Upaya Penanggulangan Stunting di Nagari Kapuh, Pesisir Selatan: Edukasi Gizi dan Perubahan Perilaku

Penulis

  • Yayuk Lestari Universitas Andalas, Indonesia
  • Meqorry Yusfi Universitas Andalas, Indonesia
  • Annisa Anindya Universitas Andalas, Indonesia
  • Vitania Yulia Universitas Andalas, Indonesia
  • Diego Diego Universitas Andalas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70609/icom.v4i4.5683

Kata Kunci:

Kapuh Pesisir Selatan, Pemberdayaan Nagari, Perubahan Perilaku, Sosialisasi, Stunting

Abstrak

Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Salah satu daerah yang terdampak parah adalah Kecamatan Koto XII Tarusan, khususnya di Nagari Kapuh, dengan hasil survei menunjukkan 32 anak dari total 59 mengalami stunting. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, keterbatasan kapasitas kader posyandu dan kerusakan alat kesehatan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat serta pemerintah setempat. Upaya yang dilakukan meliputi edukasi tentang gizi seimbang, pelatihan kader posyandu untuk meningkatkan kemampuan pemantauan dan penyuluhan gizi. Perbaikan fasilitas kesehatan dan mendorong partisipasi juga menjadi langkah penting dalam penanggulangan stunting di daerah ini. Program ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan stunting tidak hanya terkait aspek kesehatan fisik tetapi juga terkait aspek sosial dan budaya.

Referensi

Akseer, N., Vaivada, T., Rothschild, O., Ho, K., & Bhutta, Z. A. (2020). Understanding Multifactorial Drivers of Child Stunting Reduction in Exemplar Countries: A Mixed-methods Approach. The American Journal of Clinical Nutrition. 112(2), 792-805. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa152

Aurima, J., Susaldi, S., Agustina, N., Masturoh, A., Rahmawati, R., & Madhe, M. T. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Journal of Health Sciences, 1(2), 43-8.

https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i3.23

Fitriahadi, E., Suparman, Y. A., Silvia, W. T. A., G Wicaksono, K., Syahputra, A. F., Indriyani, A., Ramadhani, I. W., Lestari, P., & Asmara. R. F. (2023). Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Tentang Stunting Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Stunting. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(4), 411-416. https://doi.org/10.59025/js.v2i4.154

Haris, A., & Amri, M. (2024). Peran zakat dalam mengatasi stunting dan gizi buruk di Kabupaten Brebes. Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 6(1),1-30. https://doi.org/10.24090/mabsya.v6i1.10706

Hasan, A., & Kadarusman, H. (2019). Akses ke Sarana Sanitasi Dasar sebagai Faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kesehatan, 10(3), 413-421.

KEMENKES. (2023). Survei Kesehatan Indonesia dalam Angka. Diakses pada 24 September 2024 dari https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Lameky, V. Y. (2024). Stunting in Indonesia: Current Progress and Future Directions. JOHA: Journal of Healthcare Administration, 3(1), 82-90. https://doi.org/10.33546/joha.3388

Leroy, J. L., & Frongillo, E. A. (2019). Perspective: What Does Stunting Really Mean? A Critical Review of The Evidence. Advances in Nutrition, 10(2), 196-204. https://doi.org/10.1093/advances/nmy101

Mayasari, E., Sari, F. E., & Yulyani, V. (2022). Hubungan Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(1), 51-59.

Ramlah, U. (2021). Gangguan Kesehatan pada Anak Usia Dini Akibat Kekurangan Gizi dan Upaya Pencegahannya. Ana’ Bulava: Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 12-25. https://doi.org/10.24239/abulava.Vol2.Iss2.40

Riwayati, S., Lestari, T., Ariani, N. M., Masri, M., Kashardi, K., Ramadianti, W., & Syofiana, M. (2022). Strategi Gerakan Cegah Stunting Menggunakan Metode Penyuluhan Di Desa Lubuk Belimbing 1 Bengkulu. JE (Journal of Empowerment), 3(1),46-55. https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2095

Samsir, S., Nisa, S., Ulfah, N., Januarahmi, M. A., Liyana, K., Afiza, P. N., Normalina, N., Zarni, I. F., Kurniawan, J. D., Dirmansyah, I., & Priatama, A. (2023). Peran Rembuk Stunting dalam Mewujudkan Anak Sehat di Desa Teluk Pambang. Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(4), 31-38. https://doi.org/10.59024/faedah.v1i4.330

Selva, P., & Karjoso, T. K. (2023). Socio-cultural Links with Stunting Incidents. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 3364-3377.

https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.17874

Supadmi, S., & Laksono, A. D., Kusumawardani HD, Ashar H, Nursafingi A, Kusrini I, Musoddaq MA. (2024). Factor related to stunting of children under two years with working mothers in Indonesia. Clinical Epidemiology and Global Health, 26, Apr; 26, 1-6. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2024.101538

Vinci, A. S., Bachtiar, A., & Parahita, I. G. (2022). Efektivitas edukasi mengenai pencegahan stunting kepada kader: Systematic literature review. Jurnal Endurance, 7(1),66-73. https://doi.org/10.22216/jen.v7i1.822

Unduhan

Diterbitkan

14-12-2024

Cara Mengutip

Upaya Penanggulangan Stunting di Nagari Kapuh, Pesisir Selatan: Edukasi Gizi dan Perubahan Perilaku. (2024). I-Com: Indonesian Community Journal, 4(4), 2886-2895. https://doi.org/10.70609/icom.v4i4.5683

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama