PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL PADA SISWA KELAS X SMA BATIK 1 SURAKARTA

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v4i4.7703

Kata Kunci:

Psikoedukasi, Remaja, Kesehatan Mental

Abstrak

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan kasus gangguan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, menjadi isu yang semakin muncul di permukaan. Mengingat masa remaja merupakan tahap perkembangan krusial yang sangat rentan terhadap masalah psikologis, intervensi melalui psikoedukasi menjadi penting. Psikoedukasi bertujuan tidak hanya memberi pemahaman tentang kesehatan mental, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini menjadi penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan kesadaran kolektif siswa untuk saling menjaga kesehatan mental, khususnya di lingkungan sekolah. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan dalam bentuk survey pengisian google form tentang seberapa pentingnya kesehatan mental bagi para siswa dan penyampaian materi yang berjudul “Kesehatan Mental: It’s Okay To Not Be Okay” kepada siswa kelas X.13, X.1 dan X.10 di SMA Batik 1 Surakarta. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadinya transformasi sikap peserta, yang ditandai dengan para siswa yang memvalidasi kondisi mentalnya dari materi yang disampaikan, ada juga siswi yang sampai menangis dan kesediaan para siswa untuk saling menjaga kesehatan mental bersama.

Referensi

Orazi, Francesco, Federico Sofritti dan Davide Lucantoni. “Mental well-being of children and adolescents during COVID-19: evidence from the Italian context and possible future developments”. Frontiers in Sociology 09, no. 1387030 (2024): 01-10.

Rozali, Y. A., Sitasari, N. W., & Lenggogeni, A. (2021). Meningkatkan Kesehatan Mental di Masa Pandemi. Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas, 7(2), 109–113.

Haryanti, D., Pamela, E. M., & Susanti, Y. (2016). Perkembangan Mental Emosional Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 4(2), 97–104.

Talitha, T. (2021). Apa Itu Kesehatan Mental & Pentingnya Kesehatan Mental. Jakarta: Gramedia.

Gandhi, Lalu Muhamad Arfian Arya, Riswan S. S., dan Agi P. K. (2022). Perancangan User Experience Aplikasi Mobile Online Therapy untuk Mengatasi Depresi bagi Remaja menggunakan Metode Human-Centered Design. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 06, no. 7, hlm. 3161-3171.

Dafnaz, A. (2019). Analisis 10 Indikator Kesehatan Remaja di Sekolah Menengah Berdasarkan Riskesdas Sekolah 2015. Jurnal Kesehatan Remaja Indonesia, 5(1), 56–67.

Suswati, W. (2024). Psikoedukasi Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Guru dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Mental Remaja. Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 39–44.

Marliana. (2020). Efektivitas Psikoedukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Gangguan Mental pada Remaja. Jurnal Psikologi, 18 (2), 112–120.

Yuliani, R., & Sari, N. (2021). Psikoedukasi sebagai Intervensi dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental. Jurnal Intervensi Psikologi, 9 (1), 25–33.

Rizki, M. A., & Ananda, R. F. (2021). Efektivitas Seminar Psikoedukasi terhadap Peningkatan Empati Siswa terhadap Teman dengan Gangguan Mental. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 98–105.

Sugiyono. (2020). Pendekatan Partisipatif dalam Penelitian Kualitatif: Realitas dan Aplikasinya dalam Studi Sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9 (1), 15–24

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-26

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL PADA SISWA KELAS X SMA BATIK 1 SURAKARTA. (2025). Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 4(4), 360-367. https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v4i4.7703