Pelatihan Penerjemahan Naskah Fiksi untuk Praktisi Penerbitan Indie dan Pekerja Lepas

Authors

  • Reza Sukma Nugraha Sebelas Maret University image/svg+xml
  • Eva Farhah Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Arifuddin Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Khabibi Muhammad Luthfi Universitas Sebelas Maret, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.2964

Keywords:

Fiksi, Penerjemahan, Pekerja lepas., Penerbit indie

Abstract

Sebagai penerbit berskala kecil dengan tata kelola sederhana, permasalahan yang kerap muncul di penerbit independen (indie) adalah tidak optimalnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang penerjemahan. Berdasarkan masalah tersebut, Grup Riset Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan penerjemahan naskah fiksi di kalangan penerjemah, khususnya pekerja lepas (freelancer). Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Cloud Meeting selama dua pekan dan diikuti oleh 110 orang peserta dari berbagai kota di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemaparan materi, praktik, penugasan, dan evaluasi tugas. Dalam evaluasi, diperoleh hasil bahwa persoalan utama yang dihadapi peserta antara lain pemadanan kata yang tepat dan berterima, khususnya istilah bidang sastra, penyesuaian gaya bahasa sastra, dan pemahaman konteks cerita secara utuh. Dengan demikian, persoalan tersebut perlu diatasi agar penerjemah memiliki kompetensi yang baik sehingga fiksi terjemahan memiliki kualitas kesusastraan yang sama, baik dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran.

References

Botifar, M., & Zulyani, N. (2023). Analisis Formalisme pada Novel Ayah Karya Andrea Hirata. Jurnal Ilmiah Bina Bahasa, 16(1), 46–62. https://doi.org/10.33557/binabahasa.v16i1.2425

Fitriana, I. (2013). Penerjemahan Karya Sastra Anak. Diglossia, 4(2). https://doi.org/10.26594/diglossia.v4i2.286

Indriani. (2020). Perpusnas Sebut Permohonan ISBN Selama Pandemi COVID-19 Naik. https://www.antaranews.com/berita/1846940/perpusnas-sebut-permohonan-isbn-selama-pandemi-covid-19-naik

Kurniawan, W., & Surdyanto, A. (2022). Pendirian Penerbit Indie sebagai Sarana Dakwah Islam pada Pondok Pesantren El-Alamia. Dalam Praxis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 2, Nomor 2). http://pijarpemikiran.com/index.php/praxis/article/view/186

Manshur, F. M. (2019). Kajian Teori Formalisme dan Strukturalisme. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, 3(1), 79–93. https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.43888

Mawardi, A. B. (2018). Komodifikasi Sastra Cyber Wattpad pada Penerbit Indie. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 13(1), 77–82. https://doi.org/10.14710/sabda.13.1.77-82

Oktavia, R., & Wati, R. (2022). Politik Penerbitan dan Perbedaan Konten Website Resmi Penerbit Mayor dan di Ranah Cyber. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, 12(1). https://doi.org/10.23969/literasi.v12i1.4763

Nugraha, R. S., Farhah, E., Anis, M. Y., Arummi, A., & Yanti, T. Y. N. (2022). Pelatihan Penyuntingan Teks Sastra Terjemahan Arab-Indonesia bagi Siswa MAN 1 Karanganyar Jawa Tengah. Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 52–62. https://doi.org/10.33061

Sukowati, I., & Mu’minin. (2022). Problematika Penerjemahan Novel-Novel Indonesia Masa Hindia-Belanda Konteks dan Persepsi Budaya. Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 28(4). https://doi.org/10.33503/paradigma.v28i4.2571

Nafi, I. Z. (2019). Analisis Teknik Defamiliarisasi dalam Novel Akar Karya Dewi Lestari. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2). https://doi.org/10.26499/madah.v10i2.886

Published

2023-09-05

How to Cite

Pelatihan Penerjemahan Naskah Fiksi untuk Praktisi Penerbitan Indie dan Pekerja Lepas. (2023). I-Com: Indonesian Community Journal, 3(3), 1109-1118. https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.2964