Program Pendidikan Kesehatan tentang Kenakalan Remaja dan Dampaknya terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Puteri
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.3000Keywords:
Kenakalan Remaja, Kesehatan Reproduksi, Remaja PuteriAbstract
Masa remaja dikenal dengan istilah masa mencari identitas diri, identik dengan berbagai permasalahan sosial, salah satunya kenakalan remaja. Jumlah remaja Indonesia menunjukkan seperemat dari jumlah penduduk seluruhnya. Data kenakalan remaja di Indonesia tentang tawuran, penyalahgunaan narkoba remaja bekerja, pelajar, remaja putri berpacaran, berpacaran usia 15-17 tahun diantaranya telah melakukan seks bebas, pernikahan dini remaja puteri, kasus aborsi karena kehamilan tidak diinginkan dari tahun ke tahun meningkat, dan angka pernikahan dini di Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo masih tinggi. Permasalahan mitra yaitu kurangnya pengetahuan remaja puteri tentang kenakalan, sikap dan perilaku serta dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan melakukan pendidikan kesehatan kenakalan remaja dan dampaknya pada KRR. Metode pelaksanaan yaitu pengukuran pengetahuan, sikap, perilaku awal siswi, pemberian pendidikan kesehatan kenakalan remaja dan kesehatan reproduksi, evaluasi. Hasil kegiatan setelah diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja, sikap, perilaku positif. Oleh karena itu, perlunya integrasi materi KRR ke dalam kurikulum dan terstandar nasional.
References
Afifah, M., Maretta, A., Kusumaning, A., & Sosroatmodjo, B. (2021). Problematika Remaja Sebagai Generasi Penerus Bangsa. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 37–40.
BPS. (2020). Badan Pusat Statistik (online). Bersumber dari: https://www.bps.go.id/subject/ 12/kependudukan.html#subjekViewTab3. Diakses pada 15 November 2020.
Cipta, H. (2017). Dampak Perceraian Terhadap Kenakalan Remaja. Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 88–103.
Diananda, A. (2019). Psikologi Remaja Dan Permasalahannya. Journal Istighna, 1(1), 116–133. https://doi.org/10.33853/istighna.v1i1.20
Farisma, M. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua terhadap Kenakalan Remaja di Kampung Long Iram Ilir Kecamatan Long Iram. Sosiatri-Sossiologi, 6(1), 61–72.
Febriani, G. A., & Singkawang, A. K. (2021). Dampak Kenakalan Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi. Prosiding the 3rd Seminar Nasional ADPI Mengabdi Untuk Negeri, 3(1), 70–74.
Gustiawan, R., Mutmainnah, M., & Kamariyah. (2021). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Remaja. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 2(2), 89–98. https://www.onlinejournal.unja.ac.id/JINI%0AHubungan
Ilmiah, W. S., Azizah, F. M., & Amelia, N. S. (2017). Pengetahuan tentang Alat Kontrasepsi dengan Inisiasi Berperilaku Pacaran Permisif pada Remaja di SMAN 1 Rambipuji - Jember. Sainmed, 9(1), 62–68.
Ilmiah, W. S., Azizah, F. M., & Hikmawati, N. (2022). Determinan Perilaku Pernikahan Dini Berdasarkan Perspektif Kesehatan Reproduksi Aman dan Fiqih Islam. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 5(2), 131–139. https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i2.356
Lobos, J. D. (2018). Factors Affecting Juvenile Delinquency. Faculty Research Journal, 7(May), 1–6.
Mohideen, R. S., Anuar, N. K. K., Latiff, D. I. A., Ridzuan, A. R., & Kamarudin, F. H. (2016). Social Factors that Contribute Juvenile Delinquency in Melaka. Journal of Education and Social Science (Jesoc), 3(Februari), 93–98.
Nur Utami, A. C., & Raharjo, S. T. (2021). Pola Asuh Orang Tua Dan Kenakalan Remaja. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(1), 1. https://doi.org/10.24198/focus.v4i1.22831
Oh, S., & Ryu, J. (2014). The influence of personal and socio-environmental factors on juvenile delinquency in Korea. KEDI Journal of Educational Policy, 11(2), 245–263.
Omboto, J. O., Ondiek, G. O., Odera, O., & Ayugi, M. E. (2013). Factors Influencing Youth Crime and Juvenile Delinquency. International Journal of Research in Social Sciences, 1(2), 18–21.
Putri, E., & Panjaitan, A. A. (2016). Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Kelas VIII terhadap Seks Pranikah di SMP N 1 Sungai Kakap Tahun 2015. Jurnal Kebidanan, 6 (1), 37–43.
Reza, I. F. (2013). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Moralitas Pada Remaja Di Madrasah Aliyah (Ma). Humanitas: Indonesian Psychological Journal, 10(2), 45–58.
Semenza, D. C. (2017). Health Behaviors and Juvenile Delinquency. Crime and Delinquency, 64(11), 1–23. https://doi.org/10.1177/0011128717719427
Sumiatin, T., Ningsih, W. T., & Jannah, R. (2021). Optimalisasi Peran Kader Remaja Melalui Pelatihan dan Diskusi Interaktif tentang Kenakalan Remaja Sebagai Antisipasi Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Informasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Stikes Pemkab Jombang, 7(1), 47–50.
Syariful, Khilmiyah, A., & Masruri, S. (2020). Juvenile delinquency measurement in Indonesian high schools. Systematic Reviews in Pharmacy, 11(9), 522–527.
Tapia, M., Alarid, L. F., & Clare, C. (2018). Parenting Styles and Juvenile Delinquency: Exploring Gendered Relationships. Juvenile and Family Court Journal, 69(2), 21–36.
Zeren, C., Mustafa Arslan, M., Yengil, E., Karanfil, R., Akçan, R., & Oksuz, M. (2013). Socio-demographic characteristics of juvenile delinquents in Turkey. Journal of Forensic Psychiatry and Psychology, 24(6), 688–698. 2
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Widia Shofa Ilmiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











