Pencegahan Demam Berdarah Melalui Program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di SD Inpres Watujara Kabupaten Ende
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v2i2.1534Kata Kunci:
Pencegahan DBD, Jumantik, Anak usia sekolahAbstrak
Setiap tahun kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ende meningkat tajam. Kasus tertinggi berada di wilayah Puskesmas Kota Ende pada anak usia sekolah. Upaya awal yang dilakukan yaitu pencegahan DBD pada anak usia sekolah di SD Inpres Watujara dengan membentuk kader jumantik yang bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit DBD serta keterampilan pencegahannya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui mengedukasi 20 siswa sebagai kader jumantik melalui pembelajaran problem based learning yang menyenangkan, diselingi dengan ceramah dan role play/simulasi langsung yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juli hingga 22 Juli 2022 di SD Inpres Watujara. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu dan terampil dalam melakukan praktik jumantik dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit DBD sebesar 52,65%, Proses edukasi yang benar akan memberikan dampak positif pada peningkatan pengetahuan peserta dan perubahan perilaku pencegahan. Peserta mampu melakukan upaya pencegahan DBD secara mandiri dan baik serta diharapkan dapat berlansung secara terus menerus secara mandiri dan berkala.
Referensi
Artama, S., Tokan, P. K., Rif’atunnisa, R., & Paschalia, Y. P. M. (2022). Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 pada Masyarakat di Dusun Mbomba I Desa Gheo Ghoma Kabupaten Ende. Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 24–33. https://doi.org/10.37478/mahajana.v3i1.1520
Astuti, F. D., & Susanti, A. (2017). Perbedaan Indeks Entomologi Pemantauan Jumantik Dewasa dan Jumantik Anak di Dusun Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Vektor Penyakit, 11(1), 33–42. https://doi.org/. https://doi.org/10.22435/vektorp.v11i1.6488.3
Azura, A., Candrawati, E., & W., R. C. A. (2017). Motivasi dan Pengetahuan Kader Meningkatkan Keaktifan Kader dalam Kegiatan Posyandu. Nursing News, 2(2), 556–562.
Cavalli, F. S., Seben, J. T., Busato, M. A., Lutinski, J. A., & Andrioli, D. C. (2019). Controlling the Vector Aedes Aegypti and Handling Dengue Fever Bearing Patients / Controle do Vetor Aedes Aegypti e Manejo dos Pacientes com Dengue. Revista de Pesquisa Cuidado é Fundamental Online, 11(5), 1333–1339. https://doi.org/10.9789/2175-5361.2019.v11i5.1333-1339
Dinas Kesehatan Kab. Ende. (2019). Profil Kesehatan Kabupaten Ende Tahun 2019.
Dinkes NTT. (2020). Petunjuk Teknis Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) (pp. 7–10).
Dirjen P2P Kemenkes RI. (2017). Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah di indonesia. Katalog Dalam Terbitan, Kementerian Kesehatan RI.
Hendri, J., Prasetyowati, H., Hodijah, D. N., & Sulaeman, R. P. (2020). Pengetahuan Demam Berdarah Dengue pada Siswa di Berbagai Level Pendidikan Wilayah Pangandaran. ASPIRATOR-Journal of Vector-Borne Disease Studies, 12(1), 55–64.
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019.
Marina, R., & Ariati, J. (2021). Peran pendampingan kader jumantik terhadap keberadaan jentik Aedes Sp di Wilayah Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian 2021, 1013–1023.
Miryanti, K., Stia Budi, I., & Ainy, A. (2016). Participation of Cadre Larva Monitoring Savior As Effort To Improve Larva Free Rate (Lfr) in the Public Health Centre Talang Betutu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(3), 168–173. https://doi.org/10.26553/jikm.2016.7.3.168-173
Pan American Health Organization (PAHO). (2022). Guidelines for the Clinical Diagnosis and Treatment of Dengue, Chikungunya, and Zika. In Guidelines for the Clinical Diagnosis and Treatment of Dengue, Chikungunya, and Zika. https://doi.org/10.37774/9789275124871
Panungkelan, M. S., Pinontoan, O. R., Joseph, W. B. S., Kesehatan, F., Universitas, M., & Ratulangi, S. (2020). Hubungan Antara Peran Kader Jumantik Dengan Perilaku Keluarga Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Dbd Di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea Kota Manado. Kesmas, 9(4), 1–6.
Pujianti, A., & Trapsilowati, W. (2016). Pelatihan Kader Dalam Pengelolaan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kota Semarang. Vektora : Jurnal Vektor Dan Reservoir Penyakit, 8(2). https://doi.org/10.22435/vk.v8i2.4847.91-98
Suryani, E. T. (2018). Gambaran kasus demam berdarah dengue di Kota Blitar tahun 2015-2017. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(3), 260–267.
Tokan, P. K., & Artama, S. (2022). Pengetahuan siswa Sekolah Dasar Inpres Watujara tentang penyakit demam berdarah dengue. Journal of Nursing and Health Science, 1(2), 47–52. https://doi.org/www.ejournal.stikes-pertamedika.ac.id/index.php/jnhs
World Health Organization (WHO). (2011). Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever (Series No.). SEARO Technical Publication.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Pius Kopong Tokan, Yustina Pacifica Maria Paschalia, Syaputra Artama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











