Penguatan Peran Pengajian Sebagai Media Edukasi dan Skrining Dini PTM Bagi Masyarakat Desa Nongkosewu RW 03
DOI:
https://doi.org/10.70609/i-com.v5i4.8621Kata Kunci:
Hipertensi, Keagamaan, Komunitas, Pendidikan Kesehatan, Penyakit Tidak Menular, SkriningAbstrak
Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di masyarakat pedesaan, termasuk di RW 03 Desa Nongkosewu, yang ditandai dengan rendahnya literasi kesehatan, perilaku hidup tidak sehat, serta belum terbentuknya budaya deteksi dini kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga mengenai PTM dan melakukan skrining tekanan darah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 154 peserta dan menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 30,5% menjadi 44,8%, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 40,3% menjadi 18,2%. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa 47,4% peserta mengalami hipertensi dan 11,7% mengalami hipotensi, sehingga perlu pemantauan lanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini PTM. Pendekatan berbasis komunitas keagamaan terbukti menjadi strategi yang relevan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Referensi
Akbar, M., & Santoso, B. (2020). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan kontrol hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 150–158.
Akbar H, Budi Santoso E. Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Hipertensi Pada Masyarakat (Studi Kasus Di Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow). Media Publ Promosi Kesehat Indones. 2020;3(1):12–9
American Heart Association. (2019). Prevention and management of hypertension guidelines update. American Heart Association.
Fatmah. (2020). Efektivitas edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam pencegahan PTM. Jurnal Promosi Kesehatan, 15(2), 55–62.
Husna, N., & Fathurrahman, M. (2021). Peran pengajian sebagai media promosi kesehatan masyarakat berbasis agama. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(2), 45–54.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Nasional Riskesdas 2023. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Nuraini, I. (2021). Hubungan gaya hidup dengan hipertensi pada masyarakat Indonesia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 170–178.
Priasmoro, D. P., & Lestari, R. (2023). Prevalence of a sedentary lifestyle as a predictor of risk of chronic diseases and stress levels in Malang, Indonesia. Malaysian Journal of Public Health Medicine, 23(1), 11-16.
Priasmoro, D. P., Dradjat, R. S., Zuhriyah, L., & Lestari, R. (2023). Factors influencing family acceptance of people with schizophrenia receiving care at home: a systematic review. The Malaysian Journal of Nursing (MJN), 14(4), 183–191.
Putri, N., & Wicaksono, A. (2022). Hambatan pemanfaatan fasilitas kesehatan di masyarakat pedesaan. Indonesian Journal of Public Health, 17(1), 32–41.
Rahmawati, S., Widodo, D., & Nurjanah, I. (2022). Penguatan literasi kesehatan dalam pengendalian PTM berbasis masyarakat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(2), 55–64.
Suhadi. (2020). Peran pengajian sebagai media literasi sosial masyarakat desa. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(4), 512–520.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. United Nations General Assembly.
Widyaningsih, S., Ramadhani, T., & Lestari, T. (2022). Model pendidikan kesehatan berbasis komunitas. Journal of Community Health, 10(4), 312–320.
World Health Organization. (2022). Global report on hypertension and tobacco risks. World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dian Pitaloka Priasmoro, Yuni Asri, Novia Putri, Beauty Mekkah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











