Pendampingan pada Mahasiswa Thailand dalam Meningkatkan Resiliensi Psikologis di Kampus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS)
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.3156Kata Kunci:
Adaptasi, Resiliensi, Mahasiswa ThailandAbstrak
Mahasiswa Thailand adalah mahasiswa asal Thailand yang berkuliah di Jember yang mengalami permasalahan terkait adaptasi, sehingga tidak sedikit mahasiswa ini berhenti kuliah di tengah jalan dan memilih untuk kembali ke Thailand atau les bahasa inggris, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dalam bahasa Indonesia, kemampuan beradaptasi yang kurang membuatnya malu bahkan cemas ketika akan mengikuti kegiatan dalam kelas. Dalam hal ini cukup menyulitkan mahasiswa Thailand jika tidak diikuti dengan adanya resiliensi psikologis atau kemampuan untuk beradaptasi dan bangkit dari kesulitan yang didapatkan. Banyak intervensi yang dapat dilakukan, salah satunya pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan resiliensi dan mendorong mahasiswa untuk tetap bertahan dalam kondisi yang menekan. Hasil yang didapatkan mahasiswa dampingan berani memulai untuk berkomunikasi dengan teman kelasnya, lebih rajin dan mau berkontribusi dalam kelompok kelas. Mahasiswa Thailand dapat tetap bertahan di tempat yang baru dengan diberikan dukungan atau penguatan oleh lingkungan sekitarnya dan meyakinkan dirinya serta mendampingi atau memfasilitasi untuk mengembangkan potensinya.
Referensi
Cicchetti, D., & Toth, S. L. (1998). Perspectives on research and practice in developmental psychopathology. In W. Damon (Ed.), Handbook of child psychology (5th ed., Vol 4) New York: Wiley, 479-583
Connor, K. M., Davidson, Jonathan R. T. (2003). Development of a new resilience scale: the connor-davidson resilience scale (CD-RISC). Depression and Anxiety. 18, 76-82.
Dr. Wiwin Hendriani (2018) “Resiliensi Psikologi; Suatu Pengantar”. Hal 22
Diana, L. W., (2021). “Efektivitas Konseling Kelompok Pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) Untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMP Islam Al Amal Surabaya”. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Helper Vol. 38 No 1
Everall, R. D., Altrows, K.J., & Paulson, B. L (2006). “Creating a future: A study of resilience in suicidal female adolenscents”. Journal of Counseling and Development, 84 (4), 461-470
Grotberg, H. (2000). “Resilience for today: Gaining Strength From Adversity. (Rev. Ed). USA: Greenwood Publishing Group, Inc.
Koba, Ignatia, S. A. B., dkk (2019). “Peran Pelatihan Self-Esteem Enhancement Dalam Meningkatkan Resiliensi Pada Residen Diyayasan “X” Sentul”. Jurnal Humanitas Vol.3 No. 1, 31-50
Karen Reivich, Phd & Andrew Shatte, Ph.D. (2002) The Resilience factor 7 essential skills for overcoming lifes inevitable obstacles, united state of America
Muiz Rizki, H., dkk. (2015). “Efektifitas Terapi Dukungan Kelompok Dalam Meningkatkan Resiliensi Pada Remaja Penghubi Lembaga Permasyarakatan”. Jurnal Intervensi Psikologi, Vol. 7 No. 2
Singh, K., & Yu, X. (2010). Psycomethric evaluation of the connor-davidson resilience scale (CD-RISC) in a sample of indian students. J psychology. 1(1), 23-30
Suharto, Edi (2006), “Membangun Masyarakat Membangun Rakyat. Kajian Strategis Pembangunan Sosial dan Pekerja Sosial”. Rafika Aditama. Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Anugrah Sulistiyowati, Zainul Fanani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











