Inovasi Kakak Asuh Stunting: Upaya Pencegahan Stunting di Lokus Percepatan Penanganan Stunting

Authors

  • Erwina Sumartini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Sinta Fitriani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Hariyani Sulistyoningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Dendi Ramdani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Bilda Yadika Rabbani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Nadya Sri Wahyuni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Galih Galistan Tirtana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Ai Aswipatul Jannah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Dila Apriyani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Amelia Putri Ayu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Ai Irma Nur Padilah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Syifa Agustina Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Nida Ghithrif Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia
  • Risa Rismawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70609/i-com.v6i2.10162

Keywords:

Inovasi, Kakak Asuh Stunting, Upaya Pencegahan, Lokasi fokus Konvergensi Stunting

Abstract

Kabupaten Tasikmalaya memiliki prevalensi stunting cukup tinggi yaitu 24,2% di tahun 2021 dan  menjadi 20,7% di tahun 2023. Pemerintah menetapkan pada tahun 2024 stunting harus diturunkan menjadi 14%. Upaya untuk mencapai target tersebut dimulai dengan meningkatkan pengetahuan ibu dan asupan nutrisi adekuat bagi bayi. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pendampingan konsumsi MP-ASI selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan ibu terutama pada ibu dengan kategori pengetahuan baik sebesar 20,96%, terdapat peningkatan rata-rata ukuran antropometri bayi meliputi: Kelompok I berat badan sebesar 1,04 kg, panjang badan sebesar 3,23 cm dan lingkar kepala sebesar 1,62 cm dan Kelompok II berat badan sebesar 0,69 kg, panjang badan 2,3 cm dan lingkar kepala 1,45 cm. Kontribusi nyata yang diberikan yaitu peningkatan pengetahuan ibu dan perbaikan pertumbuhan bayi yang dapat berkontribusi terhadap pencegahan penambahan kasus stunting baru di Desa Cikunir dan Desa Cintaraja.

References

Aini, I., Kristianingrum, D. Y., Karya, D. A., Shofiyah, S., & Arfan, N. A. (2023). Peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi mengenai nutrisi anak balita. Jurnal Bhakti Civitas Akademika, VI(2), 8–11.

Ansori, M. (2022). Pengaruh penyuluhan gizi terhadap peningkatan pengetahuan stunting pada kelompok masyarakat di Desa Kelampaian Kecamatan Pontang Kabupaten Serang. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 1(1), 1–4.

Asykari, H. A., Nuraini, S., Nurhasanah, A., Kartika, L., Amalia, A., Saputri, A. F., Maldina, B. A., Efriani, M. N., Mansur, K. U. A., Mahmuda, A., Pratama, A. P., Nadhiroh, N., & Rouzi, K. S. (2023). Pemberdayaan pangan lokal melalui inovasi pengolahan MP-ASI dan modifikasi PMT sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Rejosari, Kangkung, Kendal. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(6), 1677–1688.

Hardiningsih, Anggraini, S., Yunita, F. A., Yineta, A. E. N., Kartikasari, N. D., & Ropitasari. (2020). Hubungan pola pemberian makanan pendamping ASI dengan berat badan bayi usia 6-12 bulan di Kelurahan Wonorejo Kabupaten Karanganyar. Placentum, 8(1), 48–66.

Khoiriyah, H., & Ismarwati. (2023). Faktor kejadian stunting pada balita : Systematic review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 28–40.

Lestiarini, S., & Sulistyorini, Y. (2020). Perilaku ibu pada pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 8(1), 1–11.

Naulia, R. P., Hendrawati, & Saudi, L. (2021). Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemenuhan nutrisi balita stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(2), 95–101.

Pradana, B. A., & Sari, B. N. (2025). Implementasi algoritma k-means++ untuk klasterisasi daerah rawan stunting di Kabupaten Tasikmalaya. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(6), 9274–9280.

Prasetya, L. K. B. (2024). Tantangan menuju prevalensi stunting 14%: Mengapa penurunan prevalensi stunting dalam 2 tahun terakhir (tahun 2021 dan 2022) sangat kecil di Indonesia. Jurnal Keluarga Berencana, 9(1), 1–7.

Puspita Sari, D. W., Wuriningsih, A. Y., & Khasanah, N. N. (2020). Kelompok pendamping makanan pendamping Asi (KP-MPASI) di rumah sehat anti stunting (Rs-As). International Journal of Community Service Learning, 4(1), 44–51.

Riznawati, A., Yudhistira, D., Rahmaniati, M., Sipahutar, T., & Eryando, T. (2023). Autokorelasi spasial prevalensi stunting di Jawa Barat tahun 2021. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 3(1), 14–21.

Sumartini, E. (2022). Studi Literatur : Riwayat penyakit infeksi dan stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Mahardika, 9(1), 55–62.

Susanti, I. Y., & Hety, D. S. (2020). Pemenuhan gizi dengan kualitas tidur pada bayi usia 6-9 bulan di Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto. Journal for Quality in Women’s Health, 3(2), 153–158.

Susilowardani, A. I., & Budiono, I. (2022). Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan praktik ibu baduta dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI). Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 2(2), 131-136.

Widyawati, M. L., & Mulyani, S. P. (2026). Pengaruh pendampingan MPASI terhadap pertumbuhan panjang badan : Studi eksperimental pada bayi 6-10 bulan di posyandu Desa Bina Kedunguter dan Desa Batu Wilayah Kerja Puskesmas Karangtengah, Kabupaten Demak. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3, 379–390.

Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur. REAL in Nursing Journal, 3(1), 1–10.

Published

2026-06-26

How to Cite

Inovasi Kakak Asuh Stunting: Upaya Pencegahan Stunting di Lokus Percepatan Penanganan Stunting. (2026). I-Com: Indonesian Community Journal, 6(2), 947-956. https://doi.org/10.70609/i-com.v6i2.10162