Peningkatan Motivasi Pengembangan Padukuhan Edu-ekowisata Padukuhan Ngunan-ngunan, Bantul, Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v2i2.1597Kata Kunci:
Edu-ekowisata, Green Economy, Lingkungan, MotivasiAbstrak
Konsumsi dan produksi berkelanjutan merupakan dua aspek yang mendukung adanya green economy. Prinsip green economy ini akan diaplikasikan dalam kegiatan yang dilakukan warga di Padukuhan Ngunan-unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Padukuhan Ngunan-unan sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata Edu-ekowisata yang fokus pada edukasi mengenai kelestarian lingkungan sebagai bentuk contoh green economy. Perlu adanya partisipasi dari masyarakat untuk menjadi destinasi wisata. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan antusiasme masyarakat dalam pengembangan Padukuhan Ngunan-unan menjadi destinasi wisata Edu-ekowisata. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan edukasi manfaat objek wisata bagi masyarakat khususnya Padukuhan Ngunan-unan. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 7 Agustus 2022. Peserta pengabdian merupakan masyarakat yang terdiri dari warga dan pengurus komunitas yang ada di Padukuhan Ngungan-unan. Berdasarkan respon dari mitra dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang edu ekowisata, kebermanfaatan kegiatan, peningkatan pemahaman, dan pemahaman materi, motivasi dan antusiasme peserta.
Referensi
Anugrah, F. F., Salahudin, S., & Nurjaman, A. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Lokal: Sebuah Kajian Pustaka Terstruktur. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 6(4), 775. https://doi.org/10.28926/briliant.v6i4.689
Arida, I. N. S. (2017). Kajian Penyusunan Kriteria-Kriteria Desa Wisata Sebagai Instrumen Dasar Pengembangan Desawisata. Jurnal Analisis Pariwisata, 17(1), 9.
Dewi, M. H. U. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2). https://doi.org/10.22146/kawistara.3976
Frasawi, E. S. (2018). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Ambengan Kecamatan Sukasada. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 6(3). https://doi.org/10.23887/jjpg.v6i3.20704
Herbasuki, & Chasanah, N. (2019). Analysis Of Community Participation In Tourism Village Development (Study Of The Tingkir Lor Salatiga Village). Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 9(2), 10.
Mustanir, A., Dema, H., Syarifuddin, H., & Wulandari, K. M. S. (2018). Pengaruh Motivasi Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pembangunan Di Kelurahan Lalebata Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Ilmiah Clean Government, 2(1), 14.
Palimbunga, I. P. (2017). Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kampung Wisata Tablanusu Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Melanesia: Jurnal Ilmiah kajian sastra dan Bahsa, 01(02), 18.
Prabowo, S. E., Hamid, D., & Prasetya, A. (2016). Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Pada Desa Pujonkidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 33(2).
Putra, D. P. B. P. (2020). Pengembangan Desa Wisata Carangsari Dan Partisipasi Masyarakat Lokal. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(2), 1–15. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.838
S Halibas, A., Ocier Sibayan, R., & Lyn Maata, R. (2017). The Penta Helix Model of Innovation in Oman: An HEI Perspective. Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 12, 159–174. https://doi.org/10.28945/3735
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Dini Yuniarti, Utaminingsih Linarti, Marsudi Endang Sri Rejeki, Adhitya Rechandy Christian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











