Mitigasi Bencana Alam Tanah Longsor Pada Nungnung Waterfall Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung

Penulis

  • Agnes Ayu Biomi Universitas Bali Internasional, Denpasar, Indonesia
  • I Gusti Agung Haryawan Universitas Bali Internasional, Denpasar, Indonesia
  • Komang Angga Prihastini Universitas Bali Internasional, Denpasar, Indonesia
  • Ni Luh Gede Maytadewi Negara Universitas Bali Internasional, Denpasar, Indonesia
  • Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma Universitas Bali Internasional, Denpasar, Indonesia
  • Ni Putu Eny Sulistyawati Universitas Bali Internasional, Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4135

Kata Kunci:

Tanah longsor, Mitigasi bencana, Nungnung Waterfall

Abstrak

Air Terjun Nungnung merupakan salah satu tempat wisata dekat Desa Pelaga, salah satu destinasi wisata Kabupaten Badung di Kecamatan Petang. Desa Pelaga dikategorikan oleh BPBD Kabupaten Badung sebagai salah satu daerah rawan bencana longsor. Hal ini juga diperkuat dengan data sensus penduduk di Desa Pelaga Banjar Nungnung. Mitigasi bencana tanah longsor berbasis masyarakat dapat dipraktikkan dengan cara ini. Strateginya adalah sosialisasi dan simulasi. Melalui sosialisasi, masyarakat diharapkan dapat mengetahui lebih dalam mengenai risiko bencana tanah longsor dan gempa bumi. Analisis terhadap data sebelum dan sesudah tes mengungkapkan pengetahuan masyarakat umum mengalami peningkatan. BPBD, Forum PRB, warga setempat, pemandu wisata, seka truna – truni (pemuda) Banjar Nungnung, Bendesa Adat Banjar Nungnung, dan mahasiswa KKN – PPM Universitas Internasional Bali merupakan beberapa pemangku kepentingan yang hadir dalam simulasi tersebut. Masyarakat kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesiapsiagaan bencana, khususnya dalam hal kewaspadaan dan kesiapan mengambil tindakan segera jika terjadi bencana tanah longsor.

Referensi

BNPB (2008) ‘Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana’, Bnpb, 13(2), pp. 57–63. Available at:https://www.gitews.org/tsunamikit/en/E6/further_resources/national_level/peraturan_kepala_BNPB/Perk a BNPB 4-2008_Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana.pdf.

Coppola, D. P. (2011) Introduction to International Disaster Management, Second Edition, Butterworth-Heinemann. Available at http://library.books24x7.com.ezproxy.royalroads.ca/assetviewer.aspx?bookid=4186&chunkid=814488503&rowid=403.

Damanik, M. R. S., & Restu, R. (2012). Pemetaan Tingkat Risiko Banjir dan Longsor Sumatera Utara Berbasis Sistem Informasi Geografis.

Guzzeti,et al,(2012). Landslide Inventory Maps

Hardiyatmoko, H. C. (2016). Penanganan Tanah Longsor dan Erosi (Edisi 1).

Hayes, M. J. et al. (2004) ‘Reducing Drought Risk : Bridging Theory and Practice Reducing Drought Risk : Bridging Theory and Practice’, 6988(May). doi: 10.1061/(ASCE)1527-6988(2004)5.

National Planning (2020) ‘Disaster Management Policy’.

Pratomo Cahyo Nugroho (2019) ‘Kebijakan dan Strategi Pengurangan Risiko Bencana’, Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sampurno & Samodra, H.(1997). Peta Geologi Lembar Ponorogo, Jawa, Skala 1 : 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Sinambela, Marzuki., dkk. (2021). Mitigasi dan Manajemen Bencana. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Sipayung, S. B., Cholianawati, N., Susanti, I., Aulia, S., Edy, R., Pusat, P., & Atmosfer, T. (2014). Pengembangan Model Persamaan Empiris Dalam Memprediksi Terjadinya Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum (Jawa Barat) Berbasis Data Satelit TRMM. Jurnal Sains Dirgantara, 12(1): pp. 12–21

Susanti, P.D., Miardini, A. dan Harjadi, B.(2017). Analisis Kerentanan Tanah Longsor Sebagai Dasar Mitigasi di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Penelilian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Vol. 1 No. 1, April 2017: pp. 49-59

Thomas Glade, Malcolm Anderson, Michael J. Crozier.(2005). Landslide Hazard and Risk. John & Wiley Sons Ltd

Pareta, K. & U. Pareta, (2012). Landslide Modeling and Susceptibility Mapping of Giri River Watershed, Himachal Pradesh (India). International Journal of Science and Technology Volume 1 No. 2: pp. 91-104

Rahmad, R., Suib dan Nurman, A. (2018). Aplikasi SIG untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Majalah Geografi Indonesia, Vol. 32, No.1 : pp. 1-13

Wang, F., Xu, P., Wang, C., Wang, N., & Jiang, N. (2017). Application of a GIS Based Slope Unit Method for Landslide Susceptibility Mapping along the Longzi River, Southeastern Tibetan Plateau, China. ISPRS International Journal of Geo-Information, 6(6): pp. 172

Weichselgartner, J. (2014) ‘Disaster Mitigation : The Concept of Vulnerability Revisited Disaster mitigation : the concept of vulnerability revisited’, (May 2001). doi: 10.1108/09653560110388609

Yuniarta, H., Saido, A.P., & Purnama, Y.M. (2015). Kerawanan Bencana Tanah Longsor Kabupaten Ponorogo. E-Jurnal Matriks Teknik Sipil : pp. 194-201

Unduhan

Diterbitkan

04-04-2024

Cara Mengutip

Mitigasi Bencana Alam Tanah Longsor Pada Nungnung Waterfall Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. (2024). I-Com: Indonesian Community Journal, 4(1), 551-560. https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4135