Participatory Rural Appraisal (PRA) Untuk Penyusunan Masterplan Tata Ruang Desa di Kalurahan Sendangsari Kapanewon Minggir Kabupaten Sleman
DOI:
https://doi.org/10.70609/i-com.v6i2.9887Kata Kunci:
Transek, Masterplan, Tata Ruang, SendangsariAbstrak
Kalurahan Sendangsari merupakan kawasan hinterland yang mengalami perkembangan keruangan hampir setara perkotaan. Kalurahan ini memiliki potensi wisata yang beragam, berupa potensi alam, potensi budaya dan peninggalan bersejarah, kerajinan, serta kuliner. Permasalahan yang dihadapi adalah belum tersedianya masterplan tata ruang desa di Kalurahan Sendangsari, sehingga masyarakat kesulitan untuk merencanakan pengembangan potensi dan menyusun program kegiatan kedepan. Kegiatan abdimas ini dilakukan dengan tujuan melaksanakan pendampingan dalam penyusunan masterplan tata ruang desa di Kalurahan Sendangsari berdasarkan peta potensi wilayah yang disusun melalui transek desa melalui Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode yang akan dilakukan dalam kegiatan abdimas ini adalah pemetaan digital partisipatif dan transek desa berbasis masyarakat. Pemetaan partisipatif dilaksanakan oleh masyarakat dengan pendampingan tim abdimas. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan operator perangkat lunak Avenza Map untuk merekam jalur dan titik-titik potensial sebagai lokasi pusat kegiatan dan pembagian zona ruang untuk mewadahi kegiatan tersebut dengan pendekatan PRA.
Referensi
Burke, R. J. (2018). Human resource management in the hospitality and tourism sector. In Handbook of Human Resource Management in the Tourism and Hospitality Industries. https://doi.org/10.4337/9781786431370.00007
De Vos, A., Cumming, G. S., Moore, C. A., Maciejewski, K., & Duckworth, G. (2016). The relevance of spatial variation in ecotourism attributes for the economic sustainability of protected areas. Ecosphere, 7(2), 1–19. https://doi.org/10. 1002/ecs2.1207
Edita, E. P. (2019). Aerotropolis: At What Cost, to Whom? An Analysis of Social and Environmental Impacts of New Yogyakarta International Airport (NYIA) project, Indonesia. Master Thesis Series in Environmental Studies and Sustainability Science, 64. http://lup.lub.lu.se/student-papers/record/8980037
Hermawan, H. (2016). Dampak Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata, 3(2), 105–117.
Hidayati, S. R., Trianda, O., & Kartikasari, R. (2023). Pengembangan Experiental Tourism di Kalitaji Kapanewon Kokap Kulon Progo. Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 3(3). https://doi.org/10.51214/00202303675000
Huda, R. (2020). Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Sektor Pariwisata di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(2), 157–170. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v11i2.1470
Kipchumba, S., Mamboleo, D., & Fedha, L. M. (2025). Influence of Smart Agriculture Literacy Empowerment Programs on Sustainable Household Food Security in Baringo County , Kenya. 9, 114–123.
Langemeyer, J., Calcagni, F., & Baró, F. (2018). Mapping the intangible: Using geolocated social media data to examine landscape aesthetics. Land Use Policy, 77(December 2017), 542–552. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2018.05.049
Lemy, D. M., Teguh, F., & Pramezwary, A. (2019). TOURISM DEVELOPMENT IN INDONESIA: Establishment of Sustainable Strategies. Bridging Tourism Theory and Practice, 11, 91–108. https://doi.org/10.1108/S2042-14432019000001 1009
Okafor-Yarwood, I., Kadagi, N. I., Miranda, N. A. F., Uku, J., Elegbede, I. O., & Adewumi, I. J. (2020). The blue economy-cultural livelihood-ecosystem conservation triangle: The African experience. Frontiers in Marine Science, 7(July), 1–18. https://doi.org/10.3389/fmars.2020.00586
Plieninger, T., Dijks, S., Oteros-Rozas, E., & Bieling, C. (2013). Assessing, mapping, and quantifying cultural ecosystem services at community level. Land Use Policy, 33, 118–129. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2012.12.013
Rachman, F., Satriagasa, M. C., & Riasasi, W. (2018). Economic impact studies on development project of New Yogyakarta International Airport to aquaculture in Kulonprogo Coastal. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 139(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/139/1/012037
Santhanam, H., & Majumdar, R. (2022). Quantification of green-blue ratios, impervious surface area and pace of urbanisation for sustainable management of urban lake – land zones in India -a case study from Bengaluru city. Journal of Urban Management, 11(3), 310–320. https://doi.org/10.1016/j.jum.2022.03.001
Singgalen, Y. A., & Kudubun, E. E. (2017). Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Pariwisata : Studi Kasus Kelompok Museum Pemerhati Sejarah Perang Dunia ke II di Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Cakrawala, 6(2), 199–228.
Sugati, D., Hidayati, S. R., & Ardi, I. (2023). Pendampingan Pemetaan Potensi Pengembangan Avitourism di Desa Wisata Sermo Kulon Progo. Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 3(3), 0–5. https://doi.org/10.51214/00202303726000
Tjiptady, B. C., Rahman, R. Z., Pradani, Y. F., Sulaiman, M. S., Machfuroh, T., & Saepuddin, A. (2021). Sosialisasi peningkatan perekonomian masyarakat melalui badan usaha milik desa di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. I-Com: Indonesian Community Journal, 1(1), 35-40.
Ye, Y., Wang, C., Zhang, Y., Wu, K., Wu, Q., & Su, Y. (2018). Low-carbon transportation oriented urban spatial structure: Theory, model and case study. Sustainability (Switzerland), 10(1), 1–16. https://doi.org/10.3390/su10010019
Yusliana, Y; Pramana, YE; Ardi, I. (2025). I-Com : Indonesian Community Journal Profil Desa untuk Perencanaan Pembangunan Desa. 5(3), 1451–1462. https://doi.org /https://doi.org/10.70609/i-com.v5i3.7913
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Iwan Aminto Ardi, Solikhah Retno Hidayati, Putri Dinantian Trisafanda

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











