Pendampingan Pengelolaan Sungai Gelis di Desa Rahtawu, Pegunungan Muria

Penulis

  • Mochamad Widjanarko Universitas Muria Kudus, Indonesia
  • Mohammad Khasan Universitas Muria Kudus, Indonesia
  • Ahmad Faqihuddin Universitas Muria Kudus, Indonesia
  • Dian Wismar’ein Universitas Muria Kudus, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.3988

Kata Kunci:

Rahtawu, Kudus, Sungai Gelis, Pegunungan Muria

Abstrak

Desa Rahtawu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis, menjadi  salah satu tempat  wisata,  dimana warung yang berada di pinggir dan tengah sungai memberikan layanan menarik pada pengunjung untuk menikmati jajan, minum kopi atau  makan. Hal ini, menjadi keprihatinan semua pihak, terutama pemerintah desa Rahtawu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah pertama, menginformasikan aturan sempadan DAS Gelis di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus. Kedua, merekomendasikan pendampingan ekowisata di kawasan Muria, khususnya di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus. Pendampingan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan pendampingan kebijakan, diskusi kelompok terarah dan pembuatan poster. Berdasarkan kegiatan pendampingan ini dapat disimpulkan dari 17 peserta yang hadir, semua menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan mereka terkait dengan pengelolaan DAS Gelis dan sebagian besar, yaitu 10 peserta menyatakan rencana tindak lanjut dari kegiatan ini. Setelah mendapatkan penjelasan dari BBWS  (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana maka pemerintah desa Rahtawu beserta perangkat desa serta anggota kelompok lainnya mengetahui akar masalah penggunaan sempadan DAS Gelis di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus dan mempunyai keinginan dalam mengelola ekowisata di daerahnya.

Referensi

Ardahanlıoğlu, Z. R. B., & Özhancı, E. (2014). Tourism Pressure in Protected Areas; Butterflies Valley Case. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 120(6), 386–393. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.02.116

Asmin, F. (2018). Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan (Dimulai dari Konsep Sederhana). Padang : Asmin Publish, February, 1–69. https://books.google.co.id/books?id=JKzXXwAACAAJ

Astuti, H., Universitas, F., Unggul, E., Universitas, F., & Jaya, B. (2018). Penggunaan poster sebagai media komunikasi kesehatan. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 15(01), 8–14.

Herman, N., & Supriadi, B. (2017). Potensi Ekowisata Dan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Pariwisata Pesona, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.26905/jpp.v2i2.1578

Hijriati, E., & Mardiana, R. (2015). Pengaruh Ekowisata Berbasis Masyarakat Terhadap Perubahan Kondisi Ekologi, Sosial Dan Ekonomi Di Kampung Batusuhunan, Sukabumi. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(3), 146–159. https://doi.org/10.22500/sodality.v2i3.9422

Ishak, I. P. R., Asman, A. I., & Ahmad, D. N. A. (2016). Pemanfaatan Teknologi Spasial Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Binanga Lumbua Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Geomatika, 22(1), 1–8.

Prastyo, E. B., Khasan, M. K., & Makhali, M. N. (2022). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Rahtawu. Prosiding Temilnas IPS 2021, 204–227.

Purnomo, A. (2020). Pemberdayaan Sosial Dalam Pengembangan Ekowisata Di Pekon Kiluan Negri, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. SINGULARITY: Jurnal Desain Dan Industri Kreatif, 01(01), 1–12. https://doi.org/10.31326/jsing.v1i1.741

Riyanto, Hamzari, & Golar. (2014). Analisis Pembangunan Ekowisata di Kawasan Taman Hutan Raya Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Pada Blok Pembangunan Wisata Ngata Baru Kabupaten Sigi). Warta Rimba, 2, 153–163.

Satriawan, H. (2017). Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Dalam Rangka Optimalisasi Kelestarian Sumberdaya Air (Studi Kasus DAS Peusangan Aceh). Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, 9, 29–35.

Widjanarko, M. (2014). Psikologi Lingkungan, Berbasis Kearifan Lokal (Buku Ajar yang didanai DIKTI tahun 2014).Kudus: Badan Penerbit Universitas Muria Kudus. ISBN: 978-602-1180-13-6. http://eprints.umk.ac.id/12943/

Widjanarko, M. (2016). Modal Sosial Masyarakat Desa Rahtawu: Studi Kasus Pelestarian Hutan Muria Di Kabupaten Kudus the Social Capital of Rahtawu Community: a Case Study of Forest Conservation in Kudus Regency. Jurnal Masyarakat & Budaya, 18(1), 109–120.

Widjanarko, M. (2019). Menengok Kehidupan Pemelihara Hutan Muria. Badan Penerbit Universitas Muria Kudus. ISBN: 978-623-7312-03-1. http://eprints.umk.ac.id/11811/

Unduhan

Diterbitkan

06-03-2024

Cara Mengutip

Pendampingan Pengelolaan Sungai Gelis di Desa Rahtawu, Pegunungan Muria . (2024). I-Com: Indonesian Community Journal, 4(1), 258-267. https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.3988