PEMANFAATAN TANAMAN SERAI SEBAGAI OBAT PENGUSIR NYAMUK UNTUK PENCEGAHAN DBD MANDIRI DI DESA TEGALREJO

Penulis

  • Inayatul Nur Ashiyam Universitas Sains Al-Qur’an
  • Ika Safitri Universitas Sains Al-Qur’an
  • Nur Lailatus Sholikhah Universitas Sains Al-Qur’an
  • Nita Murti Nugraheni Universitas Sains Al-Qur’an
  • Latifah Hidayanti Universitas Sains Al-Qur’an
  • Fatih Alifah Universitas Sains Al-Qur’an
  • Khusnurrijal Khusnurrijal Universitas Sains Al-Qur’an
  • Triastati Triastati Universitas Sains Al-Qur’an
  • Udiyono Udiyono Universitas Sains Al-Qur’an
  • Lukman Bastiyar Widodo Universitas Sains Al-Qur’an
  • Muhamad Khafiyurrohman Universitas Sains Al-Qur’an
  • Muhamad Lutfi Universitas Sains Al-Qur’an
  • Khabib Huda Arrosyid Universitas Sains Al-Qur’an
  • Wiji Lestarini Universitas Sains Al-Qur’an

DOI:

https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v4i2.6596

Kata Kunci:

Nyamuk, Serai Dan Sitronella

Abstrak

Nyamuk adalah salah satu jenis insektan yang merugikan manusia terlebih nyamuk betina yang dapat menyebabkan penyakit debab berdarah dengue (DBD) dan malaria. Nyamuk berkembang biak   di genangan air sehingga pada musim hujan penyakit DBD akan lebih meningkat. Sebenarnya penyebaran nyamuk dapat di lakukan pencegahan melalui langkah 3 (menguras,menutup,mengubur). Hal ini di lakukan untuk memotong siklus hidup nyamuk pada fase telur . sedangkan pada fase dewasa dapat di lakukan dengan menyemprot dengan cairan kimia yang di jual di pasaran dan juga dengan lotion anti nyamuk. Penyemportan penggunaan insektisida sintesis juga membutuhkan biaya. obat anti nyamuk sintesis tentunya menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat menganggu Kesehatan.  Untuk menekan dampak negatifa zat kimia, alangkah baiknya kita menggunakan bahan alami yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu perlunya adanya tani pekarangan dengan pengadaan tanaman toga salah satunya serai. Serai mengandung sitronella yang dapat membunuh nyamuk.penggunaan bahan alami ini tentunya lebih aman untuk di gunakan.

Referensi

Adiseputra, karang. , G. I. , R. W. E. , L. N. K. (2009). Tanaman Serai Untuk Membunuh Nyamuk.

IPTEKMA, 1.

Adyatma, I. B. P., Damayanti, P. T. A., & Swastika, I. K. (2021). Status Resistensi Larva Nyamuk

Aedes aegypti terhadap Temefos di Desa Peguyangan Kaja, Kota Denpasar tahun 2020.

Intisari Sains Medis, 12(1), 294-297. doi:https://doi.org/10.15562/ism.v12i1.944

Aini, R., Widiastuti, R., & Nadhifa, N. A. (2016). Uji Efektifitas Formula Spray Dari Minyak Atsiri

Herba Kemangi (Ocimum Sanctum L) sebagai Repellent Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal

Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan, 2(2), 189-197.

doi:https://doi.org/10.51352/jim.v2i2.66

Altruis, A., Pengabdian Kepada Masyarakat, J., Sanata Dharma, U., Vitaningtyas, Y., Yessica Dwi

Agustiningrum, M., Prisilia, C., Charitas Evelin Tian Putri, dan, Farmasi, J., & Psikologi, J.Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS (e-ISSN. 2964-139X)

Vol. 4 No. 1, APRIL 2025 (p-ISSN. 2964-1381)

DOI : https://10.36636/eduabdimas.v4i2.6596 75

(2019). Pengolahan Serai Sebagai Tanaman Obat Pengusir Nyamuk Bersama Anak-Anak

Di Pemukiman Pemulung Blok O Yogyakarta. Altruis, 2(1), 14–23.

Anggraeni, D.S. (2011). Stop demam berdarah dengue. Bogor: Bogor Publishing.

Ariyani, Y., Saputra, A. U., & Dewi, P. (2023). Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan

Demam Berdarah Puskesmas Sako Palembang Tahun 2022. Nanggroe: Jurnal Pengabdian

Cendikia, 2(4), 6-11. doi:https://doi.org/10.5281/zenodo.8232190

Baihaki, M. A., Andriyai, A. F., Handayani, D. R. A., Sari, D. N., Hanifah, N. A. T., & Istiqomah, S. H.

(2023). Pemanfaatan Tanaman Serai Sebagai Anti Nyamuk Dalam Pencegahan Penyakit

DBD Di Dusun Beran Kidul, Tridadi, Sleman, D. I Yogyakarta. Jurnal Pengabdian

Masyarakat (JUDIMAS), 1(2), 83–90. https://doi.org/10.54832/judimas.v1i2.130

Binukumar, B. K., & Gill, K. D. (2010). Cellular and Molecular Mechanisms of Dichlorvos

Neurotoxiciy: Cholinergic, Noncholinergic, Cell Signaling, Gene Expression and

Therapeutic Aspects. Indian Journal of Experimental Biology, 48, 697709.

Briassoulis, G., Narlioglou, M., & Hatzis, T. (2001). Toxic Encephalopathy Associated With Use

Of DEET Insect Repellents: A Case Analysis Of Its Toxicity In Children. Human &

Experimental Toxicology, 20, 814.

Cameron, M. M., & Lorenz, L. M. (2013). Biological and Environmental Control of Disease

Vectors. UK: CAB International.

Damayanti, N. A., Pusparini, M., Djannatun, T., & Ferlianti, R. (2017). Metode pre-test dan posttest sebagai salah satu alat ukur keberhasilan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang

tuberkulosis di Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat. Prosiding SNaPP: Kesehatan

(Kedokteran, kebidanan, Keperawatan, Farmasi, dan Psikologi). 3, pp. 144-150. Bandung:

Universitas Islam Bandung. Retrieved Januari 8, 2024,

from https://proceeding.unisba.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/1131

Dinas Kesehatan Cirebon. (2023, Agustus 3). Jumlah Kasus DBD berdasarkan Jenis Kelamin

Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Cirebon. Retrieved Januari 4, 2024,

from Open Data Kabupaten Cirebon: https://opendata.cirebonkab.go.id/dataset/jumlahkasus-dbd-berdasarkan-jenis-kelamin-menurut-kecamatan-dan-puskesmas-dikabupaten-cirebon-2

Direktorat Jenderal P2P. (2017). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah

Dengue di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Halim, R., & Fitri, A. (2020). Aktivitas minyak sereh wangi sebagai anti nyamuk. Jurnal Kesmas

Jambi, 4(1), 28-34.

Handaratri, A., Putra, Z. K., & Ulhaq, S. D. (2022). Desain Obat Nyamuk Elektrik dari Minyak

Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.). Prosiding SENIATI, 6(3), 675–682.

https://doi.org/10.36040/seniati.v6i3.4973

Hasna’Rizqia Achmada, Andini, Siti Hafifah, Oki Saputra, Miranda, Salabyla RiqqohZakiyah,

Dliya Putri, Umar Rizki Fitroni Merciandy, Diana Indin Pramasuri, Bunga Regina Putri, &

Asyraf Suryadin. (2023). Analisis Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) Di

Kelurahan Teladan Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Semnas-Pkm, 1(1),

–217. https://doi.org/10.35438/semnas-pkm.v1i1.143

Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan

RI.Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS (e-ISSN. 2964-139X)

Vol. 4 No. 1, APRIL 2025 (p-ISSN. 2964-1381)

DOI : https://10.36636/eduabdimas.v4i2.6596 76

Marby, Y. H. (2019). Efektivitas Ekstrak Batang Serai Wangi (Cymbopogon Nardus) Terhadap

Kematian Nyamuk Aedes Sp. Kupang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.

Pangaribowo, W. S., & Hardiyanto, S. (2024). Kasus Demam Berdarah di Yogyakarta Capai

Ratusan,2 Meninggal, Terbanyak di Gunungkidul.

Rasydy, L. O. A., Kuncoro, B., & Hasibuan, M. Y. (2020). Formulasi Sediaan Spray Daun Dan

Batang Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.) Sebagai Antinyamuk Culex S.p. Jurnal

Farmagazine, 7(1), 45-50. doi:https://dx.doi.org/10.47653/farm.v7i1.150

Vitaningtyas, et al. (2019).Pengolahan Serai Sebagai Tanaman Obat Pengusir Nyamuk

Bersama Anak-Anak diPemukiman Pemulung Blok O Yogyakarta. Abdimas Altruis: Jurnal

Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 14-23.

Vitaningtyas, Y., Agustiningrum, M. Y. D., Shella, S., Prisilia, C., & Putri, C. E. T. (2019).

Pengolahan Serai Sebagai Tanaman Obat Pengusir Nyamuk Bersama Anak-Anak di

Pemukiman Pemulung Blok O Yogyakarta. ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada

Masyarakat, 2(1), 14–23. https://doi.org/10.24071/aa.v2i1.2124

Yanti, C. A., Sari, M., & Triana, A. (2022). Daya Proteksi Serai Wangi (Cymbopogon winterianus

Jowitt) sebagai Repelen dari Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Vektor Penyakit, 15(2), 99-

doi:https://doi.org/10.22435/vektorp.v15i2.5126

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-22

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PEMANFAATAN TANAMAN SERAI SEBAGAI OBAT PENGUSIR NYAMUK UNTUK PENCEGAHAN DBD MANDIRI DI DESA TEGALREJO . (2025). Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 4(2), 175-182. https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v4i2.6596