Pelatihan Strategi Pemasaran Kreatif Bagi Kelompok Petani Ubi Jalar Desa Balesari Kabupaten Malang pada Masa Pandemi Covid 19
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v1i1.919Abstrak
Dusun Segelan desa Balesari Kecamatan Ngajum ini merupakan satu-satunya dusun penghasil ubi jalar khas gunung Kawi. Pada saat ini pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) secara mikro ditingkat desa. Dampaknya wilayah wisata gunung Kawi ditutup hampir selama dua tahun, sehingga memberikan dampak ekonomi secara signifikan karena penduduk menjual ubi jalarnya hanya di gunung Kawi. Tujuan dilakukan pelatihan ini yaitu membantu menganalisis teknik pemasaran dan menambah nilai jual produk ubi jalar melalui online. Pelatihan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 08 Februari 2021 di dusun Segelan, Desa Balesari, Ngajum, Kabupaten Malang. Adapun jumlah peserta yang menghadiri pelatihan kali ini yaitu 30 petani ubi jalar, Mantri Tani, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) desa Balesari. Metode yang digunakan yaitu metode purposive sampling dengan memberikan kusioner dan wawancara teknik snowball. Hasil analisis dari kuisioner menunjukkan bahwa: (1) Petani ubi jalar mau bekerjasama dengan kelompok karang taruna untuk memasarkan ubi jalar secara online, (2) Petani ubi jalar bersedia untuk mengolah ubi jalar menjadi beberapa olahan makanan lainnya yang inovatif. Harapan pasca dari pelatihan ini yaitu para petani ubi jalar lebih semangat lagi bertani ubi jalar, sedangkan untuk dan karang taruna lebih kreatif dan inovatif lagi di dalam proses pengolahan ubi jalar dan teknik pemasaran secara online.
Kata kunci: Pelatihan, Pemasaran online, Ubi jalar
Referensi
Abdika, B. (2014). Analisis Formulasi Penentuan Prioritas Strategi Pemasaran UMKM dengan Menggunakan Pendekatan Analisis SWOT dan AHP (Studi Kasus Pada UMKM Penghasil Kerajinan Sulam Usus Aan Ibrahim). Universitas Lampung.
Abidin, Z., & Rohman, M. (2020). Pemberdayaan kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik berbahan baku limbah rumah tangga. Communnity Development Journal, 1(02), 89-94.
Abidin, Z. (2020). Keanekaragaman Hayati Sebagai Komunitas Berbasis Autentitas Kawasan. (Pp. 120). Fakultas Pertanian Press. Unwaha Jombang.
Arwati, S. & Syarif, A. (2016). Sistem Pemasaran dan Nilai Tambah Produk Olahan Ubi Jalar Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. Jurnal Galung Tropika Vol. 5 no.(3).
Baroh, I. (2007). Analisis Nilai Tambah dan Distribusi Keripik Nangka, Studi Kasus Pada Agrousaha Kripik Nangka di Lumajang. LPPM UMM .Malang.
Hartanto, A.B. & Kholil, M. (2018). Analisis SWOT Sebagai Dasar Perumusan Strategi Pemasaran (Studi Kasus: Pada Perusahaan Trading PT. PTG). Jurnal Rakayasa Teknologi Industri Hijau, vol. 1 no.(2), 1.
Ihsanuddin. (2020). Fakta Lengkap Kasus Pertama Virus Corona di Indonesia.
Meryani, Neni. (2008). Analisis Usaha dan Tataniaga Kedelai di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Ciganjur, Jawa Barat. Prodi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Rohman, M., Abidin, Z., Saepuddin, A., Tjiptady, B. C., & Zamzami, M. R. A. (2021). Pelatihan Pembuatan Mie Sehat dari Selada Air di Desa Poncokusumo Kabupaten Malang. Abdimas Dewantara, 4(1), 17-22.
Suprapto. (2006). Proses Pengelolahan dan Nilai Tambah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Suryanto. (2007). Terobosan Teknologi Pemupukan dan Era Pertanian Organik. Yogyakarta: Penerbit Karnisius.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Zainal Abidin, M. Yusuf Azwar Anas, Ma’rifatul Ilma I., Cholifah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











