TATA KELOLA BUDIDAYA KOPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUK KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG WISATA SEWU KEMBANG NGLURAH, TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR

Penulis

  • Yohanes Martono Widagdo politeknik indonusa surakarta

DOI:

https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v2i3.2656

Kata Kunci:

Tata Kelola, Kopi, Kearifan Lokal

Abstrak

Kampung wisata sewu kembang Nglurah, Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, selain dikenal sebagai sentra tanaman hias, juga penghasil kopi. Hal ini dibuktikan dengan di sekitar kawasan yang berbukit, banyak dijumpai tanaman kopi, namun masih terbatas dalam produksinya. Adapun tujuan pengabdian ini, untuk membantu dalam tata kelola peningkatan budidaya produk kopi sebagai produk kearifan lokal melalui mitra kelompok sadar wisata ( pokdarwis ) Kampung Wisata Sewu Kembang,Nglurah sehingga mampu meningkatkan produk kopi yang bercitra rasa dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Metode yang digunakan dengan cara melakukan observasi dan wawancara langsung dengan mitra masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata ( pokdarwis ) Kampung Wisata Sewu Kembang melalui pelatihan yang terencana dan terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tata kelola budidaya kopi baik dari segi pengelolaan produk maupun pelaporan administrasi.  Selain itu  berkat pendampingan dan pelatihan yang diberikan,  kreatifitas masyarakat mulai tumbuh dan berkembang hingga mampu menciptakan produk kopi Menggung dan kopi Wangsul  yang merupakan produk asli dari kampung wisata sewu kembang. Kedepan diharapkan mampu  mengelola sumber daya alam maupun manusia dengan daya dukung kearifan lokalnya.

Referensi

Aprianto2, I. M. M. C. (2018). Strategi pengembangan ekowisata berbasis ekonomi kearifan lokal: sebuah kasus di kampung tajur, purwakarta. 9(September), 50–58. https://stiemuttaqien.ac.id/ojs/index.php/OJS/article/view/60

Arlius, F., Tjandra, M. A., & Yanti, D. (2017). Analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditas kopi arabika di kabupaten solok. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 21(1), 70–78. https://doi.org/10.25077/jtpa.21.1.70-78.2017

Djuwendah, E. Karyani, T. S. N. dan H. H. (2018). Penguatan kelembagaan koperasi produsen kopi java preanger dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis dan pendaptan petani kopi. 7(4), 228–233. http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/9773

Hapsari, H., Djuwendah, E., dan Yusup, A. (2014). Pemberdayaan kelompok tani hutan melalui pengembangan agribisnis kopi Hapsari, H., Djuwendah, E., dan Yusup, A. Fakultas Pertanian dan Teknologi Industri Pertanian - UNPAD. 3(2), 51–56. http://repository.unpad.ac.id/frontdoor/deliver/index/docId/200067/file/21+Pemberdayaan+Kelompok+Tani+Hutan.pdf

Hidayah, I. (2018). Pembangunan desa wisata ketep magelang: studi proses dan hasil pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 2(2), 277–296. https://doi.org/10.14421/jpm.2018.022-04

Komariah, N., Saepudin, E., & Yusup, P. M. (2018). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 158–174.Aprianto2, I. M. M. C. (2018). Strategi pengembangan ekowisata berbasis ekonomi kearifan lokal: sebuah kasus di kampung tajur, purwakarta. 9(September), 50–58. https://stiemuttaqien.ac.id/ojs/index.php/OJS/article/view/60

Arlius, F., Tjandra, M. A., & Yanti, D. (2017). Analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditas kopi arabika di kabupaten solok. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 21(1), 70–78. https://doi.org/10.25077/jtpa.21.1.70-78.2017

Djuwendah, E. Karyani, T. S. N. dan H. H. (2018). Penguatan kelembagaan koperasi produsen kopi java preanger dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis dan pendaptan petani kopi. 7(4), 228–233. http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/9773

Hapsari, H., Djuwendah, E., dan Yusup, A. (2014). Pemberdayaan kelompok tani hutan melalui pengembangan agribisnis kopi Hapsari, H., Djuwendah, E., dan Yusup, A. Fakultas Pertanian dan Teknologi Industri Pertanian - UNPAD. 3(2), 51–56. http://repository.unpad.ac.id/frontdoor/deliver/index/docId/200067/file/21+Pemberdayaan+Kelompok+Tani+Hutan.pdf

Hidayah, I. (2018). Pembangunan desa wisata ketep magelang: studi proses dan hasil pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 2(2), 277–296. https://doi.org/10.14421/jpm.2018.022-04

Komariah, N., Saepudin, E., & Yusup, P. M. (2018). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 158–174. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2340

Ramdhani, H., Akhmad, S, N., & Fedryansah, M. (2014). Peningkatan kesejahteraan petani dengan penguatan kelompok tani. Prosiding Ks: Riset & Pkm, vol 2, 423–429. http://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/13593

Rijal, S., Bachtiar, B., Chairil, A., & Ardiansah, T. (2019). Pengembangan agroforestry kopi di kabupaten jeneponto. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 11(2), 151–162.

Rohmah, S., Miftah, H., & Yusdiarti, A. (2020). Analisis kelayakan usaha pengolahan kopi robusta (coffea canephora) pada kelompok tani hutan (kth) cibulao hijau di desa tugu utara kecamatan cisarua kabupaten bogor. Jurnal Agribisains, 6(1), 29–34. https://doi.org/10.30997/jagi.v6i1.2799

Wicaksono, G., & Pamungkas, T. S. (2020). Pelatihan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan pada kelompok tani kopi desa solor kabupaten bondowoso. Jurnal Abdimas Mahakam, 4(1), 78–83. https://doi.org/10.24903/jam.v4i1.775

Unduhan

Diterbitkan

2023-07-22

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

TATA KELOLA BUDIDAYA KOPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUK KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG WISATA SEWU KEMBANG NGLURAH, TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR. (2023). Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 2(3), 172-178. https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v2i3.2656