Restorasi Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Cibeleng Melalui Penanaman Bibit Bambu Untuk Mitigasi Kekurangan Air Di Desa Gekbrong Kabupaten Cianjur

Authors

  • Agus Pambudi Dharma Dharma Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
  • Mushoddik Mushoddik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, DKI Jakarta, Indonesia
  • Maryanti Setyaningsih Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, DKI Jakarta, Indonesia
  • Mayarni Mayarni Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, DKI Jakarta, Indonesia
  • Rizkia Suciati Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, DKI Jakarta, Indonesia
  • Meitiyani Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, DKI Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.3055

Keywords:

Bambu, Mitigasi Bencana, Kekurangan Air Bersih, Desa Gekbrong, Sub-DAS Cibeleng

Abstract

Tumbuhan bambu termasuk dalam suku Gramineae yang mudah ditanam oleh semua masyarakat dan mempunyai peranan penting bagi sosial, ekonomi, dan ekologis. Tumbuhan bambu dapat hidup secara liar di tepian aliran sungai hingga daratan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sub DAS Cibeleng dan Kampung Tabrik, Desa Gekbrong dengan dua cara, yaitu 1) metode diskusi dan 2) metode praktik secara langsung. Masyarakat mulai sadar atas dampak kekurangan air pada musim kemarau dari pembukaan pohon bambu menjadi lahan perkebunan. Proses penanaman bibit bambu dilakukan secara bersama-sama antara tim dan masyarakat. Masyarakat biasanya memanfaatkan bambu untuk keperluan sehari-hari berupa membuat masakan rebung, alas kemasan sayuran, penyanggah tanaman hortikultura, dan pembuatan atap rumah. Oleh karena itu, pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan bambu di dekat aliran sungai maupun di lereng agar ketersediaan air bersih tetap terjaga, terutama pada musim kemarau.  

References

Arinasa, I.D.K., & Peneng, I.N. (2013). Jenis-jenis bambu di Bali dan potensinya. LIPI Press. Jakarta.

Arsad E. (2015). Teknologi Pengolahan dan manfaat bambu. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 7(1): 45-52.

Artiningsih, N.K.A. (2012). Pemanfaatan bambu pada kontruksi bangunan berdampak positif bagi lingkungan. METANA, 8(1): 1-9.

Hartanto, L. (2011). Seri buku informasi dan potensi pengelolaan bambu Taman Nasional Alas Purwo. Balai Taman Nasional Alas Purwo. Banyuwangi.

Jannah M., Baharuddin., & Taskirawati I. 2019. Potensi dan pemanfaatan tanaman bambu pada lahan masyarakat di Desa KadingKabupaten Barru. Jurnal Perennial, 15(2): 87-92.

Jong, Y., Wardddenaar, E., Tavita, G.E. (2018). Studi jenis dan pemanfaatan bambu oleh masyarakat Dusun Perigi Semade Kecamatan Bayuke Hulu Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 6(1): 131-136.

Putro, D.S., Jumari, & Murningsih. (2014), Keanekaragaman jenis dan pemanfaatan bambu di Desa Lopati Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Jurnal Biologi, 3(2): 71-79.

Raka, I.D.N., Wiswasta, I.G.N.A., & Budiasa, I.M. (2011). Pelestarian tanaman bambu sebagai upaya rehabiitasi lahan dan konservasi tanah di daerah sekitar mata air pada lahan marginal di Bali Timur. Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem, 1(1): 1-11.

Ritonga M.A., Navia Z. I., & Arico Z. (2020). Pemanfaatan bambu oleh masyarakat di Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Biologica Samudra, 2(1): 10-19.

Sinyo, Y., Sirajudin, N., Hasan, S. (2017). Pemanfaatan tumbuhan bambu: kajian empiris etnoekologis pada masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Saintifik, 1(2): 57-69.

Widjaja, E.A. 2001. Identikit jenis-jenis bambu di Kepulauan Sunda Kecil. Puslitbang Biologi. Bogor.

Yeny, I., Yuniarti, D., & Khotimah, H. (2016). Kearifan lokasl dan praktik pengelolaan hutan bambu pada masyarakat Bali. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 13(1): 63-72.

Published

2023-09-10

How to Cite

Restorasi Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Cibeleng Melalui Penanaman Bibit Bambu Untuk Mitigasi Kekurangan Air Di Desa Gekbrong Kabupaten Cianjur. (2023). I-Com: Indonesian Community Journal, 3(3), 1365-1371. https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.3055