Fitoremediasi model “COWEST” dalam Pengelolaan Kualitas Air di Bumiaji - Batu, Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v2i3.1825Kata Kunci:
Constructed Wetland, Fitoremediasi, MasyarakatAbstrak
Ekosistem perairan merupakan salah satu ekosistem yang rentan terjadi pencemaran. Penyebabnya dapat bersumber dari limbah domestik, limbah industri, maupun limbah pertanian. Salah satu teknik yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi pencemaran air adalah dengan memanfaatkan tumbuhan, atau biasa dikenal dengan fitoremediasi. Teknik fitormediasi dinilai efektif untuk mengatasi pencemaran air, karena teknik ini bersifat sederhana, murah, dan berkelanjutan. Tumbuhan berpotensi sebagai indikator biologis adanya pencemaran lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan model fitoremediasi kepada masyarakat di Bumiaji – Batu sebagai langkah awal pengenalan tumbuhan sebagai agen penyerap polutan lingkungan yang berkelanjutan. Pemilihan lokasi tersebut karena di Bumiaji terdapat sungai yang memiliki potensi sangat baik untuk dimanfaatkan, baik itu sebagai pengairan lahan pertanian, budidaya akuakultur, maupun kegiatan sehari-hari. Sehingga diperlukan peran tumbuhan sebagai indikator alami dan agen pengelolaan lingkungan yang baik. Hasil pengabdian menunjukkan masyarakat sangat antusias dan mampu menjadikan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekitar, keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan tumbuhan. Mengingat tumbuhan adalah salah satu kekayaan alam Indonesia sebagai negara Megabiodiversitas.
Referensi
Afifudin, A. F. M., & Irawanto, R. (2021). Estimating The Ability of Lanceleaf Arrowhead (Sagittaria lancifolia) in Phytoremediation of Heavy Metal Copper (Cu). BERKALA SAINSTEK, 9(3), 125-130.
Afifudin, A. F. M., & Irawanto, R. (2022). Translocation Mechanism of Lanceleaf Arrowhead (Sagittaria lancifolia) on Copper (Cu) and Phytoremediation Ability. EnvironmentAsia, 15(3):84-94
Das, P. K. (2018). Phytoremediation and Nanoremediation: Emerging Techniques for Treatment of Acid Mine Drainage Water. Defence Life Science Journal, 3(2), 190–196.
Fatiha, I., Afifudin, A., & Irawanto, R. (2020). Uji Kemampuan Awal Acanthus ilicifolius sebagai Fitoremediasi Limbah Detergen. Seminar Nasional Biologi 5 Tahun 2020, 55–62.
Fitrihidajati, H., Rachmadiarti, F., Khaleyla, F., & Kustiyaningsih, E. (2020). Effectiveness of Sagittaria lancifolia as Detergent Phytoremediator. Nature Environment and Pollution Technology, 19(4), 1723-1727.
Herlambang, P., & Cahyonugroho, O. (2017). Fitoremediasi Limbah Detergen Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) dan Genjer (Limnocharis flava L.). Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 7(2), 100–114.
Hidayati, N. (2020). Tanaman Akumulator Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) untuk Fitoremediasi (Issue Cd). Jakarta: LIPI Press
Irawanto, R. (2021). Phytoremediation model of greywater treatment in the Purwodadi Botanic Garden. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 743(1), 012078.
Raissa, D. G., & Tangahu, B. V. (2017). Fitoremediasi Air yang Tercemar Limbah Laundry dengan Menggunakan Kayu apu (Pistia stratiotes). Jurnal Teknik ITS, 6(2), 7–11.
Rizqiyah, Z., Nurina, V. L., & Rahmania. (2021). Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Miroplastik pada Ikan di Hilir Bengawan Solo. Environmental Pollution Journal, 1(2), 167-174.
Sopiah, N. (2006). Laju degradasi surfaktan linear alkil benzena sulfonat (LAS) pada limbah deterjen secara anaerob pada reaktor lekat diam bermedia sarang tawon. Jurnal Teknologi Lingkungan, 7(3), 243–250.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Rony Irawanto, Alfin Fatwa M Afifudin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











