Pelatihan Pengembangan Inovasi Bioaktivator Untuk Meningkatkan Kualitas Pangan Organik Berbasis Sistem Pertanian Organik
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v4i2.4335Kata Kunci:
Bioaktivator, Bahan Organik, Kesuburan Tanah, Logam Berat, MikroorganismeAbstrak
Salah satu upaya untuk menghasilkan produk pangan organik adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian organik menggunakan bioaktivator untuk menciptakan lingkungan yang kondusif guna mendukung pertumbuhan dan kesuburan mikrobiota tanah, menjaga lingkungan sekitar, dan meningkatkan kesuburan tanah. Pangan organik dikelola sedemikian rupa untuk mewujudkan produktivitas yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemberian bioaktivator sebagai pengurai bahan organik dalam tanah dapat memperlancar adanya unsur hara, air, dan udara yang maksimal. Uji coba penggunaan bioaktivator yang terdiri dari konsorsium mikroorganisme sebagai agen pengurai bahan organik dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan bioaktivator bisa memperbaiki sifat kimia, fisik, dan mikrobiologi tanah. Penggunaan bioaktivator tidak menyebabkan terjadinya akumulasi heavy metals pada air, tanah dan pertumbuhan tanaman. Sebagai pengurai bahan organik tanah, bioaktivator memenuhi persyaratan teknis minimum. Pemanfaatan bioaktivator sebagai pengurai bahan organik tanah untuk mendukung komoditas pertanian organik agar tidak berdampak negatif pada akumulasi heavy metals di tanah, air dan lingkungan sekitar.Referensi
Astuti, D.A., Sudarsono, Sulaeman, A., Syukur, M. (2016). Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia. PT Penerbit IPB Press, IPB Science Techno Park, Bogor. 262 pp.
Bernet, T. and Weidmann, G. (2021). Organic Farming: Basic Principles and Good Practices. Dossier. FiBL. No. 1141. Research Institute of Organic Agriculture FiBL. Ackerstrasse, Postfach, CH-5070 Frick. Pp 1-47.
Bourn, D. and Prescott, J. (2002). A Comparison of the Nutritional Value, Sensory Qualities, and Food Safety of Organically and Conventionally Produced Foods. Crit Rev Food Sci Nutr. 42 (1): 1–34.
Cruz-Carrión, Á., Ruiz de Azua, Ma. J., Muguerza, B., Mulero, M., Bravo, F.I., Arola-Arnal, A., Suarez, M. (2023). Organic vs. Non-Organic Plant-Based Foods-A Comparative Study on Phenolic Content and Antioxidant Capacity. Plants, 12(183): 1-13.
Dangour, A.D. Dodhia, S.K., Hayter, A., Allen, E., Lock, K. and Uauy, R. (2009). Nutritional Quality of Organic Foods: A Systematic Review. The American Journal of Clinical Nutrition 92(1) 203–210.
Frendly, A., Yosana, Z. (2019). Dampak dan Pengaruh Pertambangan Batubara terhadap Masyarakat dan Lingkungan di Kalimantan Timur. Jurnal Legalitas 4(1): 42-56.
Gyamfi, E., Appiah-Adjei, E. K., Adjei, K. A. (2019). Potential Heavy Metal Pollution of Soil and Water Resources from Artisanal Mining in Kokoteasua, Ghana. Groundwater for Sustainable Development, 8, 450-456.
Giri, D. and Pokhrel, S. (2022). Organic Farming for Sustainable Agriculture: A Review. RJOAS, 10(130): 23-32.
Husnain, Nursyamsi, D. dan Purnomo, J. (2015). Penggunaan Bahan Agrokimia dan Dampaknya Terhadap Pertanian Ramah Lingkungan. Teknologi Pengelolaan Jerami Pada Lahan Sawah Terdegradasi. 1-46.
Magkos, F., Arvaniti, and F., Zampelas, A. (2006). Organic Food: Buying More Safety or Just Peace of Mind? A Critical Review of the Literature Crit Rev Food Sci Nutr 46(1) 23–56.
Matt, D., Rembialkowska, E., Luik, A., Peetsmann, E., Pehme, S. (2011). Quality of Organic vs. Conventional Food and Effects on Health. Estonian University of Life Sciences, September 2011. 104pp.
Meena, R.P., Meena, H.P., Meena, R.S. (2013). Organic Farming: Concept and Components. Popular Kheti, 1(4): 5-14.
Nandan, D. (2021). Organic Farming and Feasibility of Agricultural Systems. International Journal of Modern Agriculture, 10(1): 654-659.
Robert, B. (2012). Organic Production and Food Quality: A Down to Earth Analysis. Wiley-Blackwell, Oxford, UK.
Smith-Spangler, C. (2012). Are Organic Foods Safer or Healthier than Conventional Alternatives: A Systematic Review. Annals of Internal Medicine. 157 (5): 348–366.
Soni, R., Gupta, R., Agarwal, P., Mishra R. (2022). Organic Farming: A Sustainable Agricultural Practice. Vantage: Journal of Thematic Analysis, 3(1): 21-44.
Sulistyo, J. dan Gunawan, B. (2022). Pengujian Biovigoran Berbasis SBE Hasil Bioproses Sebagai Pembenah Tanah. Agritepa, 9 (2): 385 – 402.
Suryana, A. (2014). Menuju Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan 2025: Tantangan dan Penanganannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(2): 123-135.
Sutanto, R. (2002). Pertanian Organik; Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan.
Yogyakarta: Kanisius.
Williams, C.M. (2002). Nutritional Quality of Organic Food: Shades of Grey or Shades of Green. Proceedings of the Nutrition Society. 61 (1): 19-24.
Yusuf W.A. dan Noor, M. (2022). Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Pertanian: Karakteristik dan Penanggulangannya. Gadjah Mada University Press dengan Balai Penelitian Lingkungan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP). 285pp.
Yuriansyah, Dulbari, Sutrisno, H. dan Maksum, A. (2020). Pertanian Organik sebagai Salah Satu Konsep Pertanian Berkelanjutan. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. 5(2): 127–132.
Zhang, L., Yan, C., Guo, Q., Zhang, J., Ruiz-Menjivar, J. (2018). The Impact of Agricultural Chemicals inputs on Environment: Global Evidence from Infometrics Analysis and Visualisation, International Journal of Low-Carbon Technologies, 13(4): 338-352.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Joko Sulistyo, Irra Chrisyanti Dewi, Adrie Oktavio

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











