BAGAIMANA MODEL HYBRID LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DITERAPKAN?
DOI:
https://doi.org/10.33379/ebtida.v3i1.2771Keywords:
Model Hybrid learning, Pendidikan Agama Islam dan Budi PekertiAbstract
Model hybrid learning adalah model pembelajaran pembelajaran yang menggunakan teknologi dan menggabungkan berbagai gaya pembelajaran, model penyampaian, dan pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan model hybrid learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi program dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan dalam penerapan model hybrid learning memerlukan waktu, baik dalam persiapan sarana dan prasarana di sekolah maupun persiapan guru sebelum memulai pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan adalah Google Meet dan Google Classroom. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan berbagai bentuk evaluasi yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Evaluasi penerapan model hybrid learning dilakukan setiap hari melalui aplikasi dari dinas pendidikan, serta evaluasi mandiri oleh pihak sekolah setiap bulan. Dalam penelitian ini, terdapat tiga faktor pendukung dan lima faktor penghambat dalam penerapan model hybrid learning. Penemuan faktor-faktor pendukung dan penghambat ini diharapkan dapat membantu pengembangan dan perbaikan implementasi model hybrid learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
References
Amelia, A. N. (2021). Pengaruh Pembelajaran Model Hybrid learning Terhadap Peningkatan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi. Skripsi Sarjana Pendidikan. Surabaya: UIN Sunan Ampel.
Anis, Mohamad Zaenal Arifin, Susanto, Heri, & Fathurrahman. (2021). Studi Evaluatif Pembelajaran Sejarah Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Fajar Historia: Jurnal Ilmu sejarah dan pendidikan, 5(1).
Cahayani, P. (2013). Studi Evaluatif Tentang Kualitas Pelaksanaan Pembelajaran di SMP Negeri 3 Denpasar. E-Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 4(1).
Imania, Kuntum Annisa. (2019). Hybrid learning Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Era Industri 4.0. Jurnal Petik, 5(2).
Jalaluddin. (2016). Psikologi agama: Memahami perilaku dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi Prof. Dr. H. Jalaluddin. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Larlen. (2013). Persiapan Guru Bagi Proses Belajar Mengajar. Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 2(2).
Munjin Nasih, A. (2009). Metode Dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: Refika Aditama.
Sari, R. P., Tusyantari, N. B., & Suswandari, M. (2021). Dampak Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Selama Covid-19. Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2(1).
Waruwu, M. (2020). Studi evaluatif implementasi pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Jurnal Administrasi Pendidikan, 27(2).
Zamroni. (2000). Paradigma pendidikan masa depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




