Pelatihan Identifikasi Kerangka Bagi Dokter Umum di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
DOI:
https://doi.org/10.70609/i-com.v5i2.7075Kata Kunci:
Identifikasi, Kerangka, Dokter UmumAbstrak
Bencana alam maupun buatan termasuk peristiwa pidana mengakibatkan seseorang maupun segenap orang meninggal dunia, bahkan dapat membuat fisik manusia menjadi tidak utuh. Hal tersebut mengakibatkan tim SAR mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi mayat-mayat yang ditemukan akibat bencana. Berdasarkan permasalahan tersebut, dokter perlu ditingkatkan kompetensinya dengan diadakan pelatihan identifikasi kerangka bagi para dokter umum di Rumah Sakit. Tujuan dan manfaat pelatihan ini antara lain: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum, mampu menentukan rumus yang tepat khususnya perhitungan tinggi badan, mengembangkan pelayanan bencana alam maupun buatan khususnya identifikasi mayat, para dokter mampu bekerjasama dengan penyidik dan pakar antropologi forensik dalam menegakkan identifikasi mayat. Tahapan metode pada kegiatan pelatihan ini antara lain: penyusunan teori dan panduan identifikasi kerangka, penyiapan preparat kering berupa kerangka sebagai bahan pelatihan, penyampaian materi, praktik identifikasi dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah peningkatan kompetensi dokter umum khususnya identifikasi kerangka sebanyak 100% dari total peserta yang hadir sebanyak 27 peserta.
Referensi
Adserias-Garriga, J., Feirstein, S., Bell, D., Skropits, H., & Smith, M. (2024). Human identification through forensic skeletal analysis: Three case reviews. Forensic Sciences Research, 9(3), owac053. https://doi.org/10.1093/fsr/owae053
Agnew, A. M. (2024). Skeletal trauma in forensic anthropology: Improving the accuracy of trauma analysis and expert testimony. National Institute of Justice. https://nij.ojp.gov/library/publications/skeletal-trauma-forensic-anthropology-improving-accuracy-trauma-analysis-and
Budiyanto, Arif, dkk. 1997. Ilmu Kedokteran Forensik. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
Cunha, E., & Obertová, Z. (2024). Forensic identification in a multidisciplinary perspective focusing on big challenges. Forensic Sciences Research, 9(3), owac063. https://doi.org/10.1093/fsr/owae063
Di Maio, Vincent J. 2007. Forensic Pathology. Second Edition. CRC Press, Florida
Human identification through forensic skeletal analysis: three case studies. (2024). Forensic Science Research, 9(3). https://academic.oup.com/fsr/article/9/3/ owae053/7745419
Hoediyanto dan Hariadi A. 2010. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya
Journal of Anatomy. (2024). Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/ journal/14697580
Koney, N. K., Ansah, A. O., Asaku, B. N., Ahenkorah, J., Hottor, B. A., & Adutwum-Ofosu, K., et al. (2024). Anatomage virtual dissection versus traditional human body dissection in anatomy pedagogy: Insights from Ghanaian medical students. BMC Medical Education, 24, 1059. https://doi.org/10.1186/s12909-024-1059-2
Martínez-Moreno, P., Valsecchi, A., Mesejo, P., Ibáñez, Ó., & Damas, S. (2024). Evidence evaluation in craniofacial superimposition using likelihood ratios. Information Fusion, 111, 102489. https://doi.org/10.1016/j.inffus.2024.102489
Natale, G., & Fornai, F. (2024). Advances in anatomy and its history. Anatomia, 3(1), 50–56. https://doi.org/10.3390/anatomia3010005
Pilli, E., & Cattaneo, C. (Eds.). (2024). Identification of human remains for forensic and humanitarian purposes: From molecular to physical methods (Vol. II). Genes. https://www.mdpi.com/journal/genes/special_issues/8D9Q40B5V6
Pramudibyo, S., Pradani, Y. F., & Tjiptady, B. C. (2023). Kontribusi Persepsi Lingkungan, Kompetensi Kerja, Dan K3 Terhadap Kinerja Pegawai. Steam Engineering, 4(2), 146-152.
Pribadi, A., Sauma, A. K., & Amin, M. T. (2025). Antropologi forensik: Identifikasi jasad berdasarkan bukti yang tersedia. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS), 28(2), 110–115. https://ojs.unud.ac.id/index.php/ijlfs/ article/download/114180/58771
Siozos, P., Hausmann, N., Holst, M., & Anglos, D. (2020). Application of laser-induced breakdown spectroscopy and neural networks on archaeological human bones for the discrimination of distinct individuals. arXiv preprint arXiv:2012.14470. https://arxiv.org/abs/2012.14470
Tjiptady, B. C., Rahman, R. Z., Pradani, Y. F., Sulaiman, M. S., Machfuroh, T., & Saepuddin, A. (2021). Sosialisasi peningkatan perekonomian masyarakat melalui badan usaha milik desa di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. I-Com: Indonesian Community Journal, 1(1), 35-40.
Zhang, M. (2024). Principles in identification of human remains through forensic odontology. Perspectives in Legal and Forensic Sciences, 1(1), 10005. https://doi.org/10.35534/plfs.2024.10005
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Abdul Hakim Nitiprodjo, Prima Maharani Putri, Lutfatul Fitriana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











