PENGENALAN BUDAYA LOKAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI SDN SUKOREJO
PENGENALAN BUDAYA LOKAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI SDN SUKOREJO
DOI:
https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v4i3.7328Kata Kunci:
Pengenalan, Budaya Lokal, Permainan TradisionalAbstrak
Permainan tradisional merupakan jenis aktivitas permainan rakyat yang merupakan warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang tumbuh dan berkembang dalam suatu komunitas masyarakat tertentu, diwariskan secara berkesinambungan dari generasi ke generasi. Permainan dan aktivitas bermain adalah elemen penting dalam kehidupan siswa-siswa. Dengan bermain permainan, siswa-siswa dapat meraih kesenangan. Sebagian besar permainan tradisional dan olahraga adalah ungkapan budaya asli serta cara hidup yang berkontribusi pada identitas bersama. Tujuan utama diadakannya permainan tradisional untuk siswa sekolah dasar: 1) Mendorong kreativitas siswa; 2) Meningkatkan kecerdasan sosial dan emosional siswa; 3) Sebagai alat pembelajaran nilai-nilai; 4) Mengasah kemampuan motorik dan biomotorik siswa; 5) Berkontribusi pada kesehatan; 6) Mengoptimalkan kemampuan kognitif siswa; 7) Menyediakan kebahagiaan dan keceriaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai budaya lokal melalui permainan tradisional yang tentunya menarik untuk dimainkan, di mana tidak hanya siswa, tetapi juga orang dewasa sering menikmati permainan tradisional. Disebabkan alat yang dipakai berasal dari alam dan terbuat dari bahan yang tersedia, pengguna akan lebih mudah untuk memperolehnya. Permainan tradisional ini mendorong siswa untuk berinteraksi, bahkan para penonton permainan ini pun akan merasakan kegembiraan dan menyaksikan langsung jalannya permainan. Permainannya antara lain lompat talo, bekel dan dakon. Tahapan aktivitas dalam kegiatan ini meliputi identifikasi dan persiapan. Melakukan kerja sama dengan pihak sekolah, penyusunan modul dan bahan ajar, serta persiapan alat dan materi untuk kegiatan permainan tradisional. Pelaksanaan kegiatan mencakup sesi presentasi interaktif mengenai budaya lokal dan memperlihatkan alat permainan tradisional. Permainan tradisional mencakup peragaan peran oleh siswa dan tim, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik bermain secara bergiliran oleh siswa dalam kelompok kecil. Murid diarahkan untuk berlatih dan melakukan permainan tradisional yang telah ditetapkan. Penilaian dan pemikiran kembali. Melaksanakan evaluasi terhadap kecepatan, kecermatan, dan ketelitian siswa saat bermain serta melakukan refleksi bersama untuk mendiskusikan pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh. Dokumentasi serta pelaporan. Mencatat semua aktivitas dan menyusun laporan yang mencakup sasaran. Sebagian besar siswa memahami aturan dalam bermain lompat tali, bola bekel, dan dakon. Siswa juga mampu mempraktikkan ketiga permainan tradisional dengan baik. Mereka juga menyukai ketiga permainan tradisional ini dan akan memainkan permainan ini saat ada waktu luang seperti ketika jam istirahat. Tim memberikan apresiasi kepada siswa dengan memberikan reward kepada seluruh siswa yang telah mengikuti kegiatan ini dengan baik. Mengenalkan budaya lokal melalui permainan tradisional di SDN Sukorejo adalah keberhasilan dalam melestarikan permainan tradisional dan memberikan pemahaman tentang budaya lokal kepada siswa. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam bermain permainan tradisional, serta juga berhasil dalam sosialisasi kepada pihak sekolah.
Referensi
Jogen Boro et al. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS). Volume 20 Issue 3 Ver. V1, March 2015: 87-91.
Rosdiani (2012: 108). Rosdiani, D. (2012). Dinamika olahraga dan pengembangan nilai. Bandung: Alfabeta
Ukasyah Q.A.P dan Irfansyah. Jurnal Sosioteknologi Volume 14 No. 2, Agustus 2015: 124-140. Identifikasi Faktor-Faktor Permainan Tradisional Bebentengan sebagai Basis Perancangan Game Pemicu Peningkatan Sistem Motorik Anak. Bandung.
William Tedi. Sociologique Volume 3 N0. 4, Desember 2015: 1-17. Perubahan Jenis Permainan Tradisional menjadi permainan Modern Anak-Anak Di Desa Ijuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadu. Pontianak







