Penguatan Peran Karang Taruna Hasan Besari dalam Menjaga Warisan Budaya melalui Pelatihan Pembuatan Kertas Tradisional Gendhong

Penulis

  • Gayuh Styono Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
  • Ageng Satria Pamungkas Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
  • Ario Ganang Primadi Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70609/i-com.v5i3.7737

Kata Kunci:

Kertas Gendhong, Pelestarian Budaya, Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan

Abstrak

Desa Tegalsari memiliki potensi alam, wisata religi, dan peninggalan budaya Pesantren Tegalsari. Keberadaan Pondok Pesantren Tegalsari merupakan bukti berkembangnya masyarakat Tegalsari. Konteks seni tradisi, Pesantren Tegalsari pada akhir abad 19 dan awal abad 20, dikenal oleh pemerintah kolonial memiliki tradisi pembuatan kertas Jawa. Kertas tradisional ini dinamakan kertas Gendhong. Seiring meredupnya Pesantren Tegalsari teknik pembuatan kertas ini sulit ditemui. Karang Taruna Hasan Besari sebagai generasi muda Desa Tegalsari menjadi pihak yang turut andil dalam pelestarian kertas Gendhong tersebut. Adapun program PKM yang dirancang adalah pelatihan pembuatan kertas tradisional. Metode yang dipergunakan Participation Action Reseach (PAR). Pelatihan ini mengacu pada teknik tradisional hasil penelitian rekonstruksi pembuatan kertas tradisional Gendhong. Hasil dari pelatihan ini memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis warisan tradisi lokal.  

Referensi

Ainul Umami, A., Khadijah, U. L. S., & Lusiana, E. (2023). Pelestarian Warisan Budaya Takbenda Di Kampung Pulo Kabupaten Garut. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 42–51. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.56127/Jukim.V2i03.614 DOI: https://doi.org/10.56127/jukim.v2i03.614

Ayu Citra Santyaningtyas. (2020). Strategi Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional Di Indonesia. Jurnal Heritage, 8, 107–113. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.35891/Heritage.V8i2.1959 DOI: https://doi.org/10.35891/heritage.v8i2.1959

Chaedar Alwasilah, A. (2006). Pokoknya Sunda: Interpretasi Untuk Aksi. Kiblat Buku Utama.

Guillot, C. (1983). Le Dluwang Ou « Papier Javanais ». Archipel, 26(1), 105–116. Https://Doi.Org/10.3406/Arch.1983.1848 DOI: https://doi.org/10.3406/arch.1983.1848

Guillot, C. (1985). Le Rôle Historique Des Perdikan Ou « Villages Francs » : Le Cas De Tegalsari. Archipel, 30(1), 137–162. Https://Doi.Org/10.3406/Arch.1985.2249 DOI: https://doi.org/10.3406/arch.1985.2249

Gustiana Mega Anggitaa, Siti Baitul Mukarromahb, M. A. A. (2018). Eksistensi Permainan Tradisional Sebagai Warisan Budaya Bangsa. Journal Of Sport Science And Education (Jossae), 3(2), 55–59. DOI: https://doi.org/10.26740/jossae.v3n2.p55-59

Islamia, S., Taufiqurrahman, M., Wahyuni, S., Suciati, E., & Kamaliah, N. (2024). Peran Dan Esensi Karang Taruna Dalam Pengembangan Masyarakat Di Desa Jangur. 02, 23–35. DOI: https://doi.org/10.62490/profetik.v2i2.703

Lestari, E. P. (2019). Dluwang Sejarahmu Kini : Upaya Konservasi Kertas Tradisional Indonesia. In Jurnal Pustaka Budaya (Vol. 6, Nomor 2). DOI: https://doi.org/10.31849/pb.v6i2.3184

Nahak, H. M. I. (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Nasional Nusantara, 5(165–176). Https://Doi.Org/Doi ://Doi.Org/10.33369/Jsn.5.1.65-76 DOI: https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Permadi, T. (2005). Konservasi Tradisi Pembuatan Daluang Sebagai Salah Satu Upaya Penyelamatan Teknologi Tradisional Nusantara. November, 1–19.

Permana, A., Uin, H., Gunung, S., & Bandung, D. (2017). Daluang Sebagai Alas Tulis Dalam Proses Penyebaran Islam Di Nusantara. Jurnal Al-Tsaqafa, 14(02), 229–247.

Poernomo, M. (1985). Babad Kyai Ageng Muhammad Besari. Balai Pustaka.

R. T. A. Soetikna. (1939). Dloewang Panaraga. (Het Een En Ander Over De Vervaardiging En Verbreiding Van Kertas Gendong Te Tegalsari. Djawa Tijdschrift Van Het Java-Instituut, 19, 191–194.

Reinhart, C. (2021). Antara Lawu Dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, Dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam (Residen Madiun 1934-1938). Kepustakaan Populer Gramedia.

Rohmatulloh, D. M. (2018). Local Muslim Heritage: Pelestarian Warisan Budaya Pesantren Di Tegalsari Ponorogo. Proceedings Of Annual Conference For Muslim Scholars, April, 232–239.

Sitianingrum, P., Azalia, R., Hayati, K. R., Program, M., Teknologi, S., Program, M., Teknologi, S., Mata, D., & Kewarganegaraan, K. (2024). 1 , 2 , 3. 3(10).

Styono, G., & Satria, A. (2024). Eksistensi Kertas Tradisional Gendhong Ponorogo. 21(2), 75–93. DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v21i2.6456

Teijgeler, R. (1995). Dluwang Cultural-Historical Aspects And Material Characteristics.

Winter. (1894). Hoe De Javanen Papier Fabriceeren. Indische Gids, 1, 142–145.

Yaya Mulya Mantri. (2019). Upaya Pelestarian Permainan Tradisional Sunda Kaulinan Barudak Guna Meningkatka. Jurnal Textura, 6(2), 69–83.

Yuliatin. (2023). Pendampingan E-Government Untuk Pemerintah Desa Melalui Pemanfaatan Fitur Google Dan Barcode Dalam Mewujudkan Pelayanan Publik Prima. Dedikasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 160–169.

Unduhan

Diterbitkan

02-09-2025

Cara Mengutip

Penguatan Peran Karang Taruna Hasan Besari dalam Menjaga Warisan Budaya melalui Pelatihan Pembuatan Kertas Tradisional Gendhong. (2025). I-Com: Indonesian Community Journal, 5(3), 1199-1210. https://doi.org/10.70609/i-com.v5i3.7737