Pemberdayaan Ekosistem Pesisir melalui Aksi Penanaman Mangrove untuk Pulau Pahawang

Penulis

  • Muhammad Rizki Saleh Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
  • Mustarakh Gelfi Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
  • Maria Yosephine Simbolon Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
  • Nafisa Nandalianadhira Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
  • Nalendra Jagat Lumintang Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
  • Muhammad Mahendra Poetra Praja Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70609/icom.v5i1.6778

Kata Kunci:

Pulau Pahawang, Ekosistem Mangrove, Penanaman Mangrove, Pemberdayaan Ekosistem

Abstrak

Pulau Pahawang termasuk dalam kategori pulau kecil yang dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bahari seperti snorkeling, sunset/sunrise view dan ekowisata mangrove. Namun, kompleksitas dinamika fisis serta aktivitas manusia menyebabkan wilayah ini rentan terhadap erosi pantai. Salah satu solusi untuk mengatasi erosi adalah pelestarian ekosistem mangrove sebagai pelindung pantai alami. Pengabdian ini bertujuan untuk merehabilitasi ekosistem mangrove melalui kegiatan penanaman mangrove. Metode yang digunakan mencakup pemberdayaan ekosistem, koordinasi dengan perangkat desa, serta survei lingkungan guna menentukan lokasi penanaman. Sebanyak 100 bibit Rhizophora spp. berhasil ditanam pada area dengan gelombang stabil dan tingkat salinitas yang sesuai. Dengan jarak tanam 1 × 1 meter, luas area tanam mencapai 150 m². Keberhasilan jangka panjang memerlukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan mangrove secara optimal.

Referensi

Aini, M., Hasanah, A. N., & Vanessa, G. A. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui penanaman mangrove untuk mitigasi bencana dan pelestarian ekosistem di pesisir Pekalongan Utara. Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(4), 1–10.

Alongi, D. M. (2002). Present state and future of the world's mangrove forests. Environmental Conservation, 29(3), 331-349. https://doi.org/10.1017/S0376892902000231.

Alongi, D.M. (2008). Mangrove forests: resilience, protection from tsunamis, and responses to global climate change. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 76(1), 1-13.

Arifin, A., Awaluddin, M., Amarrohman, F. J. (2020). Analisis Pengaruh Perubahan Garis Pantai Terhadap Batas Pengelolaan Wilayah Laut Daerah Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Geodesi Undip, 9(1).

Ball, M.C. (2002). Interactive effects of salinity and irradiance on growth: implications for mangrove forest structure along salinity gradients. Trees, 16(2-3), 126-139.

Dale, V. H., Lugo, A. E., MacMahon, J. A., & Pickett, S. T. A. (2014). Ecosystem recovery following disturbance: Implications for mangrove restoration. Ecological Applications, 24(5), 890-903.

Duke, N. C., Ball, M. C., & Ellison, J. C. (1998). Factors influencing biodiversity and distributional gradients in mangroves. Global Ecology and Biogeography Letters, 7(1), 27–47. https://doi.org/10.2307/2997695.

Food and Agriculture Organization (FAO). (2007). The world's mangroves 1980–2005. FAO Forestry Paper 153. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/3/a1427e/a1427e00.htm.

Hossain, M.D., Nuruddin, A.A., & Karim, S.M.R. (2014). Soil and water salinity in the Sundarbans mangrove forests of Bangladesh. Journal of Forest Research, 19(1), 36-44.

Indian River Lagoon Species Inventory. (2025). https://irlspecies.org/misc/Mangroves.php. Diakses pada 2 Maret 2025 dari laman: https://irlspecies.org/misc/Mangroves.php

Krauss, K. W., Lovelock, C. E., McKee, K. L., López-Hoffman, L., Ewe, S. M. L., & Sousa, W. P. (2009). Environmental drivers in mangrove establishment and early development: A review. Aquatic Botany, 89(2), 105–127. https://doi.org/10.1016/j.aquabot.2007.12.014.

Mazda, Y., Magi, M., Kogo, M., & Hong, P. N. (1997). Mangroves as a coastal protection from waves in the Tong King Delta, Vietnam. Mangroves and Salt Marshes, 1(2), 127–135. https://doi.org/10.1023/A:1009928003700.

McIvor, A. L., Möller, I., Spencer, T., & Spalding, M. (2012). Reduction of wind and swell waves by mangroves. Natural Coastal Protection Series, The Nature Conservancy and Wetlands International, 1–27.

Nugroho, P., Wibowo, S., & Yuwono, S.B. (2021). Evaluasi keberhasilan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Indonesia. Journal of Coastal Development, 24(2), 85-97.

Rahman, M. A., Supriatna, J., & Suryani, E. (2022). Peran serta masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis konservasi. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 12(3), 145-159. https://doi.org/10.22146/jpsl.12.3.145-159.

Salamor, H., & Zaryaningsih, T. (2022). Analisis sosial ekonomi masyarakat terhadap pemanfaatan taman wisata alam mangrove di Desa Margomulyo. Jurnal Masyarakat, Agama, dan Ekonomi, 13(1), 45-58.

Scholander, P. F., Hammel, H. T., Hemmingsen, E. A., & Garey, W. (1962). Salt balance in mangroves. Plant Physiology, 37(6), 722–729. https://doi.org/10.1104/pp.37.6.722.

Setyawan, A. D., Winarno, B., & Nugroho, S. P. (2021). Monitoring pertumbuhan mangrove pasca rehabilitasi di kawasan pesisir tropis. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 215-227. https://doi.org/10.14710/jil.19.2.215-227.

Wijaya, A., Budi, T., & Sari, R. (2019). Erosi pantai: Faktor hidrodinamika laut dan intervensi manusia. Jurnal Rekayasa Pesisir, 7(2), 45-56.

Unduhan

Diterbitkan

24-03-2025

Cara Mengutip

Pemberdayaan Ekosistem Pesisir melalui Aksi Penanaman Mangrove untuk Pulau Pahawang. (2025). I-Com: Indonesian Community Journal, 5(1), 615-624. https://doi.org/10.70609/icom.v5i1.6778