Membangun Budaya Sadar Bencana melalui Komunikasi Mitigasi pada Masyarakat Desa Cijengkol, Subang, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v4i2.4483Kata Kunci:
Sadar Bencana, Mitigasi, KomunikasiAbstrak
Kewaspadaan akan bencana menjadi perhatian setiap individu, tak luput dengan Masyarakat Desa Cijengkol, Subang Jawa Barat. Bencana bisa terjadi kapan saja menimpa dan mengganggu kehidupan masyarakat. Kesiapsiagaan tersebut dikomunikasikan agar mitigasi semua elemen masyarakat untuk memahami dan mengimplementasikan. Melalui penyuluhan dalam bentuk informasi dan edukasi diharapkan membangun budaya sadar bencana baik alam, non alam, maupun sosial. Metodenya dilakukan diskusi awal permasalahan hingga penyuluhan dan evaluasi. Melalui dua tahapan yaitu penyuluhan mengenai gambaran umum akan mitigasi bencana serta tahapan kedua membangun manajemen emosional agar terbentuknya sadar bencana yang masif pada masyarakat. Hasilnya Masyarakat Desa Cijengkol, Subang Jawa Barat secara kognitif mampu memahami bencana dan jenisnya, dan menjadi perhatian untuk diantisipasi bersama. Sedangkan secara afektif dan konatif, belum mengikat sepenuhnya, yang seharusnya elemen masyarakat juga sebagai penyelamat bukan ingin diselamatkan sebagai mindset utama. Sehingga terbentuknya budaya sadar bencana bukan hanya bagi kalangan pemerintahan saja melainkan seluruh elemen masyarakat untuk diimplementasikan setiap harinya.
Referensi
Andri (2020). Kang Akur resmikan sensor seismogram di Desa Cijengkol. https://subang.go.id/public/berita/kang-akur-resmikan-sensor-seismograf-di-desa-cijengkol
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2024) https://bnpb.go.id/definisi-bencana#:~:text=Definisi%20tersebut%20menyebutkan%20bahwa%20bencana,bencana%20nonalam%2C%20dan%20bencana%20sosial.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Barat. (2024). https://bpbd.jabarprov.go.id
Dwulansari, Diah. Dkk (2017). Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Manajemen Bencana. Journal of Governance and Public Policy. 4(3). 408-421. https://doi.org/10.18196/jgpp.v4i3.3600
Gerungan, Wulan Mahardhika. (2019). Penanggulangan Bencana pada Tahap Pascabencana menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Bencana. 7(9). 79-87. Jurnal Lex Et Societatis. https://doi.org/10.35796/les.v7i9.27002
Hartoyo, H. (2017). Membangun Masyarakat Sadar Bencana. TASYRI’: JURNAL TARBIYAH-SYARI’AH ISLAMIYAH, 24(2), 28-35. https://ejournal.kopertais4.or.id/pantura/index.php/tasyri/article/view/3290
Karang, Ari Maulana & Valdy, Teuku Muhammad. (2024). Sudah Terjadi 600 Kali Gempa di Jawa Barat. https://bandung.kompas.com/read/2024/05/29/113852078/sudah-terjadi-600-kali-gempa-di-jawa-barat-sepanjang-2024
Kurniawati, D. (2020). Komunikasi Mitigasi Bencana sebagai Kewaspadaan Masyarakat Menghadapi Bencana. Jurnal SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study. 6(1), 51-58. https://doi.org/10.31289/simbolika.v6i1.3494
Lestari, P. (2018). Komunikasi Bencana: Aspek Penting Pengurangan Risiko Bencana. Yogyakarta: PT Kanisius.
Mulyana, D. (2015). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nurjanah, Siti., Mursalin, Enggal. (2022). Pentingnya Mitigasi Bencana Alam Longsor Lahan: Studi Persepsi Mahasiswa. Jurnal Basicedu. 6(1), 515-523. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.1937
Rachmawatie, Srie Julie. (2016). Ensiklopedia Migitasi Bencana Banjir. Surakarta: Penerbit Borobudur Inspira Nusantara
Rozak, Abdul, dkk (2021). Pola Komunikasi Mitigasi Bencana (Studi Kasus Pada Masyarakat Rentan Bencana Alam di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta). Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. https://digilib.uin-suka.ac.id.
Sriharini, S. (2015). Membangun Masyarakat Sadar Bencana. Jurnal Dakwah: Media Komunikasi Dan Dakwah, 11(2), 157–171. Retrieved from https://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/jurnaldakwah/article/view/2010.11204
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Imaddudin Imaddudin, Wa Ode Sitti Nurhaliza, Titis Nurwulan Suciati, Asrul Nur Iman, Aan Widodo, Syahrul Hidayanto, Fadli M. Athalarik

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











