Edukasi Pemanfaatan Limbah Bambu Melalui Pembuatan Biochar di Desa Banjarwaru Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap

Penulis

  • Sari Widya Utami Politeknik Negeri Cilacap image/svg+xml
  • Artdhita Fajar Pratiwi Politeknik Negeri Cilacap, Indonesia
  • Galih Mustiko Aji Politeknik Negeri Cilacap, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.2995

Kata Kunci:

Limbah bambu, biochar, soil-pit, Desa banjarwaru

Abstrak

Desa Banjarwaru adalah salah satu sentra industri kerajinan anyaman bambu, telah menciptakan berbagai inovasi-inovasi terbaru terhadap kerajinan anyaman bambunya. Namun, Petani tetaplah menjadi mata pencaharian utama penduduk. Meskipun, permasalahan pertanian di desa ini adalah tingkat kesuburan tanah yang rendah (kadar pH rendah), sehingga pemberian pupuk dalam jumah yang tinggi pun tidak mampu memberikan hasil yang baik pada pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, dibutuhkan bahan pembenah yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dengan meningkatkan pH tanah mendekati netral, seperti Biochar. Biochar dapat diperoleh dengan memanfaatkan sisa bambu yang tidak terpakai dalam produksi kerajinan bambu dan tidak dikelola dengan baik akibat kurangnya pengetahuan penduduk. Dalam kegiatan PkM ini, memperkenalkan biochar bambu dan manfaatnya sebagai bahan pembenah tanah, serta pembuatannya menggunakan metode soil-pit. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat, untuk mengembangkan nilai lebih dari limbah bambu terutama untuk dimanfaatkan menjadi biochar untuk memperbaiki kualitas tanah pertanian di Desa Banjarwaru.

Referensi

Allo, K. M. (2016). KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI. Jurnal Hutan Tropis, 4(2).

Imronah, A., & Fatmawati, N. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Home Industry Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Banjarwaru Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. JEKSYAH (Islamic Economics Journal), 1(02), 80–88. https://doi.org/10.54045/jeksyah.v1i02.41

Kurniawan, F. A. (2015). Kerajinan Anyaman Bambu di Banjarwaru, Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah. . Universitas Negeri Yogyakarta.

Mateus, R., Kantur, D., LENNY MOY Politeknik Pertanian Negeri Kupang Jln H Yohanes, D. M., & Tenggara Timur, N. (2017). Pemanfaatan Biochar Limbah Pertanian sebagai Pembenah Tanah untuk Perbaikan Kualitas Tanah dan Hasil Jagung di Lahan Kering Utilization of Agricultural Biochar Waste as Soil Conditioner for Improved Soil Quality and Result of Corn in Dryland (Vol. 7, Issue 2).

PURBA, R. (2015, September 1). Kajian pemanfaatan amelioran pada lahan kering dalam meningkatkan hasil dan keuntungan usahatani kedelai. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010638

Salim, R., Cahyana, B. T., Putra Prabawa, I. D. G., & Hamdi, S. (2019). Potensi Bambu Untuk Pemanfaatan Sebagai Bahan Bakar Arang Dengan Metode Pengarangan Retort Tungku Drum. Jurnal Riset Teknologi Industri, 13(2), 230. https://doi.org/10.26578/jrti.v13i2.5284

Sari, G. L., Mizwar, A., & Trihadiningrum, Y. (2016). PENGARUH PH TANAH TERHADAP PROSES BIODEGRADASI POLYCYCLIC AROMATIC HYDROCARBON (PAH) PADA TANAH TERKONTAMINASI BATUBARA. Jurnal Teknologi, 8(1), 31. https://doi.org/10.24853/jurtek.8.1.31-38

SYAHRINUDIN, S., WIJAYA, A., Butarbutar, T., HARTATI, W., IBRAHIM, I., & SIPAYUNG, M. (2018). BIOCHAR YANG DIPRODUKSI DENGAN TUNGKU DRUM TERTUTUP RETORT MEMBERIKAN PERTUMBUHAN TANAMAN YANG LEBIH TINGGI. J Hut Trop, 2(1), 49–58.

Utami, S. W. (2018). KARAKTERISTIK KIMIAWI FLY ASH BATU BARA DAN POTENSI PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK. AGROINTEK, 12(2), 108. https://doi.org/10.21107/agrointek.v12i2.4048

Utami, S. W., & Widyasunu, P. (2018). The effect of organic fertilizer based on Azollamicrophylla biomass and plant spacing to n and p uptake, soil compaction and the yield of Pandanwangi rice. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 215, 012032. https://doi.org/10.1088/1755-1315/215/1/012032

Unduhan

Diterbitkan

06-09-2023

Cara Mengutip

Edukasi Pemanfaatan Limbah Bambu Melalui Pembuatan Biochar di Desa Banjarwaru Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. (2023). I-Com: Indonesian Community Journal, 3(3), 1175-1182. https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.2995