Menumbuhkan Konsep Diri Positif melalui Konseling Kelompok Realitas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4094Kata Kunci:
Konsep Diri, Konseling Kelompok, RealitasAbstrak
Remaja yang terlibat dalam aktivitas kriminal dan diharuskan menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan anak dapat mengalami perubahan pandangan yang negative terhadap diri mereka sendiri. Keterbatasan peluang untuk berkembang dan beradaptasi seperti halnya individu pada umumnya dapat menyebabkan remaja yang menjalani masa tahanan merasa terpinggirkan oleh lingkungan sekitarnya, sehingga mengakibatkan pembentukan konsep diri yang cenderung negatif. Konseling kelompok realitas dengan pendekatan WDEP (Want, ,Doing and Direction, Self Evaluation, Planning ) sistem dapat digunakan sebagai alternative untuk menumbuhkan konsep diri yang positif yaitu dengan memberikan pemahaman kepada individu agar individu mampu memberikan penilaian terhadap diri sendiri secara positif. Hasil dari konseling kelompok realitas yaitu peserta memperoleh wawasan untuk membentuk konsep diri positif yang dapat dikembangkan dalam kehidupannya sebagai warga binaan di LPKA di Kota Kupang. Ketercapaian tujuan kegiatan ini dapat dilihat pada kemampuan peserta dalam menggunakan pendekatan konseling praktis dan perubahan cara pandang konsep diri kearah yang lebih positif.
Referensi
Adhiputra, N. 2014. Konseling Kelompok: Perspektif Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Media Akademia.
Corey, Gerald. 2012. Theory and Practice of Group Counseling. Australia; Belmont, CA: Thomson/Brooks/Cole.
Gunarsa, S. D. 2008. Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hurlock, E. B. 1980. Psikologi Perkembangan. Terjemahan oleh Istiwidayanti & Soedjarwo.
Jakarta: Erlangga.
Jalaludin Rakmat. (2015). (ed 30). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya
Jones, R.C, (2011). Teori dan Praktik Konseling dan Terapi ; Edisi empat, Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Loban, M.N & Naisanu, F.N. (2023). Konseling Kelompok ; menggunakan teknik modelling untuk meningkatkan self management. Jogjakarta : KBM Indonesia
Mudjiran, dkk. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Padang: UNP Press.
Sobur, A. 2013. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung : Pustaka Setia
Taneo, J., Malelak, E. O., & Loban, M. N. (2021). Konseling Kelompok Realitas Berbasis Cyber Counceling untuk Meningkatkan Adversity Quotient. KBM Indonesia.
Taneo, J., Malelak, E.O., Loban, M.N., & Bait, D. A. (2022). Defelopment of guidelines reality group counseling based on cyber counseling to increase student advercity quotient. Konselor, 11 (4), 136-144
Prayitno. 2013. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Santrock, J.W. (2003). Adolescence; Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
Yulianti, D., & Hardianti, Y. (2018). Pengaruh Pendekatan Konseling Realitas Untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Broken Home Sman1 Sikur. Konseling Pendidikan, 2(21), 1–9.
Yusuf, L.N. Syamsu. 2016. Konseling Individual: Konsep Dasar dan Pendekatan. Bandung: Refika Aditama.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Merita Florawati Naisanu, Maria Natalia Loban, Erly Oviane Malelak, Joris Taneo, Frengky Yohanes

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











