Pemberdayaan Masyarakat Pengantin Baru/ Catin Dalam Upaya Mencegah Terjadinya Stunting di Kota Jayapura

Penulis

  • Sanya Anda Lusiana Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura
  • I Rai Ngardita Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura
  • Ratih Nurani Sumardi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura
  • Nawang Wulan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v3i1.2289

Kata Kunci:

Catin, Pemberdayaan Masyarakat, Stunting

Abstrak

Sejak tahun 2020 Kota Jayapura masuk dalam daerah Lokus intervensi stunting. Pemerintah telah membuat strategi pencegahan stunting dengan pendekatan multi sektor. Salah satunya tokoh agama melalui konseling pra nikah. Tujuannya adalah memberdayakan catin dan meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam pencegahan stunting. Metodenya adalah kegiatan FGD dan penyuluhan mengunakan teknik curah pendapat untuk mendapatkan informasi tentang pentingnya masalah stunting  lokasi kegiatan adalah di KUA Kec. Jayapura selatan dan di Gereja Katolik Santo Petrus Dan Paulus Argapura, kecamatan Jayapura Selatan. Data yang diambil adalah antropometri dan pengetahuan stunting. Hasil pengabdian masyarakat catin yang berisiko dilihat dari status gizi adalah 2,2% gizi kurang, 19% mengalami KEK dan 17,4 % calon ibu memiliki TB <145 cm. Nilai pengetahuan catin sebelum pengabmas 32,89±17,40 setelah pengabdian masyarakat 55,11±16,73, adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada catin sebesar 22,21 poin (p-velue 0,000). Penyebaran informasi pencegahan stunting pada catin melalui media edukasi buku saku/ leaflet bekerjasama dengan lintas sektor.

Referensi

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal and Child Nutrition, 14(4), 1–10. https://doi.org/10.1111/mcn.12617

Dewi, S., Rustam, Y., & Doni, A. W. (2018). The effect of premarital health education on knowledge and attitudes of prospective brides in Lubuk Begalung Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 13(2), 18–25.

Kementerian PPN/Bappenas. (2018). Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi. Pedoman Pelaksanaan Penurunan Stunting Terintegrasi Di Kabupaten/Kota, November, 04–10.

Melani, V., & Kuswari, M. (2019). Pengetahuan Gizi Seimbang Calon Pengantin Di Beberapa Kantor Urusan Agama (Kua) Jakarta Barat. Darussalam Nutrition Journal, 3(1), 1. https://doi.org/10.21111/dnj.v3i1.3030

Mustika, W., & Syamsul, D. (2018). Analisis Permasalahan Status Gizi Kurang Pada Balita di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global, 1(3), 127. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.3952

Pengabdian, J., Masyarakat, K., Abdi, U., Ungu, K. E., Puspita, L., Umar, M. Y., & Wardani, P. K. (2021). Pencegahan Stunting Melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan ( HPK ). 3(1), 13–16.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253

Rizki Azria, C. (n.d.). Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Pengetahuandan Perilaku Ibu Tentang Gizi Seimbang Balita Kota Banda Aceh.

S, A. S., & Jati, S. P. (2018). Kebijakan Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Penurunan Stunting di Kota Semarang. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 6(1), 1–7. https://doi.org/10.14710/jmki.6.1.2018.1-7

Sari, L. T., Renityas, N. N., & Sari, I. N. (2021). Determinants Analysis of the Incidence of Stunting in Children 1-2 Years. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 8(2), 190–195. https://doi.org/10.26699/jnk.v8i2.art.p190-195

Unduhan

Diterbitkan

10-03-2023

Cara Mengutip

Pemberdayaan Masyarakat Pengantin Baru/ Catin Dalam Upaya Mencegah Terjadinya Stunting di Kota Jayapura. (2023). I-Com: Indonesian Community Journal, 3(1), 360-367. https://doi.org/10.33379/icom.v3i1.2289