populer, mudah, dan ringan. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni analisis situasi mitra, penjajakan dan persetujuan kerjasama, workshop, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) Terwujudnya karya tulis para anggota Gusdurian Jepara berupa esai tentang pemikiran Gus Dur. 2) Terbitnya buku kumpulan esai pemikiran Gusdur yang disusun oleh anggota komunitas Gusdurian Jepara. 3) Adanya income bagi Gusdurian Jepara dari hasil penjualan buku.

Referensi

Asmara, M. (2017). Islam dan Pluralisme Dalam Pembangunan Politik di Indonesia (Perspektif Pemikiran Abdurrahman Wahid). Fokus, 2(1), 67–88.

Ghifari, I. F. (2017). Radikalisme di Internet. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 1(2), 123–134. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v1i2.1391

Jaringan Gusdurian. (n.d.). Retrieved June 19, 2018, from http://www.gusdurian.net/id/jaringan-gusdurian/

Khuzaemah, E., & Herawati, L. (2017). Pembelajaran Menulis Esai Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Berbasis Life Skills. Indonesian Language Education and Literature, 2(2), 148. https://doi.org/10.24235/ileal.v2i2.1360

Kusdiyanti, H., Zanky, M. N., Farida, L., & Wati, A. P. (2018). Program Pengembangan Kewirausahaan Petani Selada Air Poncokusumo. at-Tamkin, 1(1), 45–55.

lipi.go.id. (2016, February 19). Penyebaran Radikal dan Terorisme Media Sosial Tak Boleh Dianggap Remeh. Retrieved August 27, 2018, from http://lipi.go.id/berita/single/Penyebaran-Radikal-dan-Terorisme-Media-Sosial-Tak-Boleh-Dianggap-Remeh/15085

Mustyka, O. (2016). Peningkatan Keterampilan Menulis Esai Melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Jurnal Pendidikan Rokania, 1(2), 9–19.

Nugraha, M. T. (2018). Budaya Literasi dan Pemanfaatan Sosial Media pada Masyarakat Akademik. At-Turats, 11(2), 124–132. https://doi.org/10.24260/at-turats.v11i2.884

Tarigan, H. G. (2008). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Diterbitkan

2020-08-19

Cara Mengutip

KELAS MENULIS ESAI BAGI KOMUNITAS GUSDURIAN JEPARA. (2020). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 11-23. https://doi.org/10.33379/attamkin.v1i2.494