MELATIH PERKEMBANGAN SPIRITUAL ANAK MELALUI PENGENALAN SHOLAT 5 WAKTU DENGAN METODE PERMAINAN KARTU
DOI:
https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v3i3.4455Keywords:
Perkembangan Spiritual, Metode Permainan KartuAbstract
Perkembangan spiritual merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini pada siswa karena dianggap sebagai langkah awal dalam membina hubungan dengan nilai-nilai spiritual pada pesert didik. Oleh karena itu, pendampingan ini bertujuan untuk melatih aspek spiritual dalam pembentukan karakter siswa. Sehingga dalam hal ini pendamping mengenalkan shalat lima waktu melalui metode permainan kartu bergambar sebagai alat untuk mengajarkan siswa mengenal tatacara shalat lima waktu. Kartu-kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai alat edukatif, tetapi juga sebagai alat bermain yang dapat merangsang kreativitas dan rasa ingin tahu anakl. Metode permainan kartu dipilih karena menawarkan interaktivitas yang tinggi sehingga memungkinkan anak belajar sambil bermain. Melalui permainan, siswa dapat memperdalam pemahaman tentang aspek spiritual dari shalat tersebut.. Dengan memasukkan unsur bermain ke dalam pembelajarannya, anak tidak hanya menghafal langkah-langkah sholat, tetapi juga berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode permainan kartu lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap pengenalan shalat lima waktu dan aspek spiritual yang dikandungnya. Siswa menunjukkan partisipasi aktif serta semangat dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, metode permainan kartu merupakan cara yang dinamis dan menyenangkan untuk melatih perkembangan spiritual anak melalui shalat lima waktu
References
DAFTAR RUJUKAN
Aliputri, D. H. (2018). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan kartu bergambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 2(1), 70-77.
Andri, R. F. (2020). 2020. Pengaruh Pre-test Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Pada Mata Kuliah Ilmu Ilmiah Dasar, 14(1).
Arsyad, A. (2013). Media pembelajaran. (Rev.ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Damayanti, S. &. (2012). Peningkatan Aktivitas Belajar deangan Menggunakan Media Kartu dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 13 Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. https://eprints.uny.ac.id/23389/1/JURNAL-PENGGUNAAN%20MEDIA%20KARTU-HASILBELAJAR.pdfhttps://eprints.uny.ac.id/23389/1/JURNAL-PENGGUNAAN%20MEDIA%20KARTU-HASILBELAJAR.pdfhttps://eprints.uny.ac.id/23389/1/JURNAL-PENGGUNAAN%20MEDIA%20KARTU-HASILBELAJAR.pdfht, 2(3), 5.
Hadini, N. (2017). Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia Dini melalui Kegiatan Permainan Kartu Kata di TK Al-Fauzan Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur. Empowerment: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 6(1).
Hasnih, H. K., & Hasnih, H, K. J. (2015). Kartu Islami Berbasis Budaya Lokal sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Emotional Spiritual Quotient pada Anak Sekolah Dasar. (Doctoral dissertation, Muhammadiyah University Makassar).
Mujiburahman, M. (2016). Pola Pembinaan Keterampilan Sholat Anak dalam Islam. Jurnal MUDARRISUNA, 6(2), 188.
Rizqi, K. (2020). Metode Pengembangan Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini. Doctoral dissertation, Pustaka Senja.
Rusdiana, E. R. (2014). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia Bandung.
Siswanto, W. (2010). Membentuk kecerdasan spiritual anak. Jakarta: Amza.
Syahnaz, A. W.-8. (2023). Konsep Kecerdasan Spiritual pada Anak Usia Sekolah Dasar. Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 9(2), 868-879.







