Penerapan Konsep Community Based Tourism (CBT) di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang, Kabupaten Maros

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v3i2.2625

Kata Kunci:

Community Based Tourism, Kampung Wisata, Pariwisata

Abstrak

Penerapan konsep Community Based Tourism (CBT) di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang, Kabupaten Maros. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi implementasi Community Based Tourism di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak terkait, seperti masyarakat setempat, pengelola destinasi wisata, dan wisatawan. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep CBT di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang telah memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan pendapatan masyarakat setempat, peningkatan kesadaran masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya lokal, meningkatnya kualitas pengalaman wisatawan, dan peningkatan promosi dan citra destinasi wisata. Namun, penerapan konsep CBT juga memiliki tantangan, seperti kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat setempat dalam pengelolaan dan promosi pariwisata. Dari hasil penelitian tersebut, penulis merekomendasikan agar perlu dilakukan upaya yang berkelanjutan untuk menjaga keberhasilan dan mengatasi tantangan yang muncul dalam penerapan konsep CBT di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat setempat agar mereka dapat lebih memahami dan mengelola pariwisata dengan baik. Selain itu, perlu juga adanya kerja sama yang baik antara masyarakat setempat, pengelola destinasi wisata, dan pemerintah dalam mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Biografi Penulis

  • Muhammad Najih Fasya, Institut Teknologi Bandung

    Muhammad Najih Fasya lahir di Kota Surabaya, 6 Januari 1998. Saat ini Muhammad Najih Fasya merupakan mahasiswa aktif angkatan 2022 program studi Magister Perencanaan Kepariwisataan pada Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya Muhammad Najih Fasya telah mendapatkan gelar sarjana pada Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya pada tahun 2020. Selain aktif sebagai mahasiswa, Muhammad Najih Fasya juga terlibat dalam beberapa kajian dan kegiatan proyek sebagai asisten tenaga ahli.

Referensi

Achmad A. (2011). Rahasia Ekosistem Hutan Bukit Kapur. Brilian Internasional.

Adams, W. M. (2004). Against extinction: The story of conservation. Earthscan.

Ahsani, R. D. P., Suyaningsih, O., Ma’rifah, N., & Aerani, E. (2018). Penerapan Konsep Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Candirejo Borobudur Mewujudkan Kemandirian Desa. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(2). https://doi.org/10.26905/pjiap.v3i2.2270

Anggraeni Ayu Immaniyar, & Rahmawati Farida. (2021). Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Trenggalek. Jurnal Planoearth, VI No. I, 56–61.

Arum, D. S., Padmaningrum, D., & Winarno, J. (2022). Kajian Dimensi Community-based Tourism dalam Pengembangan Desa Wisata Sumberbulu. AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 46(1), 45. https://doi.org/10.20961/agritexts.v46i1.61416

Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros. (2022). Kecamatan Bontoa dalam Angka Tahun 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros.

Blackstock, K. (2005). A critical look at community-based tourism. Community Development Journal, 40(1), 39–49.

Damanik, J., & H. F. Weber. (2006). Perencanaan Ekowisata. Andi.

Fildzah A’inun N, O. :, Krisnani, H., Rudi, &, & Darwis, S. (2014). Pengembangan Desa Wisata Melalui Konsep Community Based Tourism. Prosiding KS: Riset & PKM, 2(3), 301–444.

Gianna Moscardo. (2008). Community capacity building: an emerging challenge for tourism development. CAB International.

Hall, C. M., & S. J. Page. (2006). The Geography of Tourism and Recreation. Routledge.

Hamzah, A., & Khalifah, Z. (2009). Handbook on Community Based Tourism: How to Develop and Sustain CBT. APEC Secretariat.

Izurieta, G., Torres, A., Patiño, J., Vasco, C., Vasseur, L., Reyes, H., & Torres, B. (2021). Exploring community and key stakeholders’ perception of scientific tourism as a strategy to achieve SDGs in the Ecuadorian Amazon. Tourism Management Perspectives, 39. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2021.100830

Junaid, I., & Fauziah, A. N. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Pariwisata Di Dusun Rammang-Rammang Kabupaten Maros. Jurnal Penyuluhan, 15(1).

Kiss, A. (2004). Is community-based ecotourism a good use of biodiversity conservation funds? Trends in Ecology and Evolution, 19(5), 232–237. https://doi.org/10.1016/j.tree.2004.03.010

Lee, T. H., & Jan, F. H. (2019). an community-based tourism contribute to sustainable development? Evidence from residents’ perceptions of the sustainability. Tourism Management, 70, 368–380.

Murphy P. (n.d.). Tourism: A community approach (RLE Tourism). Routledge.

Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594

Pemerintah Kabupaten Maros. (2012). Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Maros Tahun 2012-2032.

Pratama, E. Y., & Rilus, A. K. (2013). Dampak Pengembangan Pariwisata dan Sikap Nelayan di Desa Pangandaran. Jurnal Penyuluhan, 9(1).

Rahayu, S., Dewi, U., Kurnia, D., & Fitriana, N. (2016). Pengembangan Community Based Tourism sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Penelitian Humaniora, 21(1), 1–13.

Rocca, L. H. D., & Zielinski, S. (2022). Community-based tourism, social capital, and governance of post-conflict rural tourism destinations: the case of Minca, Sierra Nevada de Santa Marta, Colombia. Tourism Management Perspectives, 43. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2022.100985

Sharpley, R. (2009). Tourism Development and the Environment: Beyond Sustainability? . Routledge.

Spenceley, A., & Goodwin, H. (2007). Nature-Based Tourism and Poverty Alleviation: Impacts of Private Sector and Parastatal Enterprises In and Around Kruger National Park, South Africa. In Pro-poor Tourism: Who Benefits?: Perspectives on Tourism and Poverty Reduction (pp. 145–167). Channel View Publications. https://doi.org/10.2167/cit305.0

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Pariwisata (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D). Alfabeta.

Surya Wijaya, N., Wayan, D. I., Sudarmawan, E., Tinggi, S., & Internasional, P. B. (2019). Community Based Tourism (CBT) Sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di DTW Ceking Desa Pekraman Tegallalang. Jurnal Ilmiah Hospitality Management Disubmit, 10(1), 77–98. https://doi.org/10.22334/jihm.v10i1

Yanes, A., Zielinski, S., Cano, M. D., & Kim, S. Il. (2019). Community-based tourism in developing countries: A framework for policy evaluation. Sustainability (Switzerland), 11(9). https://doi.org/10.3390/su11092506

Unduhan

Diterbitkan

05-06-2023

Cara Mengutip

Penerapan Konsep Community Based Tourism (CBT) di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang, Kabupaten Maros. (2023). I-Com: Indonesian Community Journal, 3(2), 789-808. https://doi.org/10.33379/icom.v3i2.2625