PSIKOEDUKASI STRATEGI MENGATASI DAMPAK FOMO DAN MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA PELAJAR SMA ISLAM AL-MAARIF SINGOSARI
DOI:
https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v5i1.8873Kata Kunci:
Remaja, Fear of Missing Out, Self-Esteem, Psikoedukasi.Abstrak
Fase remaja merupakan fase ketika seorang individu berfokus pada pencarian identitas dan meningkatnya interaksi sosial. Peningkatan interaksi sosial dengan teman sebaya membuat para remaja sangat rentan mengalami fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) memiliki banyak dampak negatif, seperti sering membuka media sosial karena takut ketinggalan trend, tingkat kepuasan diri rendah, dan menimbulkan perilaku impulsif. Fear of Missing Out (FOMO) juga berdampak pada kesehatan mental remaja, yaitu dapat menurunkan self-esteem pada diri remaja. Banyaknya dampak FOMO terhadap remaja, intervensi melalui psikoedukasi menjadi penting untuk dilakukan. Psikoedukasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait dampak FOMO dan meningkatkan self-esteem pada remaja. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di SMA Islam Al-Maarif Singosari di kelas XI MIPA 1. Kegiatan psikoedukasi diawali dengan pengisian pretest menggunakan google form, pemaparan materi terkait FOMO dan self-esteem, dilanjut dengan Focus Group Discussion (FGD), kegiatan interaktif berupa sesi refleksi dan ditutup dengan pengisian posttest berupa studi kasus. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas XI MIPA 1 terkait FOMO dan self-esteem mengalami peningkatan dengan ditandai dari 28 siswa, sebanyak 25 siswa dapat menjawab studi kasus dengan baik dan tepat, sedangkan 3 diantaranya menjawab dengan cukup baik.
Referensi
Anggraeni, P. & Wahyuni K. (2025). HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA REMAJA PEREMPUAN PENGGUNA AKTIF MEDIA SOSIAL. JIRK Journal of Innovation Research and Knowledge, Vol. 4(10), 7327–7338.
Az-zahra, K. M., & Iskandar, I. (2025). HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN KESEJAHTERAAN KECAMATAN CIBADAK KAB . LEBAK THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IN ADOLESCENTS OF KADUAGUNG TENGAH , CIBADAK . JIIC: JURNAL INTELEK INSAN CENDIKIA, 7518–7524.
Bella, S., B, S. R., & Annisa, V. (2023). The Correlation Between Instagram Usage Intensity and Fear of Missing Out ( FOMO ) in Emerging Adulthood in Jambi City During the Covid-19 Pandemic. Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-110-4
Dewi, E. I., Fitria, H. L., Kurniyawan, E. H., & Wuryaningsih, E. W. (2025). THE RELATIONSHIP BETWEEN FEAR OF MISSING OUT ( FOMO ) AND SELF-ESTEEM IN MIDDLE ADOLESCENTS. Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa), Vol. 7(2).
Fitri, H., Hariyono, D. S., & Arpandy, G. A. (2024). Pengaruh Self-Esteem Terhadap Fear Of Missing Out ( Fomo ) pada Generasi Z Pengguna Media Sosial. Jurnal Psikologi, Vol. 4, 1–21.
Gupta, M., & Sharma, A. (2021). Fear of missing out: A brief overview of origin, theoretical underpinnings and relationship with mental health. WJCC: World Journal of Clinical Cases, 9(19), 4881–4890. https://doi.org/10.12998/wjcc.v9.i19.4881
Izzani, T. A., Selva, Octaria, & Linda. (2024). Perkembangan Masa Remaja. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora Vol. 3(2), 259–273.
Kaloeti, V. D., S., S, A. K., & Tahamata, V. M. (2021). Validation and psychometric properties of the Indonesian version of the Fear of Missing Out Scale in adolescents. Psicologia: Reflexão e Crítica, 34:15 https://doi.org/10.1186/s41155-021-00181-0
Madani, D. A., & Duma, L. T. (2024). Harga Diri, Penerimaan Diri, dan Kecemasan Sosial pada Remaja di Panti Asuhan “X” Cirebon. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 16(1), 7–13.
Setiyowati, Ninik., Demanda, B., Lalu Nurul, Y., & Faradita, A. P. (2025). Reconstructing and Redefining Nomophobia: A Multidimensional Framework in College Students. JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia). (Naskah belum diterbitkan).
Wati, V. A., Pratikto, H., & Aristawati, A. R. (2023). Fear of missing out pada remaja di Surabaya : Bagaimana peranan regulasi diri ?. INNER: Journal of Psychological Research . 2(3), 297–303.







