Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Lab Bahasa Online
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v3i2.2582Kata Kunci:
English Pronunciation, Lab Bahasa Online, Program PengabdianAbstrak
English Pronunciation adalah mata pelajaran yang dianggap paling sulit, disamping pelajaran tata bahasa dan kosa kata. Pengucapan sangat penting karena diperlukan untuk komunikasi yang efektif. Cara terbaik untuk meningkatkan pengucapan adalah melalui bimbingan dari penutur asli, meskipun membutuhkan biaya, waktu, dan lokasi yang kondusif. Selain itu keberadaan penutur asli tidak bisa dipastikan. Cara lain adalah dengan menggunakan multimedia pembelajaran. Kami telah mengidentifikasi bahwa pembelajaran pengucapan Bahasa Inggris di sekolah belum optimal karena membutuhkan banyak fasilitas. Informasi dari beberapa sekolah unggulan di Yogyakarta menunjukkan bahwa hanya beberapa sekolah yang memiliki Lab Bahasa Inggris, termasuk mitra kami, MTs Taruna Al-Qur'an Sleman DI Yogyakarta. Guna meningkatkan kualitas pengajaran Englih pronunciation, kami melakukan program pengabdian masyarakat untuk memperkenalkan hasil penelitian kami Laboratorium Bahasa online. Terdapat berbagai kendala selama pelaksanaan program, terutama terkait kesiapan perangkat pendukung dan guru. Namun, para guru, siswa, dan kepala sekolah menunjukkan tanggapan positif. Mitra kami akan mengembangkan lebih lanjut alat ini dalam bentuk program pengembangan sekolah pada tahun ajaran baru.
Referensi
Akpinar, Y. (2008). Validation of a Learning Object Review Instrument: Relationship between Ratings of Learning Objects and Actual Learning Outcomes. Interdisciplinary Journal of E-Skills and Lifelong Learning, 4, 291–302. https://doi.org/10.28945/380
Alfarisy, F. (2021). Kebijakan Pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia dalam Perspektif Pembentukan Warga Dunia dengan Kompetensi Antarbudaya. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6(3), 303–313. https://doi.org/10.29303/jipp.v6i3.207
Angga, A., Suryana, C., Nurwahidah, I., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut. Jurnal Basicedu, 6(4), 5877–5889. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3149
Howard, S. K., & Mozejko, A. (2021). Teachers: technology, change and resistance. In Teaching and Digital Technologies (pp. 307–317). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/cbo9781316091968.030
Laadem, M., & Mallahi, H. (2020). Multimodal Pedagogies in Teaching English for Specific Purposes in Higher Education: Perceptions, Challenges and Strategies. International Journal on Studies in Education, 1(1), 33–38. https://doi.org/10.46328/ijonse.3
Leacock, T. L., & Nesbit, J. C. (2007). A Framework for Evaluating the Quality of Multimedia Learning Resources.
Mustafa Altun. (2021). The Use of Technology in English Language Teaching: A Literature Review. International Journal of Social Sciences & Educational Studies, 8(1). https://doi.org/10.23918/ijsses.v8i1p226
Ningsih, S., Kuntarto, E., & Rimba Kurniawan, A. (n.d.). TEACHERS’ PROBLEMS IN USING INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) AND ITS IMPLICATIONS IN ELEMENTARY SCHOOLS. https://doi.org/10.33578/pjr.v4i2.7964
Paudel, P. (2020). Teachers’ Skill and Motivation in Using Information and Communication Technology. Prithvi Journal of Research and Innovation, 2, 20–35. https://doi.org/10.3126/pjri.v2i0.33431
Sulasih. (2017). Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Multi media. JURNAL INFORMATIKA UNIVERSITAS PAMULANG, 2(4).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Dwijoko Purbohadi, Titis Wisnu Wijaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











