IMPLEMENTASI GELAR KARYA DAN POJOK BACA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA DI SDN 02 KADEMANGAN
DOI:
https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v5i3.10742Kata Kunci:
Gelar Karya, Pojok Baca, Kearifan Lokal, LiterasiAbstrak
SDN 02 Kademangan dalam kegiatan belajar-mengajar masih sangat minim memperkenalkan budaya dan tradisi lolak kepada siswa. Pembelajaran di sekolah lebih berfokus pada aspek akademis dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi pengenalan dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa secara keseluruhan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dan orang tua dalam pendidikan budaya, serta membentuk karakter siswa yang lebih mencintai dan menghargai budaya mereka. Metode pelaksanaan antara lain perencanaan dan persiapan, penataan dan dekorasi pelaksanaan acara, evaluasi karya, penutup dan dokumentasi. Dengan kegiatan ini, minat baca siswa terhadap materi berbasis budaya lokal mengalami peningkatan. Selain peningkatan literasi budaya, keterampilan literasi umum siswa, seperti membaca, menulis, dan berbicara, juga mengalami perkembangan. Di pojok baca, siswa membaca cerita rakyat dan materi lainnya, yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tetapi juga meningkatkan kemampuan membaca.
Referensi
Anton, Marwati, (2015.)”Ungkapan Tradisional Dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat
Bajo di Pulau Balu Kabupaten Muna Barat”.Jurnal Humanika, No. 15, Vol. 3, hal :1-13
Endah,dkk. (2023). Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan
kualitas belajar dan pembentukan karakter peserta didik. 2(4), 551-554.
https://anthor.org/index.php/anthor
Anengsih,dkk. (2024). Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dengan media
flipbook untuk meningkatkan literasi budaya dan kewarganegaraan. Jurnal karya ilmiah
guru, 10(1). 30-41
Asriati, N. (2012). Mengembangkan karakter peserta didik berbasis kearifan lokal melalui
pembelajaran di sekolah. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 3(2), 106–119.
https://doi.org/10.26418/jpsh.v3i2.3663. Google Scholar
Bakhtiar, Dian.(2016). “Peran Pendidikan, Sains, dan Teknologi dalam Membangun Intelektual
Bangsa dan Menjaga Budaya Nasional di Era MEA”.Seminar Nasional Pendidikan, ISSN :
2527 – 5917, Vol.1, hal : 650-660
Bassett-Gunter, R., Yessis, J., Manske, S., & Gleddie, D. (2016). Healthy school communities in
Canada. Health Education Journal, 75(2), 235-248.
Chaiphar, W., Sakolnakorn, T. P. N., & Naipinit, A. (2013). Local wisdom in the environmental
management of a community: analysis of local knowledge in Tha Pong Village, Thailand.
Journal of Sustainable Development, 6(8), 17–22. Google Scholar
Fahmi, dkk. (2022). Integrasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam kurikulum
pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Kajian Teori, 9(2), pp.218-231
Fajarini, Ulfah. (2014). “Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter”.Sosio Didaktika:
Vol. 1, No. 2, hal : 123-130
Gulo A. (2023). Revitaslisasi budaya di era digital dan eksplorasi dampak edia sosial terhadap
dinamika sosial terhadap dibamika sosial-budaya ditengah masyarakat. Jurnal
pendidikan dan kebudayaan, 3(3). P-ISSN: 2809-7181, Hal 172-184
Kamarusdiana.(2019).“Studi Etnografi Dalam KerangkaMasyarakat Dan Budaya(Community
and Cultural Framework in Ethnographic Studies)”.SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syari.Vol. 6 No. 2 pp.113-128, DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.10975
Konradus, Danggur.(2018).”Kearifan Lokal Terbonsai Arus Globalisasi: Kajian Terhadap
Eksistensi Masyarakat Hukum Adat”.Masalah - Masalah Hukum, Jilid 47 No. 1,hal : 81-
88
Pintenate, Amalia dan, Bukhari.(2017).“Pacuan Kuda Dalam Kajian Sosiologi (Suatu Penelitian
di Kabupaten Bener Meriah)”.Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah, Volume 2, Nomor
2.Hal : 907 – 926
Prasetyo, Zuhdan K. (2013). Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal. Prosiding Seminar
Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika. Surakarta: FKIPUNS, hal 1-14
Romarak Ap, Alfasis.(2018).“Snap Mor (Tradisi Penangkapan Ikan Masyarakat Biak)”.Jurnal
Ilmu BudayaVolume 6, Nomor 2, hal :196-206
Sabandiah, Raithah Noor dan Endra Wijaya.(2018).”Diskriminasi Terhadap Agama Tradisional
Masyarakat Hukum Adat Cigugur (Discrimination against Traditional Beliefs of
Cigugur Indigenous Community)”.Jurnal Penelitian Hukum DE JURE, ISSN 1410-5632
Vol. 18 No. 3, September: 335 - 352
Salim, H.Munir.(2016).”Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi
Adat ke Depan”. Al-Daulah Vol. 5 / No. 2, hal : 244-254
Sukmayadi, Trisna. (2018).”Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pandangan Hidup Masyarakat
Adat Kampung Kuta”.Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan.JPK: Jurnal Pancasila
dan Kewarganegaraan, Vol. 3, No. 1, Januari ISSN 2527-7057 (Electronic), ISSN 2545-
2683 (Print)
Umi, Anas. (2024). Pendidikan inklusi: Membangun Lingkungan Pembelajaran yang
Mendukung Kesetaraan dan Kearifan Budaya. Jurnal bahasa, sastra, seni, dan budaya,
8(1), 17-18
Widyaningrum, Listyani. (2017).“Tradisi Adat Jawa Dalam Menyambut Kelahiran Bayi (Studi
Tentang Pelaksanaan Tradisi Jagongan Pada Sepasaran Bayi) di Desa Harapan
Harapan Jaya Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan”.JOM FISIP Vol. 4 No.
2, hal :1-15
Windiani dan Farida Nurul R.(2016).“Menggunakan Metode Etnografi dalam Penelitian
Sosial”.Dimensi, 2016, Vol 9(2): 87-92
Zulkarnain, Asdi Agustar, dan Rudi Febriamansyah.(2008).” Kearifan Lokal Dalam Pemanfaatan
Dan Pelestarian Sumberdaya Pesisir” (Studi Kasus di Desa Panglima Raja Kecamatan
Concong Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau). Jurnal Agribisnis Kerakyatan,
Volume 1, Nomor 1. Juli 2008,







